Peningkatkan Penguasaan Materi IPS Melalui Metode Bermain Peran

oleh: Elly Dwiana Ratnaningtyas (*) (Guru SDN Merjosari 5 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang) Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat menghasilkan manusia Indonesia seutuhnya, sehingga menumbuhkan dan memiliki mental yang baik untuk dapat melaksanakan kegiatan pembangunan. Setiap sekolah selalu berharap bahwa penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan dapat berhasil dengan baik. Secara umum keberhasilan ini dapat diukur dengan tingkat prestasi yang diperoleh. Sebenarnya pernyataan tersebut sangat keliru. Tolok ukur keberhasilan pendidikan seharusnya diukur dari ‘input’ dan ‘out-put’. Seberapa besar peningkatan dari prestasi yang dicapai oleh siswa pada saat dia masuk sekolah tersebut dan pada saat dia keluar dari sekolah tersebut. Upaya-upaya yang dilakukan misalnya dengan mengirim para guru untuk mengikuti kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) di tingkat kepengawasan. Pengetahuan para guru dapat lebih meningkat, sehingga penyelenggaraan belajar-mengajar dapat lebih baik lagi. Penggunaan metode mengajar yang bervariasi juga merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh guru untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pendekatan pembelajaran yang paling sesuai adalah pembelajaran yang berorientasi pada kepentingan siswa atau siswa sentris. Hal ini sesuai dengan pendekatan pembelajaran diskaveri/inkuiri yang menunjukkan dominasi peserta didik selama proses pembelajaran, sedangkan guru sebagai fasilitator. Selaras dengan uraian di atas adalah penggunaan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), yaitu konsep pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan membantu siswa untuk menghubungkan pengetahuannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat di mana dia berada. Bermain peran merupakan salah satu metode mengajar (Soetomo, 1993) yang dapat menumbuhkan motivasi pada siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Metode bermain peran (Slameto, 1991) mengajak siswa untuk berperan menjadi orang tertentu dalam masyarakat. Pembelajaran ini membutuhkan pengalaman dari siswa. Dengan metode bermain peran yang dilaksanakan dengan baik, maka siswa dapat lebih mudah untuk dapat memahami materi pelajaran yang disajikan, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Selain itu, kegiatan diskusi juga dapat melatih siswa untuk berani mengungkapkan pendapatnya. Dengan metode diskusi juga dapat membantu siswa untuk dapat menghargai pendapat orang lain dan menerima pendapat orang lain. Kondisi ini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi kenyataan hidup di masyarakat, dengan segala macam kemajemukannya. Dengan metode bermain peran dan diskusi (Mulyoso, 2005) yang dikombinasikan secara tepat akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui apakah hipotesis diatas benar, maka dilakukan sebuah penelitian yang dilaksanakan di SDN Merjosari 5, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kelas III dalam mata pelajaran IPS. Jumlah siswa ada 40 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam tahun pelajaran 2012/2013 semester ganjil, dari bulan September sampai dengan Nopember 2012. Pengamatan dalam penelitian ini dibagi dalam 2 siklus. Setiap siklus dibagi dalam tiga kali pertemuan. Kegiatan pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus, dibarengi dengan pengamatan yang dapat dilakukan sebagai berikut: Guru melaksanakan desain pembelajaran dengan metode bermain peran dan diskusi yang telah direncanakan; Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dilaksanakan dan membuat laporan tentang kegiatan yang dilakukan, baik secara individu maupun secara kelompok sesuai dengan tugasnya masing-masing; Guru mempelajari laporan kegiatan yang dilakukan oleh siswa baik secara individu maupun kelompok