Pengaruh Media Internet Terhadap Karakter Siswa

Ditulis Oleh: Meita Purnamasari A, S.Pd, M.Pd (Widyaiswara PKn) Diriku ini sosial media/Dari dunia yang tak pernah bersosial/Diriku ini perkakas/Dari perkara yang tak berkesudahan/Sampai aku tak tahu makna.........Diriku mengaku sekurang-kurangnya sebagai sosial/Selebih-lebihnya anti sosial. Sepenggal puisi yang ditulis A. Suratman (http;//www.berbagipuisi.com) menunjukkan munculnya situs jejaring sosial di media internet tak bisa di sangkal ikut menentukan perkembangan hidup manusia. Kemampuan konvergensi interconnected-networking (internet) sebagai media baru di era globalisasi tidak hanya menghadirkan kemudahan dan kenyamanan bagi hidup manusia akan tetapi ternyata juga menghadirkan permasalahan baru ke dalam kehidupan keluarga dan sekolah yang semula dibangun dan sarat nilai moral norma. Pada diri siswa terjadi konflik untuk menerima apa-apa yang disampaikan oleh pihak sekolah dengan apa yang diterima dari agen budaya di luar sekolah. Fenomena sosial dan perkembangan teknologi komunikasi yang mengglobal dalam berbagai aspek kehidupan akan mengakibatkan nilai-nilai budaya bangsa semakin pudar, nilai keyakinan keagamaan rentan perpecahan, gaya hidup instan, mendorong setiap orang sibuk dengan urusannya sendiri, tidak perduli kepentingan umum dan bangsanya. Persoalan tersebut merupakan persoalan anak bangsa yang mengalami krisis karakter.       Keprihatinan terhadap realitas tersebut adalah masalah pendidikan dan pembinaan nilai moral norma yang kurang mendapatkan perhatian. Selama ini dunia pendidikan di Indonesia lebih banyak memusatkan diri pada tataran hafalan, pengetahuan, kurang pada tataran interaksi tindakan perilaku sehari-hari. Padahal pendidikan hendaknya tidak hanya terkait dengan transfer ilmu dan teknologi namun juga harus mampu membentuk nilai serta karakter bangsa.           Sejumlah penelitian tentang dampak dan pemanfaatan internet menunjukkan bahwa internet dapat menjadi sumber utama untuk belajar apa yang sedang terjadi di dunia seperti untuk hiburan, bergembira, relaksasi, untuk melupakan masalah, menghilangkan kesepian, untuk mengisi waktu, bahkan sebagai kebiasaan dan melakukan sesuatu dengan teman dan keluarga (Severin dan Tankard, 2005:454). Persoalan yang kemudian muncul adalah bagaimana dampak yang ditimbulkan dari media internet terhadap karakter siswa? Siswa remaja sebagai salah satu pengguna internet belum mampu memilah aktivitas internet yang bermanfaat, dan cenderung mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial tanpa mempertimbangkan terlebih dahulu efek positif atau negatif yang akan diterimanya. Terlebih lagi perusahaan-perusahaan yang terkait dengan dunia internet dan pemasaran selalu menjadikan kaum muda sebagai “tambang emas” demi keuntungan belaka. Fasilitas internet dan fungsi perannya dapat menimbulkan pengaruh positif maupun negatif dalam kehidupan manusia. Berbagai pengaruh positif diantaranya memperluas pertemanan, menambah wawasan pengetahuan, berinteraksi dan memperlancar komunikasi serta memudahkan berbagai aktivitas baik dalam bekerja, berbelanja maupun mendapatkan informasi-informasi edukatif. Pengaruh lainnya diakibatkan terbukanya akses negatif bagi siswa remaja dengan banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet (Setiawan, 2009:28). Dari internet akan didapatkan materi seks, kekerasan dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Bisnis pornografi merupakan salah satu bisnis nomor satu dalam dunia online. Bahkan tanpa diundang, situs seperti itu bisa saja muncul tiba-tiba baik melalui e-mail maupun layar pop-up. Bahkan di dunia maya seorang anak bisa menjadi orang lain yang diinginkan, misalnya seorang anak yang pemalu dapat dengan mudah berkenalan melalui chatting atau e-mail, melalui game online mereka dapat mengubah karakter menjadi cantik, kaya, kuat atau hal lain yang mungkin berbeda dengan kehidupan nyata. Menggunakan fasilitas internet secara berlebihan dapat menyebabkan seseorang kehilangan kontrol diri sehingga mengabaikan tugas pokok kehidupan sebagai pribadi, keluarga ataupun sekolah. Dengan demikian penggunaan internet sebagai sarana komunikasi dan informasi harus diarahkan serta dibimbing oleh orang tua maupun pihak sekolah ataupun lembaga-lembaga lainnya dalam masyarakat. Tanpa adanya pengawasan yang memadai mengingat informasi-informasi yang disediakan di internet sangat beragam dan banyak diantaranya tidak cocok untuk dikonsumsi remaja, maka jika dibiarkan akan berdampak buruk bagi perkembangan karakter mereka. Bimbingan dalam penggunaan internet akan mengarahkan mereka untuk menambah informasi dan pengetahuan yang didapatkan dari internet sebagai wahana sumber informasi yang dapat mendukung perilaku percaya diri sehingga mereka dapat lebih kreatif dalam berfikir dan bertindak.   PEMBARUAN DALAM PEMBELAJARAN “Bangsa yang benar-benar dapat memanfaatkan ledakan komunikasi digital, dan menghubungkannya dengan teknik-teknik pembelajaran baru, niscaya akan memimpin dunia di bidang pendidikan” pernyataan Drucker dalam Suryadi (2006:33) hendaknya dipersepsikan untuk memicu munculnya pemikiran ulang tentang metode belajar dan mengajar. Substansi pendidikan menuntut pembelajaran bersifat multidimensional dan multi sumber-media. Proses pembelajaran disamping memakai kemampuan intelektual juga selalu melakukan proses emoting, spiritualizing dan valuing terhadap seluruh dimensi norm-reference yang ada (diyakini yang bersangkutan dan atau kehidupannya) sebelum pengambilan keputusan (taking position) (Djahiri, 2006:7). Pendekatan pembelajaran demikian diyakini dapat mereduksi dampak lajunya perkembangan teknologi di era globalisasi. Model lainnya adalah membuat siswa semakin melek media (media literate). Para siswa membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan menggunakan kemajuan teknologi sehingga mereka akan mampu memfilter diri terhadap beragam informasi.Pendidikan hendaknya mampu mengembangkan model pembelajaran agar siswa dalam menggunakan internet dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut untuk kepentingan edukatif dan produktif, bukan berdasarkan kesenangan atau hiburan belaka yang melahirkan kontraproduktif sehingga menghancurkan sikap, perilaku dan karakter pribadinya. Keterpaduan, kesinambungan dan keberlanjutan pendidikan karakter baik di sekolah dan di luar sekolah diharapkan mampu menghasilkan generasi bangsa yang memiliki watak, karakter kuat dan kokoh terutama pada saat menghadapi dahsyatnya informasi dari media internet.   DAFTAR PUSTAKA Djahiri, A.K. (2006),  “Esensi Pendidikan Nilai Moral dan Pendidikan Kewarganegaraan di Era Globalisasi, “ Pendidikan Nilai Moral dalam Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan, Bandung : Laboratorium PKn FPIPS UPI. Setiawan, T. (2009). Internet Untuk Anak : Panduan Wajib bagi Orang Tua, Yogyakarta : A’Plus Book. Severin, W.J and Tankard, J.W. (2005). Communication Theories, Methods & Uses in The Massa Media, Teori Komunikasi : Sejarah, Metode & Terpaan di dalam Media Massa. Edisi Kelima. Jakarta : Prenada Media. Suryadi, A. (2006). “Model Pembelajaran Alternatif Menuju Reformasi Pembelajaran (School Reform)”, Pendidikan Nilai Moral dalam Dimensi Pendidikan Kewarganegaraan, Bandung : Laboratorium PKn FPIPS UPI.   Tesis Purnamasari, Meita. (2010). Pengaruh Terpaan Media Internet Terhadap Karakter Siswa (Studi terhadap Siswa SMA Negeri di Kota Cimahi). Tesis Magister pada Program Pendidikan Kewarganegaraan Sekolah Pascasarjana UPI Bandung : tidak diterbitkan.   Internet ......................(2017). Dalih Sosial Media. (Online). Tersedia: http://www.berbagipuisi.com (10 Mei 2017).
04.01.18 16:53  |   Si Data & Informasi

