Diklat Dalam Jaringan (Daring)/Online

Guru mata pelajaran PPKn dan IPS yang tersebar di seluruh Indonesia berjumlah 750.123 guru. Berdasarkan amanat undang-undang sisdiknas No....., seluruh guru berhak mendapatkan pendidikan dan pelatihan dalam rangka peningkatan Mutu Pendidikan Nasional.  Disisi lain, daya tampung sarana dan fasilitas gedung PPPPTK PKn dan IPS hanya mampu menampung maksimal 200 peserta dalam sekali penyelenggaraan Diklat Tatap Muka. Jumlah Widyaiswara selaku fasilitator diklat juga terbatas. Maka untuk menyelesaikan permasalahan ini, dipandang perlu untuk memanfaatan perkembangan Teknologi Informasi dalam pelaksanaan diklat. Gagasan penyelenggaraan diklat berbasis Online atau disebut juga dengan Diklat Dalam Jaringan (Daring) mulai dirintis oleh PPPPTK PKn dan IPS pada akhir 2014 hingga sekarang. Dalam pelaksanaan, diklat Daring terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu Daring Murni, merupakan moda diklat yang pelaksanaannya sepenuhnya online yaitu antara fasilitator dan peserta diklat hanya berinteraksi melalui aplikasi perangkat lunak Learning Management System (LMS). Daring Kombinasi, merupakan moda diklat yang dilaksanakan secara online namun pada beberapa sesi disisipi pertemuan Tatap Muka antara fasilitator dengan peserta diklat yang diselenggarakan di sekolah yang ditunjuk sebagai  Pusat Belajar.  
02.05.16 04:11  |   Si Data & Informasi

Pilot Project Diklat Interaksi Online (DIO) 2014

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan Peningkatan Mutu Pendidikan (BPSDMPK PMP) yang menaungi seluruh PPPPTK di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memandang perlu untuk mengembangkan suatu sarana Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) secara online. Hal ini dilatar belakangi oleh fakta bahwa saat ini Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sudah berkembang sangat pesat. Di era 90an, komputer masih berukuran relatif besar dan sulit untuk dibawa kemana-mana. Saat ini, komputer jinjing (laptop) dengan dimensi ukuran yang jauh lebih kecil dan ringan, memungkinkan akses teknologi dimanapun dan kapanpun. Akses internet juga semakin mudah dan murah. Di banyak tempat umum, seperti alun-alun, pusat perbelanjaan, dan restoran, banyak tersedia akses internet gratis. Hal ini semakin memudahkan manusia terhubung dengan manusia yang lain di manapun dan kapanpun. Melalui teknologi yang berkembang saat ini, sangat dimungkinkan terjadi komunikasi suara+gambar sekaligus (video conference). Dengan keberadaan komputer yang dilengkapi speaker, microphone, webcam dan kemudahan akses internet, sangat sayang apabila tidak dimanfaatkan untuk pembelajaran online. Alasan lain adalah, DIKLAT online berpotensi membantu pemerintah dalam melakukan efisiensi biaya. Pada DIKLAT tatap muka, sangat dimungkinkan terjadi pengeluaran uang negara untuk membiayai transportasi peserta ke tempat diklat, menyediakan akomodasi penginapan dan konsumsi. Padahal, Indonesia memiliki sekitar 3 juta guru yang harus senantiasa ditingkatkan dan dikembangkan kualitasnya seiring dengan perkembangan jaman secara berkelanjutan. Diperlukan terobosan baru untuk dapat mempercepat banyaknya jumlah guru yang dididik dan dilatih secara berkesinambungan namun dengan anggaran yang efisien. Pendidikan dan Pelatihan secara Online menjadi salah satu pilihan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PKB) dengan berbagai manfaat sebagai berikut [1]: Akses yang lebih luas. Penyelenggara pelatihan seperti PPPPTK dapat menyediakan akses pengembangan profesional lebih luas bagi lebih banyak guru. Berpotensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Interaktivitas dari kelas online yang dilakukan oleh tim PPPPTK Matematika sesuai klaim mereka, berpotensi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Modul online dapat dievaluasi dari waktu ke waktu, diperbaiki dan disesuaikan untuk pemanfaatan berikutnya. Penyampaian yang fleksibel. Pelatihan disampaikan dengan lebih fleksibel dalam bentuk online secara penuh maupun hybrid, dengan berbagai skenario (misalnya belajar berkelompok dalam KKG/MGMP atau belajar secara mandiri). Penggunaan yang meluas ke ruang kelas. Guru akan dapat memanfaatkan material online di ruang kelas mereka untuk para siswa. Pemanfaatan teknologi. Ketika mengikuti pembelajaran online, guru akan belajar juga dalam memanfaatkan teknologi untuk mengumpulkan, menemukan, mengembangkan dan mempublikasikan pengetahuan dan informasi.   Diklat Interaksi Online (DIO) yang sedang dikembangkan oleh BPSDMPK PMP ini merupakan rintisan (pilot project) yang diharapkan menjadi sarana diklat Guru di masa depan. Saat ini DIO sedang pada tahap uji coba sistem. Agar mendapatkan feedback yang akurat untuk pengembangan selanjutnya, maka diselenggarakan Diklat Online perdana yang dikelola secara simultan oleh 8 PPPPTK yaitu PPPPTK PKn & IPS, PPPPTK Bahasa, PPPPTK IPA, PPPPTK Matematika, PPPPTK Penjas & BK, PPPPTK TK & PLB, dan PPPPTK BOE. Direncanakan, kegiatan DIKLAT online ini akan melibatkan kurang lebih 80 sekolah inti KKG/MGMP di seluruh Indonesia sebagai pusat belajar. PPPPTK PKn & IPS diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan DIKLAT online Tematik Terpadu Sekolah Dasar (SD). Peserta adalah para pendidik (guru) yang berada dalam satu wilayah sekolah inti KKG/MGMP yang terpilih. Registrasi peserta dilakukan menggunakan akun login personal masing-masing di Padamu Negeri (rv)   _________________ Referensi: [1] http://dio.siap.id/ [2] Gambar diambil dari www.theguardian.com
03.12.14 19:37  |   Si Data & Informasi
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jl. Arhanud, Ds. Sekar Putih Kel. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu
Jawa Timur
Telp. 0341-532100
Fax. 0341-532110
, p{2}
Copyright © 2016 PPPPTK PKn & IPS
Powered by Lubna.Us