Mentor dan PB Guru Pembelajar PPPPTK PKn IPS 2016

Berikut adalah Data Mentor dan Pusat Pembelajar Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar PPPPTK PKn dan IPS 2016 [unduh]
23.09.16 10:51  |   Si Data & Informasi

UKG sebagai Diagnosis, Diklat PKB sebagai Obat

Hari ini (17/11/2015), adalah hari terakhir pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kab. Malang. Sebanyak kurang lebih 19 ribu guru di Kabupaten Malang telah melaksanakan UKG di 17 tempat ujian kompetensi (TUK) sejak Senin (09/11/2015). Jadwal UKG secara nasional terbagi dalam 2 tahap. Tahap pertama berlangsung mulai tanggal 9 hingga 18 November 2015. Dan tahap kedua berlangsung mulai 19 hingga 27 November 2015. Pada UKG tahun 2015, PPPPTK PKn dan IPS berperan sebagai penanggung jawab UKG Propinsi Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Dalam hal ini bermitra dengan LPMP dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Tujuan UKG secara umum adalah untuk pemetaan kompetensi pedagogik dan professional guru. Sesuai dengan instruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, UKG merupakan sarana bagi guru untuk bercermin. Dengan mengikuti UKG guru dapat mengetahui apa yang kurang, dan apa yang perlu ditingkatkan. Sejalan dengan hal tersebut, menurut Kepala PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno, UKG merupakan upaya untuk mendiagnosis kompetensi guru. Hasil UKG tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai salah satu dasar untuk penjenjangan diklat. “Saat ini sedang digodog rancangan diklat 10 jenjang. Penentuan seorang guru ada di jenjang diklat ke berapa, ditentukan dari hasil UKG tersebut”, ungkap Sumarno. Dari tahun ke tahun diharapkan terjadi peningkatan nilai UKG guru. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mentargetkan pada tahun 2019 nilai rata-rata UKG guru di seluruh Indonesia dapat dingkatkan menjadi 8.00. Berbagai program sedang dirancang untuk mencapai target tersebut. PPPPTK sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemdikbud, diharapkan dapat mengambil peran vokal dalam rangka peningkatan kompetensi pedagogik dan professional guru. Masih menurut Sumarno, “Ke depan diklat untuk guru dan tenaga kependidikan tidak saja dalam moda langsung (tatap muka) tetapi juga moda online. Dengan moda online diharapkan semakin banyak guru mendapatkan fasilitas pelatihan untuk peningkatan kompetensi. Selain itu akan diadakan pula pelatihan untuk pelatih (guru inti), KKS/MKKS, KKPS/MKPS. Juga diselenggarakan Inhouse Training (IHT) di locus-locus dengan mendatangkan narasumber.”
17.11.15 10:57  |   Si Data & Informasi

Hari Minggu, UKG Jalan Terus

Minggu (15/11/2015), guru-guru tetap bersemangat dalam melaksanakan uji kompetensi (UKG) meskipun di hari libur. Di salah satu tempat pelaksanaan ujian Kompetensi (TUK), yaitu di SMK Budi Mulia Pakisaji Kab. Malang, peserta UKG sudah hadir sejak pukul 06.30 walaupun ujian baru dimulai pukul 08.00. Meskipun hari libur sebanyak 3.123 TUK di seluruh Indonesia tetap menyelenggarakan UKG. Guru-guru mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK melaksanakan UKG sesuai dengan jadwal yang tertera di kartu ujian. Pembagian nomor ujian dilakukan melalui dinas pendidikan kabupaten/kota masing-masing. Pada tahun 2015 ini, peserta UKG di Kab. Malang sebanyak 19.092 orang pendidik dan tenaga kependidikan. Prosedur teknis UKG tahun ini tidak terlalu berbeda dari tahun lalu. Peserta diharapkan datang 30 menit sebelumnya untuk mengikuti sesi latihan. Setiap ruang ujian telah difasilitasi komputer/laptop sehingga peserta tidak perlu membawa sendiri dari rumah. Masing-masing ruang ujian dikelola oleh 1 orang operator yang telah mengikuti ToT dan 1 orang teknisi laboratorium.
16.11.15 10:56  |   Si Data & Informasi

Seminar : Penumbuhan Budi Pekerti Dalam Membentuk Karakter Bangsa

Minggu (01/11/2015), PPPPTK PKn dan IPS menyelenggarakan seminar dengan tajuk “Penumbuhan Budi Pekerti dalam Membentuk Karakter Bangsa”. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya penumbuhan budi pekerti, terutama melalui pendidikan. Peserta seminar adalah praktisi dunia pendidikan yaitu widyaiswara, guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan para penggiat pendidikan. Tujuan seminar ini untuk memberikan bekal pengetahuan bagi peserta dalam mengintegrasikan nilai-nilai budi pekerti melalui pembelajaran di sekolah. Seminar dibuka oleh Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata, Ph.D. Setelah itu, Dirjen GTK menyampaikan materi seminar kepada peserta. Dalam uraiannya, Dirjen GTK menekankan pada pentingnya menumbuhkan ahklak dan budi pekerti. Identitas bangsa juga perlu dibangun agar masyarakat bisa mengetahui mana yang termasuk budaya bangsa dan mana yang bukan. Pemateri kedua yaitu Kapolres Kota Batu, AKBP Decky Hendarsono, S.I.K dengan judul materi “Pendidikan Karakter”. Selanjutnya, Pemateri ketiga adalah Rektor Unidha Malang yang juga merupakan Ketua Senat Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H, M.H. dengan judul materi “Nilai-nilai Budaya dan Budi Pekerti”. Kegiatan ditutup oleh Kepala PPPPTK PKn dan IPS pada pukul 15.30 WIB. Setelah menghadiri seminar, peserta diharapkan menjadi ujung tombak dalam penanaman nilai-nilai budi pekerti sekaligus pembentukan karakter bangsa melalui dunia pendidikan.
14.11.15 10:54  |   Si Data & Informasi

Peresmian Gedung PPPPTK PKn dan IPS oleh Direktur Jendral Guru dan Tendik

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Sumarna Surapranata, Ph.D pada hari Minggu (01/11/2015) meresmikan gedung baru PPPPTK PKn dan IPS di Jl. Raya Arhanud, Ds. Pendem, Kec. Junrejo, Kota Batu. Gedung tsb dibangun di atas tanah seluas kurang lebih tujuh hektar dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas, diantaranya: gedung perkantoran, laboratorium, perpustakaan, asrama, ruang kelas, masjid dan kantin. PPPPTK PKn dan IPS sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) senantiasa berbenah diri. Pembangunan gedung baru ini dalam rangka meningkatkan pelayanan khususnya pelayanan kepada peserta diklat. Sebelumnya lembaga diklat bidang PKn dan IPS ini berlokasi di Jalan Veteran 9 Kota Malang, dengan luas lahan kurang lebih satu hektar dianggap kurang memenuhi standar lembaga diklat. Sehingga, pada tahun 2006 mulailah dirintis pembangunan gedung baru di Kota Batu. Pada tahun 2009, PPPPTK PKn dan IPS secara resmi pindah menempati gedung baru. Gedung tersebut hingga kini terus dibangun secara bertahap hingga memiliki fasilitas yang lengkap. (Kontributor foto: Agung Nugroho)
05.11.15 10:52  |   Si Data & Informasi

International Youth Program 2015

ASEAN Youth Forum 2015 diselengarakan di Bangkok Thailand pada tanggal 6 sampai 11 September 2015. Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para pemuda ASEAN untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. Delegasi dari berbagai negara ASEAN yang terdiri dari guru, siswa dan stakeholder berkumpul untuk membahas isu terkini di bidang pendidikan. Para peserta diberikan wawasan mengenai pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di regional ASEAN. Di forum tersebut diperkenalkan ASEAN Curriculum Sourcebook dan metode Reflect, Connect dan Apply (RCA). Dalam kegiatan tersebut, Indonesia diwakili oleh 10 siswa berprestasi, yaitu: Aulia Nila Safira (SMAN 3 Sidoarjo), Lukmanul Arif (SMKN 5 Malang), Mochammad Setiawan Putra (SMAN 1 Batu), Moneyta Kurnia Pangestu (SMAN 1 Bantur),   Fahriza Rifqi Sulthon (SMA Al Hikmah Surabaya), Krismonlia Maris Rahayu (SMKN 12 Surabaya), Diandra Marsha Shafiera (SMAN 2 Surabaya), Nandyfa Maulia Dharmawan (SMAN 6 Surabaya), Michelle Theresia Ariesta De Quelyu (SMAN 1 Surabaya) dan Cheryl Narendra Garini (SMAN 3 Malang). Selain siswa, terdapat juga 4 guru pendamping: Rina Yuliawati, M.Ed (SMAN 1 Batu), Erning Wijayati, S.AB, M.M (PPPPTK PKn IPS), Drs. Bambang Sutego, MM (SMAN 2 Surabaya) dan Ahmad Fais S.Si. M.Pd. (SMA Al Hikmah Surabaya). Unsur Officer diwakili oleh: Djoko Winarjanto (PPPPTK PKn IPS), Toni Satria Dugananda (LPMP Jatim), Ismukoco (LPMP Jatim) dan Sigit Priyosembodo (Dinas Pendidikan Kota Surabaya). Menurut salah satu peserta Rina Yuliawati, M.Ed (guru SMAN 1 Batu), dari seluruh rangkaian kegiatan yang paling berkesan adalah kunjungan sekolah (school visit) ke “Nawaminthrachinuthit Satriwitthaya Phutthamonthon School”. Kegiatan ini ia anggap paling berkesan karena dapat secara langsung melihat bagaimana metode Reflect, Connect dan Apply (RCA) diterapkan di kelas. Berdasarkan pengamatan Rina, keunggulan metode RCA ini adalah memberi ruang yang yang luas bagi siswa untuk dapat merefleksikan apa yang pernah terjadi di sekitarnya dan kemudian menghubungkannya dengan apa yang pernah dialaminya. Proses ini pada akhirnya diharapkan dapat mendorong siswa untuk mampu mengaplikasikan pengalaman tersebut pada kehidupannyata yang akan dihadapinya di masa depan. Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah pentas seni dengan tema “Cultural Performance Exchannge”. Dalam kesempatan tersebut, peserta diminta menampilkan pertunjukan budaya masing-masing negara. Delegasi dari Indonesia menampilkan pertunjukan tari tradisional diantaranya tari Remong dan tari Pendet. (Fotografer: Erning Wijayati)
01.10.15 10:51  |   Si Data & Informasi