dan memberikan penjelasan tambahan jika diperlukan; Guru merekam data dan mengamati kegiatan siswa sesuai dengan laporan yang telah disusun dengan menggunakan alat perekam, pedoman pengamatan serta catatan lapangan. Dalam penelitian ini ada beberapa instrumen yang digunakan untuk menjaring data penelitian, yaitu: pedoman observasi, dokumen, dan catatan lapangan. Instrumen ini berisi tentang kegiatan yang dilakukan oleh siswa, dengan indikator sebagai berikut : peran serta masing-masing anggota; kesungguhan dalam membawakan peran penguasaan peran kesesuaian dengan tujuan. Sedangkan instrumen kerjasama kelompok berisi tentang kegiatan yang dilakukan oleh siswa, dengan indikator sebagai berikut: menghargai kesepakatan berpartisipasi secara aktif memberikan penghargaan dengan menunjukkan simpati menerima tanggung jawab; mendorong partisipasi; membuat ringkasan dan kesimpulan. Selanjutnya untuk mengetahui penguasaan konsep materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang dibahas dalam kelas selalu ada peningkatan baik sesudah pra tindakan, siklus I, siklus II dapat melampai kriteria ketuntasan minimal dilakukan ulangan harian. Berdasarkan hasil pengamatan tentang kegiatan bermain peran yang dilakukan oleh masing-masing kelompok yang dilakukan pada siklus I dan siklus II dapat diketahui sebagaimana dalam tabel berikut ini: Kegiatan bermain peran sebagaimana dalam tabel di atas, dapat diuraikan bahwa rata-rata prosentase pada siklus I sebesar 67.66 %. Jadi kerjasama siswa dalam kelompok sudah cukup baik pada siklus I. Namun dalam siklus II, kegiatan bermain peran mengalami peningkatan, yaitu menjadi 71.40 %. Jadi kegiatan bermain peran yang dilakukan sudah termasuk baik dalam siklus II. Dengan demikian kegiatan bermain peran yang dilaksanakan oleh masing-masing kelompok dalam kegiatan pembelajaran sudah baik. Kerjasama siswa dalam kelompok diskusi yang dilakukan pada siklus I dan siklus II dapat diketahui sebagaimana dalam tabel berikut ini: Kerjasama siswa dalam kelompok diskusi sebagaimana tabel di atas, dapat diuraikan bahwa rata-rata prosentase pada siklus I sebesar 67.92 %. Jadi kerjasama siswa dalam kelompok sudah cukup baik pada siklus I. Namun dalam siklus II, kerjasama siswa dalam kelompok mengalami peningkatan, yaitu menjadi 71.14 %. Jadi kerjasama siswa dalam kelompok sudah termasuk baik. Dengan demikian kerjasama siswa dalam kelompok yang dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran sudah baik. Sedangkan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada pra tindakan, siklus I, dan siklus II (lihat lampiran 3, lampiran 6, dan lampiran 9), maka dapat diketahui sebagaimana dalam tabel berikut ini: Hasil evaluasi menunjukkan terdapat kenaikkan yang tuntas belajar dari 24 siswa (60%) pada pra tindakan menjadi 29 siswa (72,5) pada siklus I, dan menjadi 34 siswa (85%) pada siklus II. Sedangkan yang belum tuntas belajar mengalami penurunan dari 16 siswa (40 %) pada pra tindakan menjadi 11 siswa (27,5 %) pada siklus I, dan menjadi 6 siswa (15 %) pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis penelitian sebagaimana dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran dan diskusi dapat meningkatkan penguasaan konsep pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa kelas III Sekolah Dasar. Daftar Rujukan Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara. Mulyasa, E.. 2005. Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Saiful Rachman, Yoto, Syarif Suhartadi, Suparti. 2006. Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah. Surabaya: SIC Bekerjasama Dengan Dinas P dan K Provinsi Jawa Timur. Slameto. 1991. Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit Semester (SKS). Jakarta: Bumi Aksara. Soetomo. 1993. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha Nasional. (*)Isi menjadi tanggung jawab penulis.
09.04.16 11:14  |   Si Data & Informasi

