Kunjungan Forum Guru IPS Indonesia (FOGIPSI)

  Kota Batu - Rabu (22/02/2017), PPPPTK PKn dan IPS menerima kunjungan dari Forum Guru IPS Indonesia (FOGIPSI). Bertempat di Gedung Semeru lantai 3, rombongan diterima oleh Kepala Pusat dan beberapa pejabat struktural serta widyaiswara PPPPTK PKn dan IPS. Pada kesempatan tersebut, pengurus FOGIPSI memperkenalkan visi dan misi organisasi diantaranya membangun jejaring guru IPS seluruh Indonesia menggunakan sarana TIK, perlindungan profesi dan penegakkan kode etik guru IPS, serta membangun komitmen atas dasar profesionalisme dan jiwa NKRI. Menurut ketua FOGIPSI, Edi Sumardi, organisasi tersebut awalnya terhubung melalui sosial media. Sejak didirikan 30 Maret 2016 lalu, sudah ada sekitar 4000 guru IPS yang mendaftar menjadi anggota di akun sosial media FOGIPSI. Sementara yang melalakukan pendaftaran secara offline mencapai 1500 anggota. Lebih lanjut Edi menerangkan, FOGIPSI ingin menjadi wadah pemersatu guru IPS seluruh Indonesia yang berkonektifitas, berkomitmen dan berkompetensi. PPPTK PKn dan IPS selaku Unit Pelaksana Teknis Kemendikbud yang memiliki tugas pokok dan fungsi pengembangan dan pemberdayaan guru mata pelajaran PPKn dan IPS, menyambut baik berdirinya organisasi-organisasi professional guru seperti FOGIPSI. Ke depan diharapkan akan terjalin kerjasama yang instensif terkait pengembangan dan pemberdayaan guru-guru dengan organisasi profesi tersebut. Demi kemajuan pendidikan di Indonesia [rva].
23.02.17 08:43  |   Si Data & Informasi