Pelatihan Kurikulum bagi Pengawas Sekolah SMP

PPPPTK PKn dan IPS kembali menyelenggarakan Pelatihan Kurikulum 2013 bagi Pengawas Sekolah jenjang SMP dari 14 kabupaten/kota di Jawa Timur. Kegiatan dimulai hari Senin (07/09/2015) dan berakhir hari ini, Jumat (11/09/2015). Secara umum, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Pengawas Sekolah agar mampu melaksanakan tugas, khususnya mendampingi Kepala Sekolah dalam mengimplementasikan Kurikulum secara efektif dan efisien. Lebih khusus lagi, pelatihan ini bertujuan agar Pengawas Sekolah memiliki kompetensi untuk membimbing kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah yang mampu menghasilkan siswa sebagai pembelajar mandiri, tangguh dan berkarakter. Pengawas Sekolah diharapkan juga mampu membimbing Kepala Sekolah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusif dan perlindungan kesejahteraan anak, membangun kemitraan dengan pemangku kepentingan sekolah. Kegiatan penutupan dilaksanakan di aula gedung Krakatau oleh Kepala Subbagian TURT, Sumadianto Affandi, S.Pd. M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar para peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan yang didapat selama pelatihan di tempat bertugas masing-masing. Berikut adalah hasil pelatihan berdasarkan evaluasi peserta: Kelas A, sebanyak 3 Pengawas Sekolah dinyatakan kompeten dengan predikat sangat baik dan 28 pengawas dinyatakan kompeten dengan predikat baik. Peringkat 3 peserta terbaik, yaitu: Hj. Mamik Srimulyani, S.Pd., M.Pd. dari Dinas Pendidikan Kota Malang Provinsi Jawa Timur Drs. Ahmad Syifa, M.M. dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tulungagung Provinsi Jawa Timur Drs. Abdul Munif, M.BA, M.M dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Tulungagung Provinsi Jawa Timur Kelas B, sebanyak 23 pengawas dinyatakan kompeten dengan predikat sangat baik dan 19 pengawas dinyatakan kompeten dengan predikat baik. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik: Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd. dari Dinas Pendidikan Kab. Sampang Provinsi Jawa Timur Drs. H. Ata’ur Rahman, S.Pd., M.Si dari Dinas Pendidikan Kab. Sumenep Provinsi Jawa Timur Drs. H. Manan, M.Pd. dari Dinas Pendidikan Kab. Lamongan Provinsi Jawa Timur
11.09.15 10:44  |   Si Data & Informasi

Metamorfosis Sistem Pemerintahan Presidensial di Indonesia

Oleh : Gatot Malady. S.IP, M.Si (Widyaiswara PKn) Perjalanan sistem presidensial mengalami pasang surut dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia. Legalisasi pelembagaan sistem presidensial di Indonesia dimulai sejak 18 Agustus 1945, yakni ketika Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan UUD 1945 sebagai konstitusi negara kita. Beberapa prinsip dasar sistem presidensial telah dirumuskan dalam konstitusi saat itu. Diantaranya adalah posisi presiden sebagai kepala negara sekaligus sebagai kepala pemerintahan, kemandirian posisi presiden dan posisi parlemen serta hak prerogatif presiden dalam menyusun kabinet. Pada masa pemerintahan Soekarno, sistem presidensial berlangsung dinamis. Atas kompromi dan kesepakatan para petinggi negara saat itu, sistem presidensial sempat digantikan oleh sistem parlementer untuk beberapa tahun. Pada masa pemerintahan Soeharto, sistem presidensial diterapkan tidak seimbang karena tidak ada checks and balance antara lembaga eksekutif dengan lembaga legislatif. Lembaga eksekutif, terutama presiden, memiliki kekuasaan yang sangat dominan apabila dibandingkan dengan lembaga tinggi negara lain. Pada era reformasi ini, tengah berlangsung penguatan kelembagaan sekaligus pemurnian sistem presidensial seiring dengan hasil amandemen UUD Negara RI Tahun 1945 yang telah dilakukan selama empat kali. Sistem pemerintahan presidensial atau parlementer murni hanya terdapat dalam tataran teori. Di Indonesia saat ini misalnya, lebih mengacu pada sistem presidensial namun aroma parlementer masih terasa. Hal ini antara lain ditandai dengan adanya hak angket anggota DPR. Sejatinya sistem pemerintahan presidensial yang adil dan demokratis akan menghadirkan pemerintah yang lebih efektif, yang lebih berpeluang membawa kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat. Hal ini akan terwujud dengan adanya keseimbangan perpaduan tiga unsur yaitu kewenangan konstitusional yang memadai, dukungan politik secara mayoritas parlemen dan kontrol yang tetap kritis dan konstruktif (Denny Indrayana, 2012). Bangsa Indonesia yang memiliki komposisi penduduk beragam, baik dari suku, agama, ras, dan sebagainya membutuhkan sistem pemerintahan yang kuat dan stabil. Demokrasi parlementer yang pernah diterapkan pada masa lalu tidak membawa stabilitas pemerintahan akibat seringnya pergantian kabinet. Sekarang ini, para pemimpin bangsa kita telah “sepakat” memilih sistem pemerintahan presidensial sebagai “mesin penggerak” pemerintahan. Harapannya dengan sistem pemerintahan presidensial yang efektif akan berpeluang membawa keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Tulisan ini secara sederhana akan menguraikan perjalanan sistem pemerintahan presidensial di Indonesia. Metamorfosis sistem presidensial diartikan sebagai proses perubahan bentuk sistem presidensial yang diterapkan di Indonesia dari orde lama sampai masa sekarang ini. Karakteristik Sistem Presidensial Sistem pemerintahan suatu negara menggambarkan adanya lembaga-lembaga negara, hubungan antar lembaga negara, dan bekerjanya lembaga negara dengan mengikuti satu pola, tata, dan norma tertentu dalam rangka mencapai tujuan pemerintahan negara yang lazimnya tertulis dalam konstitusi atau UUD. Secara sempit, sistem pemerintahan pada hakikatnya merupakan hubungan antara kekuasaan eksekutif dengan kekuasaan legislatif (Hanta Yuda, 2010: 10) Sistem pemerintahan pada umumnya dibagi menjadi dua klasifikasi besar, yaitu sistem pemerintahan presidensial dan sistem pemerintahan parlementer. Karakteristik sistem presidensial berbeda dengan sistem parlementer. Dalam sistem presidensial fokus kekuasaan terpusat pada lembaga eksekutif (presiden), sedangkan dalam sistem parlementer fokus kekuasaan terpusat pada lembaga legislatif (parlemen). Untuk memahami karakteristik sistem presidensial, terlebih dahulu dijelaskan karakteristik sistem parlementer sebagai perbandingan. Dalam sistem parlementer, karakteristik yang menonjol adalah pemisahan jabatan kepala negara dengan kepala pemerintahan. Kepala pemerintahan dipegang oleh perdana menteri, sedangkan kepala negara dipegang oleh presiden (raja/ratu/sultan). Sumber legitimasi pemerintahan parlementer berasal dari parlemen. Oleh karenanya perdana menteri beserta kabinetnya bertanggungjawab kepada parlemen. Konsekuensinya, secara politik parlemen dapat menjatuhkan (impeachment) perdana menteri dan dapat membubarkan kabinet. Dengan demikian, stabilitas pemerintahan sistem parlementer bergantung pada dukungan parlemen. Karakteristik sistem parlementer di atas sesuai dengan pendapat Mahfud MD (2000: 74) yang meliputi: pertama, kepala negara tidak berkedudukan sebagai kepala pemerintahan karena lebih bersifat simbol nasional (pemersatu bangsa). Kedua, pemerintahan diselenggarakan oleh sebuah kabinet yang dipimpin seorang perdana menteri. Ketiga, kabinet bertanggung jawab kepada parlemen dan kabinet dapat dijatuhkan parlemen melalui mosi. Keempat, kedudukan eksekutif (kabinet) lebih rendah daripada parlemen, karena itu kabinet bergantung pada parlemen. Sedangkan karakteristik sistem presidensial berbanding terbalik dengan parlementer. Berikut ini karakteristik sistem presidensial menurut pandangan beberapa pakar seperti yang dikutip dalam Hanta Yuda (2010 : 13). Sementara itu Jimly Asshiddiqie (2006: 74) menyebutkan beberapa karakteristik sistem presidensial. Pertama, presiden dan wakil presiden merupakan satu institusi penyelenggara kekuasaan eksekutif negara yang tertinggi di bawah UUD. Dalam sistem ini tidak dikenal dan tidak perlu dibedakan adanya kepala negara dan kepala pemerintahan. Kedua, presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat, dan karena itu secara politik tidak bertanggung jawab kepada MPR atau lembaga parlemen, melainkan bertanggung jawab langsung kepada rakyat yang memilihnya. Ketiga, presiden dan atau wakil presiden dapat dimintakan pertanggungjawabannya secara hukum apabila presiden dan atau wakil presiden melakukan pelanggaran hukum dan atau konstitusi. Keempat, dalam hal terjadi kekosongan dalam jabatan presiden dan atau wakil presiden, pengisiannya dapat dilakukan melalui pemilihan dalam sidang MPR. Akan tetapi, hal itu tetap tidak mengubah prinsip pertanggungjawaban kepada rakyat, dan tidak kepada parlemen. Kelima, para menteri adalah pembantu presiden dan wakil presiden. Menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden. Dan karena itu bertanggung jawab kepada presiden bukan dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen. Keenam, untuk membatasi kekuasaan presiden yang kedudukannya dalam sistem presidensial sangat kuat sesuai dengan kebutuhan untuk menjamin stabilitas pemerintahan, ditentukan pula bahwa masa jabatan presiden lima tahunan tidak boleh dijabat oleh orang yang sama lebih dari dua masa jabatan. Berdasarkan teori-teori sistem presidensial di atas, karakteristik sistem presidensial dapat disimpulkan seperti berikut. Pertama, posisi presiden sposisi presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Sehingga posisi presiden kuat dan mandiri. Tidak ada institusi lebih tinggi dari presiden kecuali konstitusi secara hukum dan rakyat secara politik. Kedua, sumber legitimasi pemerintahan berasal dari rakyat bukan dari parlemen karena presiden dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum untuk masa jabatan yang tetap. Ketiga, presiden tidak bertanggungjawab pada parlemen sehingga secara politik presiden tidak dapat dijatuhkan (impeachment) oleh parlemen, begitu juga sebaliknya presiden tidak dapat membubarkan parlemen. Dan keempat, presiden berwenang mengangkat dan memberhentikan para menteri, oleh karena itu para menteri bertanggung jawab kepada presiden bukan dan tidak bertanggung jawab kepada parlemen. Sistem Presidensial Masa Orde Lama Pemerintahan presidensial di Indonesia dimulai sejak 18 Agustus 1945, ketika PPKI menetapkan UUD 1945 sebagai konstitusi negara kita. Dalam konstitusi tersebut penegasan prinsip sistem presidensial dijelaskan dalam beberapa pasal. Pertama, presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan (pasal 4 ayat 1, pasal 5 ayat 1 dan 2, pasal 10, pasal 11, pasal 12, pasal 13 ayat 1 dan 2, pasal 14, pasal 15, pasal 16, pasal 22). Kedua, kewenangan presiden dalam mengangkat dan memberhentikan menteri (pasal 17). Menurut Afan Gaffar (2000:54) sistem pemerintahan presidensial pada masa Soekarno, yang notabene adalah masa transisi dari pemerintahan kolonial Belanda, masih belum mantap karena masih dalam rangka mencari bentuk pemerintahan. Apa yang sudah ditetapkan dalam UUD 1945 tidak dilaksanakan dengan baik bahkan dalam perkembangan selanjutnya terjadi penyimpangan karena “konvensi ketatanegaraan”. Pada permulaan pemerintahan presiden Soekarno, kekuasaan presiden dapat dikatakan bersifat mutlak karena di dalam Aturan Peralihan UUD 1945 pasal IV dinyatakan bahwa: “Sebelum MPR, DPR, dan DPA dibentuk menurut UUD ini, segala kekuasaan dijalankan oleh Presiden dengan bantuan oleh Komite Nasional”. Selanjutnya, pada tanggal 22 Agustus 1945 Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) dibentuk dengan jumlah 135 orang, yang anggotanya terdiri dari para anggota PPKI dan ditambah sejumlah tokoh nasional yang mewakili berbagai kelompok etnis, agama, dan lain sebagainya. Kabinet pertama kali dibentuk pada 2 September 1945. Karena pemerintah Indonesia menganut sistem presidensial, kabinet pertama tersebut langsung di bawah pimpinan presiden dan bertanggung jawab kepada presiden Soekarno (tidak bertanggung jawab kepada parlemen, yang dalam hal ini fungsi, kedudukan, dan tanggung jawabnya dijalankan oleh KNIP). Kabinet juga tidak dapat dibubarkan oleh parlemen; hanya presiden yang dapat membubarkannya. Selanjutnya, pada 16 Oktober 1945 keluar Maklumat Wakil Presiden No. X yang menyatakan bahwa, “Sebelum terbentuk MPR dan DPR, KNIP diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan GBHN”. Dengan maklumat ini menjadikan sistem presidensial semakin kuat. Karena terjadi pembagian kekuasaan antara presiden sebagai kepala pemerintahan dan KNIP sebagai lembaga legislatif. Sejak saat itu, KNIP memiliki fungsi dan kedudukan sebagai DPR. Akan tetapi keadaan ini tidak berlangsung lama, pada 11 November 1945 Badan Pekerja KNIP mengusulkan kepada presiden agar kabinet bertanggung jawab kepada parlemen. Presiden Soekarno menyetujui usul tersebut dan pada tanggal 14 November 1945 membubarkan kabinetnya dan sekaligus menjadi Perdana Menteri. Dengan demikian terjadi perubahan yang sangat fundamental dalam ketatanegaraan Indonesia. Yaitu perubahan sistem pemerintahan presidensial menjadi parlementer. Dalam sistem ini presiden hanyalah seorang kepala negara. Para menteri bertanggung jawab kepada parlemen.(Jimly Asshiddiqie, 2006: 43). Perkembangan pemerintahan selanjutnya pada 27 Desember 1949 (sesuai hasil Konferensi Meja Bundar) bentuk negara Indonesia berubah menjadi negara federal atau disebut Republik Indonesia Serikat (RIS). Konstitusi yang digunakan adalah UUD RIS. Dalam masa ini, sistem pemerintahan adalah parlementer, kabinet dipimpin oleh perdana menteri yang bertanggung jawab kepada parlemen. Sedangkan posisi presiden sebagai kepala negara. Sistem kelembagaan parlemen RIS menggunakan sistem bikameral, yang terdiri atas senat dan DPR, tetapi tanpa jabatan wakil presiden. Negara RIS ini tidak berlangsung lama disebabkan dasar pembentukannya sangat lemah dan bukan merupakan kehendak rakyat. RIS dibubarkan pada 17 Agustus 1950 dan kembali pada negara kesatuan dengan konsitusi yang digunakan adalah UUD Sementara (UUDS). Sistem pemerintahan masih bercorak parlemen. DPR dapat memberhentikan menteri dan sebagai imbangannya presiden dapat membubarkan DPR. Kabinet diketuai oleh seorang perdana menteri yang bertangung jawab pada presiden. Presiden sebagai kepala negara sedangkan perdana menteri sebagai kepala pemerintahan. Pada masa ini sering disebut sebagai masa demokrasi liberal/ parlementer. (Nugroho Notosusanto, 2009: 301-304) Pada masa demokrasi parlementer terjadi instabilitas pemerintahan yang dibuktikan dengan 7 kali kabinet mengalami jatuh bangun dalam kurun waktu 10 tahun. Akhirnya presiden Soekarno mengeluarkan dekrit presiden pada 5 Juli 1959 untuk kembali kepada UUD 1945 dan saat itu demokrasi terpimpin dimulai. Pada masa ini tidak kelihatan jelas karakteristik sistem parlementer ataukah sistem presidensial yang diterapkan. Kesimpulannya, pelaksanaan sistem presidensial pada masa pemerintahan Soekarno sangat dinamis dan bisa dikatakan tidak berjalan sesuai dengan konstitusi. Padahal prinsip dasar sistem presidensial sudah termuat dalam UUD 1945. Bagi sebagian kalangan ini dianggap wajar karena sistem pemerintahan pada masa itu adalah masa transisi dari pemerintahan kolonial Belanda dan bangsa Indonesia masih disibukkan pada upaya mempertahankan kemerdekaan sembari mencari bentuk sistem pemerintahan yang terbaik. Sistem Presidensial Masa Orde Baru Ada dua ciri sistem presidensial dalam UUD 1945 yang konsisten dilaksanakan pada orde baru. Pertama, posisi presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Dan kedua, kekuasaan dan hak prerogatif presiden dalam mengangkat dan memberhentikan para manteri-menterinya. Akan tetapi pelaksanaan sistem presidensial semasa orde baru ini mengalami pergeseran dalam perjalanannya. Pertama, kekuasaan yang amat besar pada lembaga kepresidenan tanpa check and balance dari lembaga legislatif (DPR dan MPR). Hampir semua kewenangan presiden yang diatur dalam konstitusi dilakukan tanpa melibatkan pertimbangan atau persetujuan DPR dan MPR. Parlemen hanya menjadi stempel pemerintah dan menjadi alat legitimasi kekuasaan yang sepenuhnya berada di tangan presiden. Padahal menurut UUD 1945, presiden memiliki kedudukan yang sama dengan lembaga tinggi negara lainnya seperti DPR, MA, BPK, dan DPA. Kedua, masa jabatan presiden yang tidak terbatas (kekuasaan presiden Soeharto selama 32 tahun). Masa jabatan yang panjang ini merupakan salah satu faktor yang memungkinkan seorang presiden membangun akumulasi dan konsentrasi kekuasaan, dan implikasinya membuka praktek penyalahgunaan kekuasaan negara. Ketiga, fungsi wakil presiden yang sangat inferior dihadapan presiden. Wakil presiden semasa orde baru hanya “ban serep” pemerintah dan keberadaannya dipilih sendiri oleh presiden Soeharto saat itu. Padahal dalam sistem presidensial, kedudukan presiden dan wakil presiden merupakan satu institusi tunggal yang semestinya langsung dipilih oleh rakyat (Hanta Yuda, 2010: 87). Kesimpulannya, sistem pemerintahan presidensial selama orde baru mengalami pergeseran karena pemerintahan berjalan tanpa kontrol dari parlemen. Selain itu, sistem presidensial masa presiden Soeharto belum dapat dikatakan murni dan utuh (biasa disebut sebagai sistem semipresidensial). Karena mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden belum dipilih secara langsung oleh rakyat dan masa jabatan presiden dan wakil presiden belum bersifat tetap. Amandemen Konstitusi Menuju Pemurnian Sistem Presidensial Rumusan UUD 945 sebelum amandemen telah memuat 2 karakteristik sistem presidensial. Pertama, posisi presiden sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Kedua, hak prerogatif presiden untuk mengangkat menteri. Namun demikian, sistem presidensial tersebut belum murni. Hal ini karena mekanisme pemilihan presiden belum dipilih secara langsung oleh rakyat dan masa jabatan presiden belum bersifat tetap. Semangat untuk melaksanakan pemurnian sistem presidensial di Indonesia baru dimulai pada era reformasi ini, seiring dengan amandemen UUD Negara RI Tahun 1945 untuk keempat kalinya. Setidaknya ada 4 hal utama yang memperkuat pelembagaan sekaligus pemurnian sistem pemerintahan presidensial di Indonesia berdasarkan UUD Negara RI Tahun 1945. Pertama, pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden, sehingga masa jabatannya tetap. Kedua, penguatan posisi parlemen dengan harapan fungsi cheks and balance dapat berjalan ketika berhadapan dengan lembaga eksekutif. Ketiga, pelembagaan sistem pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Keempat, presiden dan wakil presiden tidak bisa dijatuhkan oleh parlemen secara politik. Penutup Perjalanan sistem pemerintahan presidensial di Indonesia mengalami pasang surut. Upaya dan semangat untuk memperkuat kelembagaan sistem presidensial telah dilakukan seiring dengan hasil amandemen UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Yang penting kita perhatikan adalah sistem pemerintahan model apapun membutuhkan dukungan politik di parlemen secara mayoritas. Sebab sistem pemerintah apapun tanpa dukungan parlemen tidak akan berjalan efektif. Selain itu sistem presidensial yang efektif membutuhkan kewenangan konstitusional yang memadai dan kontrol yang tetap kritis dan konstruktif dari masyarakat. Akhirnya kita berharap sistem pemerintah presidensial yang efektif, yang akan berpeluang membawa keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Semoga. Daftar Pustaka Asshiddiqie, Jimly. 2006. Konstitusi Dan Konstitusionalisme Indonesia, Jakarta: Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Gaffar, Afan. 2000. Politik Indonesia: Transisi Menuju Demokrasi, Yogyakarta : Pusataka Pelajar. Indrayana, Denny. 2012. Sistem Presidensial Yang Adil Dan Demokratis. Yogyakarta: (Makalah yang disampaikan dalam pidato pengukuhan Guru Besar Hukum Tata Negara UGM pada 13 Februari 2012). Mahfud MD, Mohammad. 2000. Dasar Dan Struktur Ketatanegaraan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. Notosusanto, Nugroho (eds.). 2009. Sejarah Nasional Indonesia Buku VI: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia (+ 1942-1998). Jakarta: Balai Pustaka. Republik Indonesia. 2005. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2003 Tentang Mahkamah Konstitusi. Jakarta : Sekretariat Jenderal Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Yuda AR, Hanta. 2010. Presidensialisme Setengah Hati: Dari Dilema Ke Kompromi, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama. ***   Catatan Redaksi: - Isi menjadi tanggung jawab penulis. - Penulis dapat dihubungi melalui email: gatotmalady17@gmail.com
12.08.15 10:42  |   Si Data & Informasi