Siti Nuraliffah (DKI) Raih Nilai Tertinggi pada CBT Tematik SD

Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competence Based Training (CBT) dengan materi Pembelajaran Tematik SD telah tuntas dilaksanakan. Bertempat di Kampus PPPPTK PKn IPS, kegiatan yang dimulai pada tanggal 7 Desember 2014 tersebut resmi ditutup tanggal 16 Desember 2014 kemarin oleh Kepala Bidang Program dan Informasi, Bapak Drs. Djoko Winarjanto, M.M. Dari 39 orang peserta yang mengikuti pelatihan tersebut semuanya dinyatakan lulus. Nilai tertinggi pertama diraih oleh Siti Nuraliffah dari SDN Kenari 07 Pagi DKI Jakarta. Tempat kedua diraih oleh Hasim Asyari dari SDN 05 Kota Mataram dan nilai tertinggi ketiga diraih oleh Ririn Mustika dari SDN Parapat 3 Kota Tangerang. Peserta sangat antusias mengikuti seluruh materi pelatihan Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar dipandu oleh 4 widyaiswara PPPPTK PKn IPS yaitu Dr. Ari Pujiastuti, M Pd.; Slamet Supriyadi, S.Kom. M.Ed.; Dra. Dyah Sriwilujeng, M.Pd. dan Drs. Sucahyono MJ, M.Pd.   Menurut Slamet Supriyadi, S.Kom. M.Ed, salah satu widyaiswara yang mengampu kelas tersebut, di awal pelatihan pada umumnya peserta berpendapat bahwa Pembelajaran Tematik Terpadu itu sulit diimplementasikan. Penyebab berkembangnya opini tersebut adalah para guru banyak yang tidak mendapatkan informasi yang komprehensif mengenai Pembelajaran Tematik Terpadu. Pengetahuan yang sepotong-sepotong dapat menimbulkan kesalahpahaman dan kebingungan. Setelah mendapat pelatihan selama 10 hari di PPPPTK PKn dan IPS, pemahaman mereka terhadap Pembelajaran Tematik Terpadu meningkat. Hal ini dibuktikan dari grafik tes awal dan tes akhir peserta. Nilai tes akhir mengalami peningkatan dibandingkan dengan tes awal. Serta, dari hasil peer teaching menunjukkan bahwa simulasi mengajar yang ditampilkan saat peer teaching semakin mendekati dengan konsep Pembelajaran Tematik Terpadu. Pada akhir pelatihan, para peserta menjadi bersemangat untuk mengimplementasikan hasil pelatihan ke dalam ruang kelas mereka di sekolah masing-masing (rv).
19.12.14 11:40  |   Si Data & Informasi

Acara Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Pembelajaran Tematik SD

  Pelatihan Berbasis Kompetensi atau Competence Based Training (CBT) telah dibuka oleh Kepala Pusat (KAPUS) PPPPTK PKn IPS, Bapak Dr. Sumarno di gedung Krakatau kampus PPPPTK PKn IPS pada hari Minggu 7 Desember 2014. Pelatihan ini akan berlangsung selama 10 hari hingga tanggal 16 Desember 2014. Kegiatan CBT merupakan upaya yang dilakukan oleh P4TK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Kegiatan CBT kali ini ditujukan untuk guru Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia dengan materi Pembelajaran Tematik. Guru yang menjadi sasaran pelatihan adalah guru-guru yang telah mengikuti uji kompetensi guru pada tahun 2013 sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.   Meskipun hujan sedang mengguyur kota Batu sore itu, antusiasme dan semangat peserta tetap terlihat terutama saat acara dilanjutkan ke sesi materi pelatihan.
08.12.14 19:37  |   Si Data & Informasi

Pelatihan Berbasis Kompetensi Pembelajaran Tematik SD

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan standar kompetensi guru yang berhubungan dengan: Komponen Pengelolaan Pembelajaran dan Wawasan Kependidikan Komponen Kompetensi Akademik/Vokasional sesuai materi pembelajaran Pengembangan profesi Komponen-komponen Standar Kompetensi Guru ini mewadahi kompetensi professional, personal, dan social yang harus dimiliki seorang guru. Pengembangan standar kompetensi guru diarahkan pada peningkatan kualitas guru dan pola pembinaan guru yang terstruktur dan sistematis. Dengan demikian, kompetensi yang dimiliki setiap guru akan mewujudkan kualitas guru yang sebenarnya.   Oleh karena itu, P4TK PKn IPS di bulan Desember 2014 ini akan mengadakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competence Based Training/ CBT). Kegiatan CBT merupakan upaya yang dilakukan oleh P4TK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Kegiatan CBT kali ini ditujukan untuk guru Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia dengan materi Pembelajaran Tematik. Guru yang menjadi sasaran pelatihan adalah guru-guru yang telah mengikuti uji kompetensi guru pada tahun 2013 sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Kegiatan akan berlangsung selama 10 hari mulai tanggal 7 sampai dengan 16 Desember 2014. Pelaksanaan kegiatan CBT menggunakan strategi pendekatan belajar konstruktivisme dan andragogi. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode diskusi, studi kasus, penugasan, ceramah, kerja kelompok, peer teaching, dan presentasi. Harapan dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi peserta sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan standar pendidikan nasional (rv)
26.11.14 19:35  |   Si Data & Informasi

Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Kepala Sekolah Dasar

Agar pelaksanaan Kurikulum 2013 dapat berjalan dengan baik, selain guru, salah satu komponen yang perlu mendapat pelatihan implementasi Kurikulum 2013 adalah kepala sekolah. Harapannya kepala sekolah dapat menerapkan hasil pelatihan dan memberikan bimbingan kepada guru-guru yang berada di sekolahnya. Hal ini disampaikan oleh Dr. Sumarno, selaku kepala pusat P4TK PKn & IPS saat membuka pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Kepala Sekolah di Hotel Surya Indah Kota Batu pada 13 November 2014 lalu. Pelatihan ini merupakan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Kepala Sekolah untuk materi pembelajaran di SD tahap yang ke 3. Pelatihan berlangsung selama 5 hari dan berakhir pada 17 November 2014 kemarin. Secara serentak, selain di Hotel Surya Indah, P4TK PKn IPS juga menyelenggarakan pelatihan yang sama di 4 hotel yang lain di kota Batu yaitu Hotel Victory, Hotel D’Wahyu, Hotel Pondok Jatim, dan Hotel Metropole. Tidak ketinggalan Kampus P4TK PKn IPS juga dipergunakan sebagai tempat pelatihan. Hal ini dikarenakan target jumlah peserta mencapai 4762 orang dari 38 Kota dan Kabupaten di Jawa Timur. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini diantaranya adalah agar para peserta pelatihan memiliki sikap yang terbuka untuk menerima Kurikulum 2013, memiliki keinginan yang kuat untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013, memiliki pemahaman yang mendalam tentang Kurikulum 2013, memiliki ketrampilan menyusun RPP dengan mengacu pada Kurikulum 2013, dan memiliki ketrampilan mengajar dengan menerapkan berbagai model pembelajaran misalnya Problem Based Learning, Project Base Learning, dan Discovery Learning (rv).
23.12.13 19:29  |   Si Data & Informasi

Diklat Pembelajaran Tematik Kabupaten Parigi Mauting

Selama empat hari mulai tanggal 21 sampai dengan 24 Maret 2011, PPPPTK PKn dan IPS mendapat kunjungan dan permintaan kerja sama berupa pelaksanaan diklat bagi guru-guru dan kepala sekolah SD berasal dari Kabupaten Parigi Moutong. Guru-guru yang ikut dalam kegiatan ini terutama adalah guru-guru kelas awal (Kelas 1, 2, dan 3). Diklat ini memang menfokuskan kegiatannya pada Diklat Pembelajaran Tematik. Kegiatan ini dibimbing oleh widyaiswara dari PPPPTK PKn dan IPS di antaranya adalah Ibu Dra. Dyah Sriwilujeng, M.Pd, Ibu Dr. Ari Pujiastuti, M. Pd., dan Bapak Drs. Sucahyono, M.Pd. Selama empat hari itu guru-guru dari Kabupaten Parigi Moutong ini melaksanakan kegiatan pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya terutama dalam bidang pembelajaran tematik SD. Peserta tidak hanya diberikan materi secara teori, tetapi lebih banyak diberikan pelatihan berupa praktik-praktik mulai dari penyusunan silabus sampai dengan penilaiannya. Peserta dibentuk dalam bateberapa kelompok untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam melalui kegiatan diskusi atau tukar pendapat dengan sesama peserta. Fasilitator dalam menyampaikan materi menggnakan berbagai metode sehingga peserta tidak merasa bosan, tetapi selalu aktif mengikuti pembelajaran dan dapat mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dengan baik. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, sebab selama ini pandangan kami tentang pembelajaran tematik sangat sulit dilakukan, tetapi setelah mendapatkan pelatihan di PPPPTK PKn dan IPS ini kami menjadi jelas dan tidak ragu-ragu lagi dalam melaksanakan pembelajaran tematik di sekolah kami. Itulah salah satu pendapat peserta Diklat Pembelajarn Tematik yang sempat dimintai pendapatnya oleh redaksi MIPSOS disela-sela istirahat menjelang penutupan diklat. Semoga harapan ini bisa benar-benar terwujud, selain bisa diimplementasikan di sekolahnya, harapannya juga bisa diimbaskan kepada guru-guru lain yang ada di daerah. Semoga. (RED)
02.12.11 17:16  |   Si Data & Informasi
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jl. Arhanud, Ds. Sekar Putih Kel. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu
Jawa Timur
Telp. 0341-532100
Fax. 0341-532110
, p{2}
Copyright © 2016 PPPPTK PKn & IPS
Powered by Lubna.Us