Peningkatkan Penguasaan Materi IPS Melalui Metode Bermain Peran

oleh: Elly Dwiana Ratnaningtyas (*) (Guru SDN Merjosari 5 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang) Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat menghasilkan manusia Indonesia seutuhnya, sehingga menumbuhkan dan memiliki mental yang baik untuk dapat melaksanakan kegiatan pembangunan. Setiap sekolah selalu berharap bahwa penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan dapat berhasil dengan baik. Secara umum keberhasilan ini dapat diukur dengan tingkat prestasi yang diperoleh. Sebenarnya pernyataan tersebut sangat keliru. Tolok ukur keberhasilan pendidikan seharusnya diukur dari ‘input’ dan ‘out-put’. Seberapa besar peningkatan dari prestasi yang dicapai oleh siswa pada saat dia masuk sekolah tersebut dan pada saat dia keluar dari sekolah tersebut. Upaya-upaya yang dilakukan misalnya dengan mengirim para guru untuk mengikuti kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) di tingkat kepengawasan. Pengetahuan para guru dapat lebih meningkat, sehingga penyelenggaraan belajar-mengajar dapat lebih baik lagi. Penggunaan metode mengajar yang bervariasi juga merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh guru untuk dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pendekatan pembelajaran yang paling sesuai adalah pembelajaran yang berorientasi pada kepentingan siswa atau siswa sentris. Hal ini sesuai dengan pendekatan pembelajaran diskaveri/inkuiri yang menunjukkan dominasi peserta didik selama proses pembelajaran, sedangkan guru sebagai fasilitator. Selaras dengan uraian di atas adalah penggunaan pendekatan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL), yaitu konsep pembelajaran yang membantu guru menghubungkan mata pelajaran dengan situasi dunia nyata dan membantu siswa untuk menghubungkan pengetahuannya dengan kehidupan sehari-hari sebagai anggota keluarga dan masyarakat di mana dia berada. Bermain peran merupakan salah satu metode mengajar (Soetomo, 1993) yang dapat menumbuhkan motivasi pada siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Metode bermain peran (Slameto, 1991) mengajak siswa untuk berperan menjadi orang tertentu dalam masyarakat. Pembelajaran ini membutuhkan pengalaman dari siswa. Dengan metode bermain peran yang dilaksanakan dengan baik, maka siswa dapat lebih mudah untuk dapat memahami materi pelajaran yang disajikan, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Selain itu, kegiatan diskusi juga dapat melatih siswa untuk berani mengungkapkan pendapatnya. Dengan metode diskusi juga dapat membantu siswa untuk dapat menghargai pendapat orang lain dan menerima pendapat orang lain. Kondisi ini dapat menjadi bekal bagi siswa untuk menghadapi kenyataan hidup di masyarakat, dengan segala macam kemajemukannya. Dengan metode bermain peran dan diskusi (Mulyoso, 2005) yang dikombinasikan secara tepat akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui apakah hipotesis diatas benar, maka dilakukan sebuah penelitian yang dilaksanakan di SDN Merjosari 5, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, kelas III dalam mata pelajaran IPS. Jumlah siswa ada 40 siswa. Penelitian dilaksanakan dalam tahun pelajaran 2012/2013 semester ganjil, dari bulan September sampai dengan Nopember 2012. Pengamatan dalam penelitian ini dibagi dalam 2 siklus. Setiap siklus dibagi dalam tiga kali pertemuan. Kegiatan pelaksanaan tindakan dalam setiap siklus, dibarengi dengan pengamatan yang dapat dilakukan sebagai berikut: Guru melaksanakan desain pembelajaran dengan metode bermain peran dan diskusi yang telah direncanakan; Guru memberikan tugas kepada siswa untuk dilaksanakan dan membuat laporan tentang kegiatan yang dilakukan, baik secara individu maupun secara kelompok sesuai dengan tugasnya masing-masing; Guru mempelajari laporan kegiatan yang dilakukan oleh siswa baik secara individu maupun kelompok dan memberikan penjelasan tambahan jika diperlukan; Guru merekam data dan mengamati kegiatan siswa sesuai dengan laporan yang telah disusun dengan menggunakan alat perekam, pedoman pengamatan serta catatan lapangan. Dalam penelitian ini ada beberapa instrumen yang digunakan untuk menjaring data penelitian, yaitu: pedoman observasi, dokumen, dan catatan lapangan. Instrumen ini berisi tentang kegiatan yang dilakukan oleh siswa, dengan indikator sebagai berikut : peran serta masing-masing anggota; kesungguhan dalam membawakan peran penguasaan peran kesesuaian dengan tujuan. Sedangkan instrumen kerjasama kelompok berisi tentang kegiatan yang dilakukan oleh siswa, dengan indikator sebagai berikut: menghargai kesepakatan berpartisipasi secara aktif memberikan penghargaan dengan menunjukkan simpati menerima tanggung jawab; mendorong partisipasi; membuat ringkasan dan kesimpulan. Selanjutnya untuk mengetahui penguasaan konsep materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang dibahas dalam kelas selalu ada peningkatan baik sesudah pra tindakan, siklus I, siklus II dapat melampai kriteria ketuntasan minimal dilakukan ulangan harian. Berdasarkan hasil pengamatan tentang kegiatan bermain peran yang dilakukan oleh masing-masing kelompok yang dilakukan pada siklus I dan siklus II dapat diketahui sebagaimana dalam tabel berikut ini: Kegiatan bermain peran sebagaimana dalam tabel di atas, dapat diuraikan bahwa rata-rata prosentase pada siklus I sebesar 67.66 %. Jadi kerjasama siswa dalam kelompok sudah cukup baik pada siklus I. Namun dalam siklus II, kegiatan bermain peran mengalami peningkatan, yaitu menjadi 71.40 %. Jadi kegiatan bermain peran yang dilakukan sudah termasuk baik dalam siklus II. Dengan demikian kegiatan bermain peran yang dilaksanakan oleh masing-masing kelompok dalam kegiatan pembelajaran sudah baik. Kerjasama siswa dalam kelompok diskusi yang dilakukan pada siklus I dan siklus II dapat diketahui sebagaimana dalam tabel berikut ini: Kerjasama siswa dalam kelompok diskusi sebagaimana tabel di atas, dapat diuraikan bahwa rata-rata prosentase pada siklus I sebesar 67.92 %. Jadi kerjasama siswa dalam kelompok sudah cukup baik pada siklus I. Namun dalam siklus II, kerjasama siswa dalam kelompok mengalami peningkatan, yaitu menjadi 71.14 %. Jadi kerjasama siswa dalam kelompok sudah termasuk baik. Dengan demikian kerjasama siswa dalam kelompok yang dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran sudah baik. Sedangkan berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pada pra tindakan, siklus I, dan siklus II (lihat lampiran 3, lampiran 6, dan lampiran 9), maka dapat diketahui sebagaimana dalam tabel berikut ini: Hasil evaluasi menunjukkan terdapat kenaikkan yang tuntas belajar dari 24 siswa (60%) pada pra tindakan menjadi 29 siswa (72,5) pada siklus I, dan menjadi 34 siswa (85%) pada siklus II. Sedangkan yang belum tuntas belajar mengalami penurunan dari 16 siswa (40 %) pada pra tindakan menjadi 11 siswa (27,5 %) pada siklus I, dan menjadi 6 siswa (15 %) pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis penelitian sebagaimana dijelaskan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode bermain peran dan diskusi dapat meningkatkan penguasaan konsep pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada siswa kelas III Sekolah Dasar. Daftar Rujukan Arikunto, Suharsimi, Suhardjono, Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT Bumi Aksara. Mulyasa, E.. 2005. Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Saiful Rachman, Yoto, Syarif Suhartadi, Suparti. 2006. Penelitian Tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah. Surabaya: SIC Bekerjasama Dengan Dinas P dan K Provinsi Jawa Timur. Slameto. 1991. Proses Belajar Mengajar Dalam Sistem Kredit Semester (SKS). Jakarta: Bumi Aksara. Soetomo. 1993. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya: Usaha Nasional. (*)Isi menjadi tanggung jawab penulis.
09.04.16 11:14  |   Si Data & Informasi