Workshop Program Diklat Bidang PKn dan IPS 2015 - 2016

Pada hari Senin (10/08/2015), PPPPTK PKn dan IPS menyelenggarakan Workshop Kegiatan Diklat 2015 – 2016 bagi seluruh widyaiswara di lingkungan PPPPTK PKn dan IPS. Bertempat di aula gedung Krakatau, sebanyak 44 orang widyaiswara hadir sebagai peserta workshop. Menurut Drs. Djoko Winarjanto, M.M. selaku Kepala Bidang Program dan Informasi, workshop ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan akademis pemantapan Diklat tahun 2015 dan persiapan Diklat tahun 2016. Setelah selesai menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi/Competence Based Training (CBT) pada semester pertama Januari – Juni 2015, PPPPTK PKn dan IPS akan kembali menyelenggarakan program diklat peningkatan kompetensi guru mata pelajaran PPKn dan IPS jenjang SMP dan SMA/SMK pada semester kedua Juli – Desember 2015. Selain untuk pemantapan persiapan Diklat semester kedua tahun 2015, workshop ini diselenggarakan juga sebagai persiapan pelaksanaan Diklat tahun 2016. Pada tahun 2016, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) memprogramkan penyelenggaraan Diklat berjenjang 10 tingkat (level) untuk peningkatan kompetensi guru-guru di seluruh Indonesia. Pembagian jenjang berdasarkan pada nilai hasil Ujian Kompetensi Guru (UKG). PPPPTK PKn dan IPS sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Dirjen GTK, memiliki tugas pokok menangani pengembangan dan pemberdayaan pendidik (guru) dan tenaga kependidikan (kepala sekolah/pengawas sekolah) bidang PKn dan IPS di seluruh Indonesia. Dalam workshop ini, widyaiswara melakukan penyusunan struktur program Diklat dan pembuatan modul untuk persiapan penyelenggaraan Diklat berjenjang bidang PKn dan IPS tahun 2016. Direncanakan setiap Departemen akan menyampaikan presentasi hasil kerja pada Rabu siang (13/08/2015) sebelum workshop tersebut di tutup pada Rabu sore pukul 16.00.
11.08.15 10:37  |   Si Data & Informasi