Pembuatan Media Pembelajaran PKn IPS Tahun 2011

Tahun 2011 PPPPTK PKn dan IPS Batu kembali melaksanakan program pembuatan VCD model pembelajaran untuk mata pelajaran PKn dan IPS di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pelaksanaan kegiatan ini beragam, tetapi secara keseluruhan sudah dimulai pada bulan Mei 2011. Penanggung jawab pembuatan VCD model pembelajaran ini adalah masing-masing laboratorium di PPPPTK PKn dan IPS. Masing-masing laboratorium melakukan persiapan dan pembagian tugas serta pendampingan mulai dari penyusunan skrip skenario sampai pelaksanaan shooting/pengambilan gambar dan tahap akhir pembuatan VCD. Kegiatan pembuatan VCD ini dimulai dari penyusunan skrip skenario model pembelajaran pada masing-masing sekolah dan penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Guna mematangkan dan agar Skrip dan RPP yang disusun dapat lebih sempurna dan dapat digunakan untuk shooting, dilakukan kegitan workshop untuk memperoleh masukan-masukan dari berbagai pihak yang kompeten baik secara akademis maupun secara teknis. Setelah dilakukan revisi-revisi terhadap skrip dan RPP, selanjutnya dilakukan persiapan secara teknis untuk shooting dimulai dengan memberikan pengarahan dan latihan-latihan di sekolah yang menjadi model. Penataan ruang kelas, siswa, dan guru model, semuanya dipersiapkan dan dilatih agar hasil yang diperoleh bisa lebih baik. Dalam proses pembuatan VCD model pembelajaran ini, PPPPTK PKn dan IPS bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kab. Probolinggo. Beberapa sekolah tersebut di antaranya: SMA Negeri 2 Kota Batu, SMA Negeri 1 Bantur, SMA Negeri 4 Kota Malang, SMK Negeri 1 Kota Malang, SMA Negeri 5 Kota Malang, dan SD Muhammadiyah Pendil Kabupaten Probolinggo. (RED)
02.12.11 15:44  |   Si Data & Informasi
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jl. Arhanud, Ds. Sekar Putih Kel. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu
Jawa Timur
Telp. 0341-532100
Fax. 0341-532110
, p{2}
Copyright © 2016 PPPPTK PKn & IPS
Powered by Lubna.Us