Pembuatan Media Pembelajaran PKn IPS Tahun 2011

Tahun 2011 PPPPTK PKn dan IPS Batu kembali melaksanakan program pembuatan VCD model pembelajaran untuk mata pelajaran PKn dan IPS di Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pelaksanaan kegiatan ini beragam, tetapi secara keseluruhan sudah dimulai pada bulan Mei 2011. Penanggung jawab pembuatan VCD model pembelajaran ini adalah masing-masing laboratorium di PPPPTK PKn dan IPS. Masing-masing laboratorium melakukan persiapan dan pembagian tugas serta pendampingan mulai dari penyusunan skrip skenario sampai pelaksanaan shooting/pengambilan gambar dan tahap akhir pembuatan VCD. Kegiatan pembuatan VCD ini dimulai dari penyusunan skrip skenario model pembelajaran pada masing-masing sekolah dan penyusunan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Guna mematangkan dan agar Skrip dan RPP yang disusun dapat lebih sempurna dan dapat digunakan untuk shooting, dilakukan kegitan workshop untuk memperoleh masukan-masukan dari berbagai pihak yang kompeten baik secara akademis maupun secara teknis. Setelah dilakukan revisi-revisi terhadap skrip dan RPP, selanjutnya dilakukan persiapan secara teknis untuk shooting dimulai dengan memberikan pengarahan dan latihan-latihan di sekolah yang menjadi model. Penataan ruang kelas, siswa, dan guru model, semuanya dipersiapkan dan dilatih agar hasil yang diperoleh bisa lebih baik. Dalam proses pembuatan VCD model pembelajaran ini, PPPPTK PKn dan IPS bekerja sama dengan sekolah-sekolah di Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kab. Probolinggo. Beberapa sekolah tersebut di antaranya: SMA Negeri 2 Kota Batu, SMA Negeri 1 Bantur, SMA Negeri 4 Kota Malang, SMK Negeri 1 Kota Malang, SMA Negeri 5 Kota Malang, dan SD Muhammadiyah Pendil Kabupaten Probolinggo. (RED)
02.12.11 15:44  |   Si Data & Informasi