Halal Bihalal Keluarga Besar PPPPTK PKn dan IPS 1436 H

Pada hari Selasa (28/07/2015), PPPPTK PKn dan IPS menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal bagi seluruh karyawan dan karyawati di lingkungan PPPPTK PKn dan IPS. Selain mempererat tali silaturahim, acara ini juga menjadi sarana untuk saling menyampaikan permohonan maaf di bulan Syawal pasca libur Idul Fitri 1436 H. Acara dimulai dengan sambutan dari Dr. Sumarno selaku Kepala PPPPTK PKn dan IPS. Dalam sambutannya, Kepala PPPPTK PKn dan IPS memberikan ucapan selamat idul fitri dan menyampaikan permohonan maaf jika selama kepemimpinan beliau di PPPPTK PKn IPS terdapat kesalahan atau kekhilafan. KAPUS juga menyampaikan bahwa di semester ke 2 tahun 2015 ini masih ada begitu banyak program yang akan diselenggarakan. Oleh karena itu, diharapkan seluruh karyawan/karyawati bekerja sama dalam menyukseskan program-program tersebut. Sebagai penutup, dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. H.B Suparlan, M.Pd.
06.08.15 10:37  |   Si Data & Informasi

Sosialisasi Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran

Pada hari Selasa (28/07/2015), PPPPTK PKn dan IPS bekerjasama dengan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (PUSTEKKOM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP) kepada seluruh PNS di lingkungan PPPPTK PKn dan IPS. PUSTEKKOM merupakan lembaga di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) yang bertugas melakukan pembinaan kepada PNS yang memegang jabatan fungsional PTP dilingkungan KEMENDIKBUD. Menurut Kepala Sub Bagian Tata Laksana dan Kepegawaian PPPPTK PKn dan IPS, Dwi Kesit Birawasih, S.Sos.,M.AP., jabatan fungsional PTP masih relatif baru. Sampai saat ini di PPPPTK PKn dan IPS masih belum ada yang memegang jabatan fungsional PTP. Oleh karena itu, perlu dilaksanakan sosialisasi agar seluruh PNS di lingkungan PPPPTK PKn dan IPS memiliki gambaran mengenai jabatan fungsional PTP, tugas pokok dan fungsi, persyaratan, prosedur pengusulan hingga pengumpulan angka kredit. Dalam kesepatan tersebut Mala Hayati, Analis Kepegawaian PUSTEKKOM yang menjadi narasumber kegiatan ini menyampaikan bahwa Jabatan Fungsional PTP mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggungjawab, dan wewenang untuk melakukan kegiatan pengembangan teknologi pembelajaran. Jabatan PTP hanya dapat diduduki oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan hak dan kewajiban yang diberikan secara penuh oleh pejabat yang berwenang. Tugas Pokok PTP ada 6 poin yaitu: 1)Melakukan analisis dan pengkajian sistem/model teknologi pembelajaran; 2)Perancangan sistem/model teknologi pembelajaran; 3)Produksi media pembelajaran, 4)Penerapan sistem/model dan pemanfaatan media pembelajaran, 5)Pengendalian sistem/model pembelajaran, 6)Evaluasi penerapan sistem/model dan pemanfaatan media pembelajaran. Sedangkan media pembelajaran yang dikembangkan oleh PTP dapat berupa audio, video, multimedia, multimedia interaktif/hypermedia dan atau bahan belajar mandiri (modul). Kedepan diharapkan Widyaiswara dan PTP di lingkungan PPPPTK PKn dan IPS dapat bersinergi dalam pengembangan media pembelajaran bidang PKn dan IPS [rv].
04.08.15 10:05  |   Si Data & Informasi

Peringatan Nuzulul Quran di PPPPTK PKn dan IPS

Pada hari Senin, 6 Juli 2015 PPPPTK PKn dan IPS menyelenggarakan Peringatan Nuzulul Qur’an. Seluruh keluarga besar PPPPTK PKn dan IPS yang terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Tenaga Kontrak, Mahasiswa PPL dan Siswa PSG, Tenaga Keamanan dan Kebersihan serta Pengurus Dharma Wanita diundang dalam acara tersebut. Acara dimulai setelah kegiatan perkantoran selesai pada pukul 16.00. Dimulai dengan pembacaan ayat-ayat suci Al Quran surah Al ‘Alaq ayat 1 sampai 5. Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno. Dalam sambutan singkatnya, Kepala Pusat berharap kegiatan peringatan keagamaan seperti Nuzulul Quran dapat sering dilaksanakan untuk memberikan siraman ruhani bagi seluruh keluarga besar PPPPTK PKn dan IPS. Acara dilanjutkan dengan tausiah bertema Hikmah Nuzulul Quran oleh Dr. H. Zulfi Mubarak, M.A. dari Universitas Islam Negeri Malang (UIN). Beliau menyampaikan hikmah kandungan surah Al ‘Alaq ayat 1 – 5 yang dibacakan oleh qari. Allah memerintahkan manusia untuk membaca terutama membaca Al Quran. Setelah membaca, diteruskan dengan menghayati dan mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
08.07.15 10:03  |   Si Data & Informasi

Progress Report Pengolahan Data Diklat 2015

Pada hari Selasa (14/07/2015), dilaksanakan pertemuan Progress Report Pengolahan Data Diklat 2015. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat, Kepala Bidang Program dan Informasi, Kepala Bidang Fasilitasi dan Peningkatan Kompetensi, Kepala Bagian Umum, serta staf PPPPTK PKn dan IPS yang bertugas sebagai operator data. Bertempat di ruang rapat gedung Krakatau PPPPTK PKn dan IPS. Dalam pertemuan tersebut Kepala Pusat PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno menyampaikan pesan mengenai pentingnya data terutama data-data yang terkait penyelenggaraan diklat. Data perlukan saat perencanaan hingga pelaksanaan diklat. Data juga sangat penting sebagai bahan pelaporan dan evaluasi penyelenggaraan. Pada tahun 2015, PPPPTK PKn dan IPS memiliki beberapa rencana diklat diantaranya adalah yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini yaitu Diklat Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran dan Kepala Sekolah/Pengawas Sekolah. Sebanyak sekitar 15.000 orang Guru Sasaran jenjang SMA/SMK di Provinsi Jawa Timur yang belum mendapatkan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 harus diberikan pelatihan. Untuk itu, diperlukan data-data calon peserta terkait nama, instansi asal, mata pelajaran yang diampu. Semua tim pengolahan data PPPPTK PKn dan IPS terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kab/Kota di Provinsi Jawa Timur untuk kelancaran kegiatan [rv].
06.07.15 10:04  |   Si Data & Informasi

Inhouse Training (IHT) Pengembangan Diklat Online

PPPPTK PKn dan IPS menyelenggarakan Inhouse Training (IHT) Pengembangan Diklat Online bagi Widyaiswara yang berlangsung selama 3 hari, mulai tanggal 1 hingga 3 Juli 2015. Kegiatan ini berisi informasi dan sosialisasi dalam rangka persiapan penyelenggaraan Diklat Online tahun 2015. Tujuan dari kegiatan ini adalah, agar semua widyaiswara di lingkungan PPPPTK PKn dan IPS memperoleh informasi cara pengolahan materi diklat hingga siap disajikan dalam format digital. Kegiatan IHT ini sejalan dengan cita-cita Kepala Pusat PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno, yaitu penyelenggaraan diklat bagi pendidik dan tenaga kependidikan bidang Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial di masa depan akan banyak menggunakan sistem diklat online. Mengingat jumlah guru di Indonesia yang harus ditingkatkan kompetensinya sangatlah banyak dibandingkan dengan daya tampung lembaga. Keunggulan dari diklat online adalah peserta dan narasumber tidak harus berada di satu lokasi yang sama. Peserta belajar mandiri dengan bimbingan jarak jauh dari narasumber melalui bantuan teknologi informasi. Dengan diklat online diharapkan akan lebih banyak lagi guru yang dapat dilatih dan ditingkatkan kompetensinya, tanpa harus bergantung kepada daya tampung ruang kelas di kampus PPPPTK PKn IPS.
03.07.15 10:02  |   Si Data & Informasi

Persiapan ProDEP 2015 Provinsi NTT

Mengawali pelaksanaan program Professional Development for Education Personnel Program (ProDEP) tahun 2015 di provinsi NTT, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) selama 3 hari pada tanggal 22 sampai dengan 24 Juni 2015. Kegiatan ini berisi informasi, sosialisasi dan persiapan kegiatan implementasi ProDEP tahun 2015. PPPPTK PKn dan IPS merupakan salah satu Satuan Kerja (Satker) yang diundang sebagai Narasumber Rakortek, yang dalam hal ini diwakili oleh Drs.Harnoko, M.Pd. selaku Penanggung Jawab (Penjab) ProDEP di PPPPTK PKn IPS. Selain dari PPPPTK PKn dan IPS, narasumber juga berasal dari LPMP NTT diantaranya adalah Kepala LPMP NTT, Penjab ProDEP LPMP NTT, dan Penjab Data ProDEP LPMP NTT. Peserta Rakortek berasal dari Dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota sasaran ProDEP di provinsi NTT. Dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Koordinator Pengawas, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Admin PADAMU NEGERI Dinas Pendidikan, Admin PADAMU NEGERI Kantor Kementerian Agama. Hasil yang dicapai dari Rakortek tersebut adalah adanya kesamaan persepsi antara Kabupaten/Kota tentang pelaksanaan ProDEP 2015. Selain itu, diperoleh pula susunan daftar calon peserta dan tersosialisasikannya mekanisme pelaksanaan program ProDEP kepada seluruh Kabupaten/Kota sasaran ProDEP di provinsi NTT. Diharapkan dengan persiapan yang lebih baik, kegiatan ProDEP 2015 dapat berjalan dengan baik dan lancar serta mencapai setiap tujuan yang telah ditetapkan.
02.07.15 09:55  |   Si Data & Informasi

Video Conference Pembukaan Pilot Diklat Interaksi Online 2015

Pada Selasa (23/06/2015) telah dilaksanakan Video Conference (VICON) antara Kepala PPPPTK PKn IPS, Dr. Sumarno dengan peserta Pilot Diklat Interaksi Online (DIO) 2015 yang berasal dari 4 kota/kabupaten yaitu Kota Malang, Kota Batu, Kab. Malang dan Kab. Probolinggo. Suasana pembukaan diklat online berjalan seperti pembukaan diklat tatap muka, namun kali ini menggunakan bantuan teknologi informasi, yaitu laptop, webcam, speaker, microphone dan koneksi internet. Peserta diklat berkumpul di sekolah yang ditunjuk sebagai Pusat Belajar (PB) di lokasi kota/kab masing-masing, sedangkan Kepala Pusat berada di kampus PPPPTK PKn IPS sebagai Pusat Pengajar (PP). Dalam kesempatan tsb, Kepala Pusat menyampaikan pesan kepada peserta untuk aktif dan menyukseskan kegiatan Pilot DIO 2015, karena kegiatan ini merupakan rintisan diklat masa depan. Perbandingan antara jumlah guru yang harus ditingkatkan kompetensinya dengan daya tampung PPPPTK tidak seimbang. Apabila hanya mengandalkan diklat tatap muka, akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menyelenggarakan diklat bagi semua guru tsb. Oleh karena itu, Diklat Online bisa menjadi salah satu solusi untuk memecahkan masalah ini. Dengan Diklat Interaksi Online, jumlah guru yang dapat didiklat oleh PPPPTK akan meningkat sehingga diharapkan kualitas guru Indonesia juga dapat meningkat. Persiapan Pilot DIO 2015 di PPPPTK PKn dan IPS telah dimulai sejak awal tahun 2015. Akhir bulan Januari lalu, telah diselenggarakan workshop untuk menyusunan materi diklat yang akan disajikan pada DIO. Peserta workshop adalah Widyaiswara di lingkungan PPPPTK PKn IPS. Selanjutnya pada bulan Februari diselenggarakan Pelatihan Pengelolaan Kelas Online bagi karyawan PPPPTK PKn IPS yang akan ditugaskan sebagai Admin DIO. Meskipun beberapa kendala teknis yaitu koneksi internet masih ditemui di beberapa Pusat Belajar (PB), terutama saat kegiatan Video Conference, namun diharapkan tidak mengurangi semangat peserta dalam mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran DIO. Perbaikan infrastruktur internet akan terus dilakukan demi penyempurnaan DIO di masa yang akan datang [rv].
26.06.15 09:48  |   Si Data & Informasi