Buletin MIPSOS Peroleh Nomor ISSN

Terhitung sejak tanggal 13 Februari 2009, Buletin MIPSOS milik PPPPTK PKn dan IPS Malang memperoleh ISSN (International Standard Serial Number) atau Nomor Seri Standar Internasional, dengan Nomor ISSN: 2085-1871 – Nomor ID: 1234495095 – Nomor Kodebar: 9-772085-187006. Apa itu ISSN? ISSN adalah sebuah nomor unik yang digunakan untuk identifikasi publikasi berkala media cetak ataupun elektronik. Nomor identifikasi ini sejenis dengan ISBN yang diperuntukkan bagi buku. ISSN diberikan oleh [ISDS] (International Serial Data System) yang berkedudukan di Paris, Perancis. ISSN diadopsi sebagai implementasi ISO-3297 di tahun 1975 oleh Subkomite no. 9 dari Komite Teknik no. 46 dari ISO (TC 46/SC 9). ISDS mendelegasikan pemberian ISSN baik secara regional maupun nasional. Untuk regional Asia dipusatkan di Thai National Library, Bangkok, Thailand. Sedangkan untuk Indonesia ditangani oleh PDII LIPI. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI adalah ISSN National Center untuk Indonesia, yang memiliki tugas dan wewenang untuk melakukan pemantauan atas seluruh publikasi terbitan berkala yang diterbitkan di Indonesia. Sebagai bagian dari tanggung jawab tersebut, PDII menerbitkan ISSN yang merupakan tanda pengenal unik setiap terbitan berkala yang berlaku global. Sesuai dengan perkembangan dan era elektronik dan dijital saat ini, PDII LIPI sebagai otoritas resmi penerbit nomor ISSN untuk terbitan berkala di Indonesia telah membuka sistem registrasi dan administrasi ISSN secara online sejak 1 April 2008. Dengan demikian seluruh proses pendaftaran sampai penerbitan ISSN di Indonesia sudah dilakukan secara elektronik penuh melalui situs ISSN Online yang dikelola PDII LIPI. Dengan sistem ini pengelolaan ISSN lebih mudah, murah dan transparan. Lebih dari itu sistem ini memberi fasilitas tambahan berupa barcode generator online yang bisa dipakai untuk membuat kodebar ISSN tanpa perlu memiliki perangkat lunak yang berharga cukup mahal. Fasilitas ini merupakan yang pertama di dunia yang diintegrasikan dengan pengelolaan ISSN. Persyaratan untuk mendapatkan Nomor ISSN juga sangat mudah. Pertama kita harus melengkapi formulir permohonan online di halaman formulir permohonan ISSN baru. Setelah itu barulah kita mengunggah seluruh data elektronik yang dipersyaratkan untuk pengajuan ISSN melalui sarana yang tersedia, minimal 1) Halaman sampul depan terbitan berkala lengkap dengan penulisan volume, nomor, dan tahun terbit; 2) Halaman daftar isi; 3) Halaman daftar Dewan Redaksi. Kemudian tidak lupa melunasi pembayaran biaya administrasi sebesar Rp. 200.000,- ke rekening PDII LIPI. Setelah mengirimkan bukti transfer melalui situs ISSN, nomor dan kodebar ISSN bisa diketahui dan diunduh langsung dari halaman status pemohon setelah seluruh proses selesai dan disetujui. Salah satu kelebihan penerbitan yang mempunyai nomor ISSN karena keberadaan majalah itu sudah diakui sehingga setiap tulisan di majalah itu bisa dijadikan angka kredit untuk promosi jabatan. Pun demikian halnya dengan Buletin MIPSOS yang telah ber-ISSN. Oleh karena itu sangat diharapkan kepada para pemegang jabatan fungsional, khususnya seperti widyaiswara dan pustakawan di lingkungan PPPPTK PKn dan IPS Malang untuk lebih produktif menulis artikel ilmiah dan aktif mengirimkannya ke Redaksi MIPSOS. Di samping akan mendapatkan tambahan angka kredit, tentunya juga akan membantu MIPSOS agar mampu terbit tepat secara berkala (hp).
05.10.09 11:42  |   Si Data & Informasi
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jl. Arhanud, Ds. Sekar Putih Kel. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu
Jawa Timur
Telp. 0341-532100
Fax. 0341-532110
, p{2}
Copyright © 2016 PPPPTK PKn & IPS
Powered by Lubna.Us