Pelatihan Instruktur Nasional K-13 Mata Pelajaran Kimia

Pelatihan Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013 Jenjang SMA/SMK bagi guru-guru mata pelajaran Kimia telah selesai dilaksanakan. Kegiatan ditutup hari Kamis, 18 Juni 2015 oleh Kepala PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno di aula Gedung Serbaguna Baru PPPPTK BOE, Jalan Teluk Mandar, Arjosari Kota Malang. Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah guru-guru mata pelajaran Kimia jenjang SMA/SMK dari Provinsi Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Kalimantan Timur. Dalam acara penutupan tersebut disampaikan hasil pelatihan. Sebanyak 74 orang guru mata pelajaran Kimia jenjang SMA/SMK dinyatakan lulus menjadi Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik Kimia kelas A: Hj. Andriyani, S.Pd., M.Pd dari SMA Negeri 1 Tenggarong, Kab. Kutai Kartanegara Kalimantan Timur Tatik Widayani, M.Pd. dari SMA Negeri 1 Sangatta Selatan, Kab. Kutai Timur Kalimatan Timur Faida Khuryati, S.Pd. dari SMA Negeri 3 Jombang, Kab. Jombang, Jawa Timur Untuk Kimia kelas B, peringkat 3 terbaik adalah: Mustofa, M.Pd. dari SMAN 3 Mojokerto, Kab. Mojokerto, Jawa Timur Anik Yuni Hartini, S.Pd, M.Pd. dari SMAN 1 Situbondo, Kab. Situbondo, Jawa Timur I Gusti Ngurah Arjana, S.Pd., M.Pd. dari SMAN 2 Kota Denpasar, Bali Setelah lulus pelatihan ini, Instruktur Nasional akan menjadi fasilitator di daerahnya masing-masing pada saat pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi guru sasaran. Dalam sambutannya pada acara penutupan tersebut, Dr. Sumarno menyampaikan pengumuman bahwa pelaksanaan diklat bagi guru sasaran ditunda. Rencana awal, pelaksanaan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi Guru Sasaran akan dilaksanakan pada akhir bulan Juni ini. Namun dikarenakan perubahan struktur organisasi dalam Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang mempengaruhi anggaran akhirnya harus ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Beliau meminta kepada para instruktur nasional untuk menunggu informasi selanjutnya terkait pelaksanaan pelatihan Guru Sasaran. Harapan yang ingin dicapai dari pelatihan instruktur nasional ini adalah dapat memberikan pemahaman bagi para instruktur nasional tentang penyelenggaraan Kurikulum 2013 dan mampu meneruskan ilmu yang diperoleh selama pelatihan kepada guru sasaran.
22.06.15 09:46  |   Si Data & Informasi

Instruktur Nasional K-13 Fisika & Matematika Siap Melaksanakan Tugas

Pelatihan Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013 Jenjang SMA/SMK bagi mata pelajaran Matematika dan Fisika telah selesai di laksanakan. Kegiatan ditutup hari Kamis, 11 Juni 2015 oleh Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi, Drs. H. Subandi, M.M di aula gedung Krakatau PPPPTK PKn dan IPS. Dalam acara penutupan tersebut disampaikan hasil pelatihan. Sebanyak 73 orang guru mata pelajaran Fisika jenjang SMA/SMK dinyatakan lulus menjadi Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik Fisika kelas A: David, S.Pd., M.Pd. dari SMA Negeri 10 Kota Malang Jawa Timur Eny Fachrijah, M.Pd. dari SMA Negeri 2 Kota Batu Jawa Timur Asropi, S.Pd. dari SMA Negeri 2 Kab. Trenggalek Jawa Timur Fisika kelas B: Drs. Bowo dari SMA Negeri 2 Nganjuk Jawa Timur Muhammad Lutfi Helmi, M.Pd. dari SMA Negeri Plus Sukowono Jember Drs. Imam Abdul Syukur, M.Pd. dari SMA Negeri 1 Nganjuk Jawa Timur Sebanyak 74 orang guru mata pelajaran Matematika jenjang SMA/SMK dinyatakan lulus menjadi Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik Matematika kelas A: Drs. Khasanuddin, M.M.Pd. dari SMKN 3 Jombang Jawa Timur Drs. I Wayan Arsa Susila, M.Pd. dari SMA Negeri 1 Kediri Bali I Nengah Dwi Yadnya, S.Pd. dari SMA Negeri 2 Negara Jembrana Bali   Matematika Kelas B: Woody Hexana, S.Pd. dari SMKN 2 Mataram NTB Rini Tjahjati Nuranifah, S.Pd., M.Pd. dari SMKN 3 Buduran Jawa Timur Drs. Said Ripin Bukaryo, M.Si. dari SMAN 1 Asembagus Situbondo Jawa Timur Salah seorang peserta yang memberikan kesan dan pesan, Drs. Hariono, M.Pd dari SMA Negeri 3 Pasuruan, menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan panitia dan merasa puas terhadap fasilitas pelatihan yang diberikan. Menurutnya, narasumber pelatihan dekat dengan peserta, saling asah asuh untuk menimba ilmu. Seperti diberitakan sebelumnya, peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah guru-guru mata pelajaran Fisika dan Matematika jenjang SMA/SMK yang akan menjadi calon Instruktur Nasional dari Provinsi Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Kalimantan Timur. Setelah lulus pelatihan ini, Instruktur Nasional akan menjadi fasilitator di daerahnya masing-masing pada saat pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi guru sasaran yang akan dilaksanakan akhir Juni mendatang.  
14.06.15 09:37  |   Si Data & Informasi

Pelatihan IN Matematika dan Fisika SMA/SMK Implementasi Kurikulum 2013

Kegiatan pembukaan Pelatihan Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013 jenjang SMA/SMK mata pelajaran Fisika dan Matematika dilaksanakan pada hari Jumat, 5 Juni 2015 bertempat di aula gedung Krakatau PPPPTK PKn dan IPS. Acara dibuka oleh Kepala PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno. Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 hari mulai tanggal 5 sampai dengan 11 Juni 2015. Dalam sambutannya, Kepala Pusat menyampaikan harapannya agar Pelatihan Instruktur Nasional kali ini dapat dilakukan dengan baik, berkualitas dan dapat bermanfaat bagi semua pihak sehingga Kurikulum 2013 dapat diimplementasikan dengan baik. Peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah guru-guru mata pelajaran Fisika dan Matematika jenjang SMA/SMK yang akan menjadi calon Instruktur Nasional dari Provinsi Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Kalimantan Timur. Setelah lulus pelatihan ini, Instruktur Nasional akan menjadi fasilitator di daerahnya masing-masing pada saat pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi guru sasaran. Pada tahun 2014 lalu PPPPTK PKn dan IPS juga telah menyelenggarakan pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 bagi sekitar 46.000 pendidik dan tenaga kependidikan yang terdiri dari Instruktur Nasional, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Guru Sasaran dari 38 kab/kota di provinsi Jawa Timur. Untuk tahun 2015 ini, pelatihan implementasi Kurikulum 2013 akan kembali dilaksanakan untuk guru jenjang SD kelas I, II, IV dan V, jenjang SMP kelas VII dan VIII, SMA/SMK kelas X dan XI. Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada semua guru yang menjadi sasaran pelatihan tentang penyelengaaraan Kurikulum 2013 di sekolah masing-masing [rv].
08.06.15 09:23  |   Si Data & Informasi

Kunjungan Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo

Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo mengadakan kunjungan ke PPPPTK PKn dan IPS pada tanggal 27 hingga 31 Mei 2015. Selama kegiatan tersebut mahasiswa melakukan kegiatan inbound dan outbond untuk memperkaya pengalaman mereka. Kepala Bidang Program dan Informasi PPPPTK PKn dan IPS, Drs. Djoko Winarjanto, M.M.berkenan memberikan pengarahan sekaligus memperkenalkan fasilitas apa saja yang ada di kampus PPPPTK PKn dan IPS. Dalam kesempatan tersebut, beliau berpesan kepada seluruh peserta agar menjadi mahasiswa yang mampu menjadi agen perubahan dan generasi pembaharu. Hendaknya mahasiswa memiliki semangat untuk terus belajar dari berbagai sumber.
28.05.15 09:23  |   Si Data & Informasi

Rapat Koordinasi Persiapan Diklat Kurikulum 2013

Berbagai persiapan telah dilakukan oleh PPPPTK PKn dan IPS jelang pelaksanaan pelatihan Kurikulum 2013 yang direncanakan akan dilaksanakan bulan Juni hingga Juli mendatang. Salah satunya adalah menyelenggarakan Rapat Koordinasi (RAKOR) dengan dua lembaga pelatihan yang juga menangani penyelenggaran pelatihan Kurikulum 2013 wilayah provinsi Jawa Timur, yaitu PPPPTK Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE) dan LPMP Jawa Timur pada hari Rabu, 27 Mei 2015. RAKOR ini bertujuan sebagai sarana koordinasi untuk menyamakan persepsi mengenai penyelengaraan pelatihan Kurikulum 2013 bagi Instruktur Nasional (IN), Guru Sasaran (GS), Kepala Sekolah (KS) dan Pengawas Sekolah (PS). Salah satu agenda RAKOR yang penting adalah validasi data calon peserta. Diharapakan penyelenggaraan diklat Kurikulum 2013 pada tahun 2015 ini dapat berjalan dengan lancar, tepat sasaran dan selesai tepat waktu [rv].
28.05.15 09:22  |   Si Data & Informasi

Puncak Acara Dies Natalis ke-34 PPPPTK PKn dan IPS

PPPPTK PKn dan IPS telah menggelar puncak acara Dies Natalis ke-34 pada tanggal 20 Mei 2015. Ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh kepala PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno dalam acara tasyakuran yang digelar setelah upacara bendera memperingati hari Kebangkitan Nasional. Berkenan hadir dalam acara tasyakuran tersebut, kepala PPPPTK PKn dan IPS periode 2000-2014 Drs. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum dan Kepala PPPPTK BOE bapak Drs. Suwarno, MM. Selain itu, turut hadir pula perwakilan perangkat desa Pendem dan Pusdik Arhanud sebagai tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, diresmikan pula lagu mars PPPPTK PKn dan IPS serta penyerahan taliasih kepada kepada karyawan yang telah purnatugas. Tidak lupa, penyerahan hadiah bagi pemenang lomba menyanyi, catur, bola voli, sepak bola, dan tenis meja. Kepala PPPPTK PKn dan IPS dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas pencapaian PPPTK PKn dan IPS selama ini. Hendaknya semangat Dies Natalis menjadi pemacu seluruh keluarga besar PPPPTK PKn dan IPS untuk berbenah diri dan senantiasa meningkatkan kualitas kerja sesuai tugas pokok dan fungsi. Semoga kedepan PPPPTK PKn dan IPS semakin berprestasi menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi bangsa khususnya bagi pengembangan dan pemberdayaan pendidik dan tenaga kependidikan bidang PKn dan IPS.
22.05.15 09:20  |   Si Data & Informasi

Seminar Nasional: Tantangan NKRI dan Jawabannya Melalui Revolusi Mental

Seminar Nasional dengan tema ”Tantangan NKRI dan Jawabannya Melalui Revolusi Mental” telah diselenggarakan dengan sukses pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2015 di aula gedung Krakatau Kampus PPPPTK PKn dan IPS. Seminar ini diselenggarakan oleh PPPPTK PKn dan IPS dalam rangka Dies Natalis ke-34. Sebanyak 80 guru mata pelajaran PKn wilayah Malang Raya diundang sebagai peserta seminar. Selain itu, turut hadir pula peserta diklat Competence Based Training (CBT) tahap IV yaitu guru-guru mata pelajaran PKn jenjang SMP, IPS jenjang SMP dan Sejarah jenjang SMA yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Seminar dibuka oleh Kepala PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno. Selanjutnya beliau sebagai pembicara sesi pertama mengawali dengan menyajikan materi dengan judul “Penanganan Masalah Sosial Melalui Perspektif Pendidikan”. Dalam materinya beliau menyampaikan tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini dan solusinya melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah-sekolah. Guru-guru PKn harus senantiasa meningkatkan kompetensi, salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan. Hal ini sejalan dengan tugas pokok dan fungsi PPPPTK PKn dan IPS sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan guru bidang PKn dan IPS. Pemateri kedua adalah Rektor Universitas Wisnu Wardhana Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H. dengan judul materi seminar: “Pentingnya Revolusi Mental Dalam Rangka Mewujudkan Nkri Yang Adil Dan Makmur Berdasarkan Pancasila”. Dalam paparannya, Prof. Suko menyampaikan, demoralisasi dalam segala bentuknya mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan jati diri. Persoalan ini dapat diselesaikan jika bangsa Indonesia mau kembali ke jati dirinya yaitu mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila. Selain itu diperlukan penegakan hukum secara konsisten dan adil, kepemimpinan yang efektif dan pembangunan yang bermuatan harmoni. Pemateri ketiga adalah Komandan Pusdik Arhanud Kolonel Arh Totok Nugroho dengan judul materi “Tantangan yang Dihadapi Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Dalam paparannya, beliau menyampaikan gagasan bahwa solusi yang terbaik bagi permasalahan bangsa adalah yang paling sederhana, yaitu “back to the basic”. Mengerti bahwa cinta dan peduli kepentingan Negara harus menjadi kepentingan tertinggi diatas segala-galanya. Adanya individu-individu yang kaya belum tentu membuat Negara menjadi sejahtera, tetapi Negara yang kaya akan membuat rakyatnya menjadi sejahtera. Semua pemimpin dari semua strata harus banyak berbuat dan beraksi, bukan hanya bicara. Kita harus sadar dan bangga bahwa Indonesia merupakan negeri patriot. Sebuah Negara dengan sumber daya alam melimpah, memiliki ekonomi yang kuat, mempunyai jumlah tenaga kerja yang besar dan dilatarbelakangi dengan keanekaragaman masyarakat. Kondisi ini tentu membuat kecemburuan Negara-negara yang lain. Dilain pihak, ada Negara-negara yang tidak ingin Indonesia menjadi Negara maju dengan ekonomi yang kuat dan dijadikan sebagai konsumen atau pasar komoditasnya. Ketentraman masyarakat selalu diusik dengan beragam gejolak yang mengarah ke instabilitas kondisi sosial ekonomi. Menurut Gatot Malady salah satu peserta seminar yang sekaligus Widyaiswara PPPPTK PKn IPS, Seminar tersebut dapat menambah khasanah ilmu dari berbagai prespektif, yaitu dari kalangan akademisi, kejaksaan, dan juga dari militer (Pusdiklat Arhanud).
19.05.15 09:16  |   Si Data & Informasi

Jalan Sehat dalam Rangka Dies Natalis ke 34 Berlangsung Meriah

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 34 PPPPTK PKn dan IPS menyelenggarakan Jalan Sehat pada hari Jumat, 8 Mei 2015. Start dari halaman depan Gedung Semeru Kampus PPPPTK PKn dan IPS pukul 07.00. Rute yang dipilih kurang lebih 5 KM mengelilingi desa Sekar Putih. Sambil berolah raga peserta diajak untuk menikmati pemandangan pegunungan dan persawahan. Selain itu, peserta juga berkesempatan menghirup segarnya udara kota Batu di pagi hari. Untuk menambah semangat mencapai garis finish, panitia mengumumkan adanya Doorproze yang diundi di akhir acara. Jalan sehat tersebut merupakan satu dari serangkaian acara Dies Natalis PPPPTK PKn dan IPS ke 34. Setelah sebelumnya, PPPPTK PKn dan IPS telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi (RAKOR) Program yang mengundang pejabat PPPPTK dan LP3KS. Dalam kesempatan tersebut, dicanangkan pula “Gerakan Menanam Pohon” di lingkungan PPPPTK PKn IPS oleh Kepala BPSDMPK, Prof. Dr. Syawal Gultom. Selain tiga agenda tersebut, dalam rangka Dies Natalis Ke-34 PPPPTK PKn dan IPS juga menggelar Seminar Nasional dan pertandingan/lomba diantaranya Catur, Tenis Meja, Bola Volley, Sepak Bola dan lomba menyanyi.  
12.05.15 09:14  |   Si Data & Informasi

Semua Peserta CBT 2015 Tahap III Dinyatakan Lulus

Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competence Based Training/CBT) tahun 2015 tahap III telah selesai. Kegiatan penutupan dilaksanakan di aula gedung Krakatau Kampus PPPPTK PKn IPS pada tanggal 6 Mei 2015 oleh Kepala Pusat PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno. Dalam acara penutupan tersebut disampaikan hasil pelatihan. Sebanyak 26 orang guru mata pelajaran Geografi jenjang SMA dinyatakan lulus. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik: Drs. Nengah Udiana dari SMA Negeri 1 Sukawati Kab. Gianyar Prov. Bali Aris Budianto, S.Pd., M.Pd. dari SMA Negeri 1 Wonosari Kab. Gunung Kidul Prov. DI Yogyakart Fetri Elfada, S.Pd. dari SMA Negeri 1 Kec. Situjuah Limonagari Kab. Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat Untuk mata pelajaran Antropologi jenjang SMA, sebanyak 24 orang dinyatakan lulus. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik: Asep Eri Ridwan, S.Sos., M.Pd.dari SMA Negeri 1 Cicalengka Kab. Bandung Provinsi Jawa Barat Nur Khayati, S.Ant, M.Pd. dari SMA Negeri 1 Cikarang Utara Kab. Bekasi Provinsi Jawa Barat Suhariyanti, S.Sos. dari SMA Negeri 1 Batu Kota Batu Provinsi Jawa Timur Untuk mata pelajaran Sejarah jenjang SMK sebanyak 31 orang dinyatakan lulus. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik: Drs. Misbakhu’l Munir dari SMK Negeri 1 Jombang Kab. Jombang Provinsi Jawa Timur Supriyanto, S.Pd. dari SMK Negeri 3 Banjar Kota Banjar Provinsi Jawa Barat Endang Kusumawati, S.Pd. dari SMK Wijaya Kusuma Kota Surakarta Provinsi Jawa Tengah Untuk mata pelajaran PKn jenjang SMK, sebanyak 30 orang dinyatakan lulus. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik: Novalien Suranta Sembiring, S.Pd. dari SMK Negeri Kuala Tungkal Kab. Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi Drs. Jumrianto dari SMK Negeri 3 Tanjungpinang Kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau Umi Slamah, S.Pd., M.Pd. dari SMK Negeri 3 Batu Kota Batu Provinsi Jawa Timur Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, PPPPTK PKn dan IPS kembali menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competance Based Training, CBT) Tahun 2015 tahap 3 mulai tanggal 27 April sampai dengan 6 Mei 2015. Kali ini peserta yang diundang adalah guru-guru SMA Mata Pelajaran Geografi dan Antropologi, serta guru-guru SMK Mata Pelajaran Sejarah dan PPKn. Total guru yang diundang sebanyak 140 orang dari 34 propinsi seluruh Indonesia. Guru-guru tersebut telah mengikuti Ujian Kompetensi Guru (UKG) pada tahun 2013 dengan kriteria tertentu. Kegiatan CBT merupakan upaya yang dilakukan oleh PPPPTK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Harapan dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi peserta sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan standar pendidikan nasional [rv].
11.05.15 09:59  |   Si Data & Informasi

Praktik Pengalaman Lapangan CBT Tahap III 2015

Salah satu kegiatan yang menarik bagi peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competence Based Training/CBT) adalah Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Dalam kegiatan ini, peserta CBT diajak berkaryawisata. PPL CBT 2015 Tahap III dilaksanakan pada hari Selasa, 5 Mei 2015. Secara serentak, pada pukul 07.30 WIB, empat bus yang memuat peserta pelatihan diberangkatkan dari kampus PPPPTK PKn IPS menuju lokasi PPL yang berbeda-beda. Kelas CBT mata pelajaran PKn SMK mengunjungi Makam dan Musium Bung Karno di Kota Blitar. Kelas CBT mata pelajaran Sejarah jenjang SMK mengunjungi Ringin Lawang, Candi Tikus, Musium Trowulan di Mojokerto. Kelas CBT mata pelajaran Antropologi jenjang SMA mengunjungi Gunung Kawi. Sedangkan kelas CBT mata pelajaran Geografi jenjang SMA melaksanakan PPL di Coban Rondo dan Eco Green Park Kota Batu. Menurut salah seorang fasilitator CBT Kelas Geografi, Andik Suwastono, M.Pd., alasan pemilihan Coban Rondo sebagai lokasi PPL CBT Geografi adalah karena topografinya memenuhi untuk kegiatan praktek. Tempat itu mewakili beberapa mata diklat. Misalnya: Biosfer, litosfir, hidrosfir, pemetaan. Semua dapat dipraktekkan di Coban Rondo. Dari segi topografi, ketinggian, cuaca, flora fauna, hidrologi juga memenuhi. “Supaya beberapa mata diklat bisa dipraktekkan di lapangan.” Satu tempat lagi tempat PPL CBT Geografi adalah di Eko green park. Di sana peserta diajak untuk mengidentifikasi media media geografi, misalnya simulasi gempa bumi, tsunami. Dalam PPL, peserta tidak hanya sekedar wisata refreshing tetapi sambil belajar. PPL CBT Geografi bertujuan membawa guru untuk mengidentifikasi media-media yang dapat digunakan dalam pembelajaran Geografi. Secara umum, kegiatan PPL bertujuan agar peserta dapat berlatih menggali informasi melalui wawancara dan mendapatkan pengalaman langsung mengenai suatu topik yang sedang dipelajari. Dengan metode tanya jawab kepada narasumber dan pengamatan, langsung, diharapkan peserta pelatihan dapat mengidentifikasi data yang berhubungan dengan topik tersebut. Melalui PPL, peserta juga diharapkan akan mempunyai kemampuan merencanakan, menyiapkan, melaksanakan dan melaporkan hasil PPL. PPL merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competent Based Training/CBT). CBT merupakan salah satu pelatihan yang diselenggarakan oleh PPPPTK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, PPPPTK PKn dan IPS kembali menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competance Based Training, CBT) Tahun 2015 tahap 3 mulai tanggal 27 April sampai dengan 6 Mei 2015. Kali ini peserta yang diundang adalah guru-guru SMA Mata Pelajaran Geografi dan Antropologi, serta guru-guru SMK Mata Pelajaran Sejarah dan PPKn. Total guru yang diundang sebanyak 140 orang dari 34 propinsi seluruh Indonesia. Guru-guru tersebut telah mengikuti Ujian Kompetensi Guru (UKG) pada tahun 2013 dengan kriteria tertentu. Kegiatan CBT merupakan upaya yang dilakukan oleh PPPPTK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Harapan dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi peserta sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan standar pendidikan nasional [rv]. (Foto: Dokumentasi Pribadi WI Dept. Geografi)
11.05.15 08:59  |   Si Data & Informasi

CBT Geografi SMA, Bukan Sekedar Diklat Klasikal Biasa

PPPPTK PKn dan IPS kembali menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competance Based Training, CBT) tahun 2015 tahap III pada tanggal 27 April sampai dengan 6 Mei 2015. Salah satu pelatihan tersebut ditujukan bagi guru mata pelajaran Geografi jenjang SMA. Yang istimewa dari pelatihan ini adalah komposisi materi yang diberikan lebih banyak materi profesional. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalitas peserta sebagai guru geografi SMA. Hal ini seiring dengan tujuan CBT yaitu untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Dalam pelaksanaannya, kegiatan CBT menggunakan strategi pendekatan belajar konstruktivisme dan andragogi. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode diskusi, studi kasus, penugasan, ceramah, kerja kelompok, peer teaching, dan presentasi. Menurut salah satu fasilitator CBT dari Departemen Geografi PPPPTK PKn dan IPS, Dra. Deti Hendarni M.S.Ed, setiap Mata Latih pada kelas CBT Geografi disampaikan dengan metode yang berbeda-beda. Hal ini dalam rangka menyelaraskan antara materi pelatihan dengan metode penyampaian. Sebagai contohnya, untuk materi Filsafat digunakan metode “Dua Tamu Dua Tinggal”. Materi Sumber Daya Alam disampaikan kepada peserta dengan metode “Pencapaian Konsep”. Materi Penginderaan Jauh menggunakan metode “Demonstrasi”. Lebih jauh  Deti Hendarni  memaparkan, PPPPTK PKn dan IPS sebagai salah satu lembaga pengembang profesi guru yang di dalamnya juga terdapat pedagogik. Ketika guru mengajarkan suatu materi kepada siswa, guru tersebut tidak bisa lepas dari metode. Oleh karena itu, selain penguasaan materi mata pelajaran Geografi, guru Geografi juga harus menguasai metode mengajar. “Kami memberikan contoh penggunaan berbagai metode mengajar melalui proses kami menyampaikan materi di kelas CBT. Sehingga ketika proses pembelajaran materi Pedagogik, peserta CBT Geografi sudah punya pengalaman. Disitulah kami selaku fasilitator lebih mudah mengupasnya. Karena peserta telah mengalami sendiri. Peserta lebih mudah mengerti. Jauh lebih efektif daripada mengajar hanya melalui penjelasan dan diskusi. Dengan begitu di proses pedagogik kami tidak mengalami kesulitan.” Menurut Andik Suwastono M.Pd., widyaiswara yang juga menjadi fasilitator CBT Geografi, pada setiap pelatihan guru  mata pelajaran Geografi, Departemen Geografi telah memiliki prosedur operasional standar. Baik itu standarisasi materi presentasi maupun lembar kerja. Setiap mata latih akan diantarkan dengan metode tertentu, dengan media yang sesuai, termasuk fasilitatornya pun telah disesuaikan dengan kompetensi masing-masing widyaiswara di departemen tersebut. Masih menurut Andik Suwastono, dalam diklat CBT mata pelajaran Geografi, narasumber/fasilitator diklat juga memaksimalkan penggunaan media. Tidak selamanya mempelajari Geografi harus lebih banyak di kelas. “Kita lebih banyak mengemas pembelajaran Geografi sebagai suatu pembelajaran yang menarik. Jadi tidak hanya tatap muka di kelas. Kita juga praktek di lapangan. Selain itu, guru juga dilatih bagaimana menggunakan media. Terutama media yang sederhana.” Selama ini ada kesan bahwa mengajar Geografi harus melalui media-media yang mahal, sulit dicari dan tidak terjangkau. Dalam CBT Geografi, guru dilatih bagaimana menggunakan media dari bahan yang ada yang sesuai dengan lingkungan sekitar. Sehingga, tidak ada alasan guru tidak bisa melakukan pembelajaran karena keterbatasan media. Keistimewaan lain dari CBT Geografi adalah, peserta diajak mengalami langsung (praktek) menggunakan alat-alat. Misalnya setelah peserta menerima materi tentang Kartografi/Pemetaan selanjutnya peserta diberikan tugas mengaplikasikan di lapangan. Bagaimana cara membuat peta sederhana yang nanti bisa diimplementasikan di tempat mengajar. Membuat denah kantor, cara mengukur ketinggian suatu tempat, kemiringan, dsb. Demikian juga dengan Materi Penginderaan Jauh. Setelah mempelajari materi tersebut peserta belajar menginterpretasi foto udara. Kemudian pada Materi Cuaca/Iklim, peserta dilatih cara melakukan pengumpulan data suhu, kecepatan angin, dsb. Pada akhirnya, data-data yang telah dikumpulkan tsb dibuatkan profil pada sehelai kertas. Kemudian data-data yang sudah diperoleh dituangkan di sana. Tugas tersebut merupakan produk akhir diklat. Banyak kesan positif yang ditangkap oleh para fasilitator/narasumber CBT Geografi kali ini. Peserta yang merupakan guru-guru Geografi jenjang SMA dari 34 provinsi seluruh Indonesia tersebut memiliki semangat tinggi untuk belajar. Mayoritas peserta mengaku jarang mengikuti diklat untuk meningkatkan kompentensi dan keprofesionalan mereka seperti yang dilatihkan dalam CBT [rv]. (Foto: Dokumentasi Pribadi Widyaiswara Departemen Geografi)
11.05.15 08:57  |   Si Data & Informasi

Sambutan Mendikbud dalam Rangka HARDIKNAS 2 Mei 2015

Di hari yang berbahagia ini, kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih, kita panjatkan puji dan syukur. Atas   izin, rahmat, dan   karunia-Nya,   kita   semua berkesempatan untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional ini. Di Hari Pendidikan ini, atas nama pemerintah, izinkan saya menyampaikan apresiasi pada semua pihak, pada semua pelaku pendidikan dimanapun berada, yang telah ambil peran aktif untuk  mencerdaskan saudara  sebangsa. Untuk  para  pendidik  di  semua jenjang, yang telah bekerja keras membangkitkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia  berkarakter  mulia, yang  mampu meraih  cita-cita  dan menjadi  pembelajar sepanjang hidup, terimalah salam hormat dan apresiasi dari kita semua. Bapak, Ibu dan Hadirin yang mulia, Republik   tercinta   ini   digagas   oleh   anak-anak   muda   terdidik   dan   tercerahkan. Pendidikan telah membukakan mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah negeri Bhineka yang modern. Sebuah negara yang berakarkan adat dan budaya bangsa nusantara,  beralaskan  semangat  gotong  royong,  tapi tetap   mengedepankan  dan menumbuh kembangkan prinsip kesejajaran   dan   kesatuan   sebagi   sebuah negara modern. Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan, dan menguatkan pilar ketahanan moral. Persinggungan dengan pendidikanlah yang telah memungkinkan  para  perintis  kemerdekaan untuk memiliki  gagasan besar  yang melampaui  zamannya.  Gagasan  dan  perjuangan yang  membuat  Indonesia  dijadikan sebagai rujukan  oleh  bangsa-bangsa  di  Asia  dan  di  Afrika.  Dunia  terpesona  pada Indonesia, bukan saja karena keindahan alamnya, atau keramahan penduduknya, atau keagungan budayanya, tetapi juga karena deretan orang-orang terdidiknya yang berani mengusung ide-ide terobosan dengan ditopang pilar moral dan intelektual. Indonesia adalah negeri penuh berkah. Di tanah ini, setancapan ranting bisa tumbuh menjadi pohon yang rindang. Alam subur, laut melimpah, apalagi bila melihat mineral, minyak, gas, hutan dan semua deretan kekayaan alam. Indonesia adalah wajah cerah khatulistiwa. Namun kita  semua  harus  sadar  bahwa  asset  terbesar  Indonesia  bukan tambang, bukan gas, bukan minyak, bukan hutan ataupun segala macam hasil bumi; asset  terbesar  bangsa  ini  adalah  manusia  Indonesia. Tanggung  jawab  kita  sekarang adalah mengembangkan kualitas manusia Indonesia. Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa.  Jangan sesekali kita mengikuti jalan berpikir kaum kolonial di masa lalu. Fokus mereka, kaum kolonial itu, adalah pada kekayaan alam saja dan tanpa peduli pada kualitas manusianya. Kaum kolonial memang datang untuk mengeruk dan menyedot isi bumi Nusantara, menguras hasil bumi Nusantara karena itu mereka peduli dan tahu persis data kekayaan alam kita, tetapi mereka tak pernah peduli dengan kualitas manusia di Nusantara. Kini kita sudah 70 tahun merdeka. Kemerdekaan itu bukan hanya untuk menggulung kolonialisme, melainkan juga untuk menggelar kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jangan sampai kita hanya tahu tentang kekayaan alam tetapi tidak tahu kualitas manusia di negeri kita. Kita harus berkonsetrasi pada peningkatan dan pengembangan kualitas manusia. Kita tidak boleh mengikuti jalan berpikir kaum kolonial  yang  terfokus  hanya  pada  kekayaan  alam tetapi  melupakan  soal  kualitas manusia. Mari  kita  jawab,  tahukah  kita  berapa  jumlah  sekolah,  jumlah  guru,  jumlah  siswa, jumlah  perguruan  tinggi  di  daerah  kita?  Tahukah  kita  berapa banyak anak-anak  di wilayah kita yang terpaksa putus sekolah? Tahukah kita tentang kondisi guru-guru di sekolah yang mengajar anak-anak kita? Tahukah kita tentang tantangan yang dihadapi oleh kepala sekolah dan guru untuk memajukan sekolahnya? Lebih jauh lagi, berjuta jumlahnya putra-putri Indonesia yang kini telah berhasil meraih kesejahteraan. Pada kita yang telah sejahtera itu, jelas terlihat bahwa pendidikan adalah hulunya.  Karena  pendidikanlah  maka  terbuka  peluang  untuk hidup  lebih  baik. Pendidikan itu seperti tangga berjalan yang mengantarkan kita meraih kesejahteraan yang  jauh  lebih baik.  Pertanyaannya,  sudahkah  kita  menengok  sejenak  pada  dunia pendidikan yang telah mengantarkan kita sampai pada kesejahteraan yang lebih baik? Pernahkah  kita  mengunjungi  sekolah  kita  dulu?  Pernahkah  kita  menyapa,  bertanya kabar dan kondisi, serta berucap terima kasih pada guru-guru yang mendidik kita dulu? Pernahkah kita menyapa kembali dan menyampaikan terima kasih pada dosen-dosen kita? Bagi  kita  yang  kini  berkiprah  di  luar  dunia  pendidikan,  mari  kita  luangkan perhatian.  Mari  ikut  terlibat  memajukan  pendidikan.  Mari  kita  ikut  iuran  untuk membuat generasi anak-anak kita bisa meraih yang jauh lebih baik dari yang berhasil diraih  generasi  ini.  Dan,  iuran  paling  mudah  adalah kehadiran. Datangi  sekolah, datangi guru, datangi anak-anak pelajar lalu terlibat untuk berbagi, untuk menginspirasi dan terlibat untuk ikut memajukan dunia pendidikan kita. Bapak, Ibu dan Hadirin yang berbahagia, Wajah masa depan kita berada di ruang-ruang kelas. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa tanggung-jawab membentuk masa depan itu hanya berada di pundak pendidik dan  tenaga  kependidikan  di  institusi  pendidikan.  Secara  konstitusional, mendidik adalah tanggung jawab negara namun secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap  orang  terdidik. Mengembangkan  kualitas  manusia  Indonesia harus  dikerjakan sebagai  sebuah  gerakan  bersama. Semua harus ikut  peduli,  bahu  membahu,  saling sokong dan topang untuk memajukan kualitas manusia Indonesia lewat pendidikan. Oleh karena itu, Bapak, Ibu dan Hadirin sekalian, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun  ini  kita  mengambil  tema  ‘Pendidikan sebagai  Gerakan  Pencerdasan  dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’. Kata kunci dari tema tersebut adalah “Gerakan”. Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar  kolektif  seluruh  bangsa. Karena  itu  pendidikan  tidak  bisa  dipandang  sebagai sebuah program semata. Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat. Kita mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa: masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis  peduli,  dan  ormas/LSM  mengorganisasi.  Berbeda  dengan sekadar  “program” yang perasaan  memiliki atas  kegiatan hanya  terbatas  pada para pelaksana  program, sebuah  “gerakan”  justru  ingin  menumbuhkan  rasa memiliki  pada  semua  kalangan. Mari  kita  ajak semua  pihak untuk merasa  peduli, untuk merasa  memiliki atas problematika  pendidikan  agar  semua bersedia menjadi  bagian  dari ikhtiar  untuk menyelesaikan problematika itu. Gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter Pancasila adalah sebuah ikhtiar   mengembalikan kesadaran   tentang   pentingnya karakter   Pancasila   dalam pendidikan kita. Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi  peserta  didik  agar  menjadi  manusia  yang  beriman,  bertaqwa ke pada  Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Itulah karakter Pancasila yang menjadi tujuan Pendidikan Nasional kita. Menumbuh kembangkan  potensi  anak  didik  seperti  itu  memerlukan  karakteristik pendidik  dan  suasana  pendidikan  yang  tepat.  Disinilah  Bapak,  Ibu  dan  Hadirin sekalian, peringatan   Hari   Pendidikan   Nasional   menjadi   amat   relevan   untuk mengingatkan   kembali   tentang   karakteristik   pendidik   dan   suasana   pendidikan. Peringatan hari pendidikan tak bisa lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara, yang pada tanggal 2 Mei adalah hari kelahiran Bapak Pendidikan Indonesia itu. Ki Hadjar Dewantara menyebut sekolah dengan istilah “Taman”. Taman adalah tempat belajar  yang  menyenangkan.  Anak  datang  ke  taman  dengan  senang  hati,  berada  di taman juga dengan senang hati dan pada saat harus meninggalkan taman maka anak akan merasa berat hati. Pertanyaannya, sudahkah sekolah kita menjadi seperti taman? Sudahkah sekolah kita mejadi tempat belajar yang menyenangkan? Sekolah menyenangkan memiliki berbagai karakter, diantaranya adalah; sekolah yang melibatkan semua komponennya, baik guru, orang tua, siswa dalam proses belajarnya; sekolah    yang    pembelajarannya    relevan    dengan    kehidupan;    sekolah    yang pembelajarannya  memiliki  ragam  pilihan dan tantangan,  dimana  individu  diberikan pilihan  dan  tantangan  sesuai  dengan  tingkatannya;  sekolah  yang  pembelajarannya memberikan makna jangka panjang bagi peserta didiknya. Di hari Pendidikan Nasional ini, mari kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana  belajar  yang  membuat  para  pendidik  merasakan  mendidik  sebagai  sebuah kebahagiaan.  Sebuah  wahana  belajar  yang  membuat  para  peserta  didik  merasakan belajar   sebagai   sebuah   kebahagiaan.   Pendidikan   sebagai   sebuah   kegembiraan. Pendidikan  yang  menumbuh kembangkan  potensi  peserta  didik  agar  menjadi  insan berkarakter Pancasila. Ikhtiar besar kita untuk pendidikan ini hanya akan bisa terwujud bila kita semua terus bekerja  keras  dan makin membuka  lebar-lebar  partisipasi  masyarakat  untuk  terlibat aktif  dalam  pendidikan.  Mulai  hari  ini  kita  harus  mengubah  perspektif,  bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah juga tanggung jawab kita semua. Mari kita teruskan kerja keras, kerja bersama dan kerja sama ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, selalu membimbing kita agar dapat meraih dan melampaui cita-cita bangsa kita tercinta. Selamat Hari Pendidikan Nasional, jayalah Indonesia. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh   Jakarta, 2 Mei 2015 Anies Baswedan   [link sumber: Kemikbud.go.id]
06.05.15 08:54  |   Si Data & Informasi

Sosialisasi Diklat Interaksi Online

PPPPTK PKn dan IPS – Kota Batu, pada tanggal 28 Mei 2015 menyelenggarakan Sosialisasi Diklat Interaksi Online (DIO) kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota yang akan terlibat dalam kegiatan uji coba DIO. Turut diundang pula operator PADAMU, penanggung jawab Pusat Belajar (PB) dan petugas administrasi (admin) PB. Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menyamakan persepsi mengenai pelaksanaan uji coba DIO sekaligus verifikasi data calon peserta. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat (KAPUS) PPPPTK PKn IPS, bapak Dr. Sumarno. Turut hadir pula pejabat Eselon III dan IV di lingkungan PPPPT PKn dan IPS. Dalam kesempatan tersebut, KAPUS memaparkan latar belakang munculnya Diklat Online DIO. Terdapat kesenjangan (gap) yang sangat besar antara daya tampung PPPPTK dengan jumlah guru. Indonesia memiliki sekitar 3 juta guru dan kepala sekolah yang harus senantiasa ditingkatkan kompetensinya seiring dengan perkembangan jaman secara berkelanjutan. Diperlukan terobosan baru untuk dapat mempercepat banyaknya jumlah guru yang dididik dan dilatih secara berkesinambungan namun dengan anggaran yang efisien. Pendidikan dan Pelatihan secara Online menjadi salah satu pilihan seiring dengan pesatnya perkembangan Teknologi dan Informasi (TIK). Harapan yang ingin dicapai dari kegiatan sosialisasi ini adalah kelulusan peserta DIO 100%. Dengan peran serta aktif dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, diharapkan guru yang menjadi peserta DIO menjadi lebih aktif dan antusias mengikuti diklat online sampai tuntas. Untuk mengatasi permasalahan guru yang kurang memiliki kemampuan di bidang TIK, disediakan operator/admin disetiap Pusat Belajar (PB) yang bertugas memfasilitasi/membantu peserta, misalnya pada saat mengunduh bahan ajar, melaksanakan video conference maupun mengunduh lembar kerja dan menunggah tugas-tugas. Pusat Belajar (PB) adalah sekolah yang memenuhi kriteria dari segi fasilitas dan ditunjuk oleh PPPPTK dan disetujui Dinas Pendidikan Kab/Kota. Kedepannya diharapkan para guru dapat mandiri mulai dari pendaftaran kepesertaan, diskusi online, pengunduhan bahan ajar/lembar kerja, pengunggahan tugas-tugas hingga mampu mengakses teknologi/software video conference sendiri.
30.04.15 08:52  |   Si Data & Informasi

Meningkatkan Standar Kompetensi Guru Indonesia melalui CBT

Salah satu materi yang disampaikan kepada peserta dalam Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competance Based Training, CBT) 2015 Tahap III adalah materi mengenai Standar Kompetensi Guru. Dalam kesempatan tersebut Dr. Sumarno selaku nara sumber menyampaikan bahwa untuk menjadi guru yang professional maka paling tidak guru harus memiliki 5 hal yaitu: kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik, sehat jasmani & rohani, serta kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional Dalam paparannya, Dr. Sumarno juga menyampaikan mengenai kompetensi yang harus dimiliki guru selaku agen pembelajaran. Setidaknya guru harus memiliki 4 kompetensi, yang terdiri dari: Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Kepribadian, Kompetensi Sosial, Kompetensi Profesional. Menurut UU No. 14/2005 tentang Guru dan Dosen, Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Kompetensi guru dapat dimaknai sebagai kebulatan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung jawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran. Setiap anak di Indonesia memiliki hak yang sama untuk dididik oleh guru-guru yang professional. Untuk itulah maka guru tidak boleh segan untuk terus belajar guna meningkatkan kompetensi. Kegiatan CBT merupakan upaya yang dilakukan oleh PPPPTK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. CBT 2015 tahap 3 mulai diselenggarakan pada tanggal 27 April sampai dengan 6 Mei 2015. Kali ini peserta yang diundang adalah guru-guru SMA Mata Pelajaran Geografi dan Antropologi, serta guru-guru SMK Mata Pelajaran Sejarah dan PPKn. Total guru yang diundang sebanyak 140 orang dari 34 propinsi seluruh Indonesia. Guru-guru tersebut telah mengikuti Ujian Kompetensi Guru (UKG) pada tahun 2013 dengan kriteria tertentu. Harapan dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi peserta sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan standar pendidikan nasional.
30.04.15 08:46  |   Si Data & Informasi

Pembukaan Competance Based Training Tahap III 2015

PPPPTK PKn dan IPS kembali menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competance Based Training, CBT). Kali ini peserta yang diundang adalah guru-guru SMA Mata Pelajaran Geografi dan Antropologi, serta guru-guru SMK Mata Pelajaran Sejarah dan PPKn. Total guru yang diundang sebanyak 140 orang dari 34 propinsi seluruh Indonesia. Guru-guru tersebut telah mengikuti Ujian Kompetensi Guru (UKG) pada tahun 2013 dengan kriteria tertentu. CBT Tahap 3 ini diselenggarakan selama 10 hari mulai tanggal 27 April sampai dengan 6 Mei 2015. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat (KAPUS) PPPPTK PKn IPS, bapak Dr. Sumarno, bertempat di Aula gedung Krakatau Kampus PPPPTK PKn IPS. Beliau berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan waktu dan fasilitas yang ada untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Antropologi, PPKn, Geografi dan Sejarah adalah ilmu pengetahuan yang sangat penting karena dapat menjadi perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). PPPPTK PKn dan IPS menyediakan fasilitas asrama, ruang kelas dan narasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu Widyaiswara dan Pejabat Struktural serta dosen dari Universitas Negeri Malang. Pada kesempatan itu, KAPUS juga menyampaikan kepada peserta untuk menjaga stamina dan kebugaran selama diklat. Peserta dapat memanfaatkan kesejukan udara kota Batu di pagi hari untuk berolah raga dengan bersenam pagi bersama, jalan sehat maupun lari pagi di area kampus PPPPTK PKn dan IPS. Kegiatan CBT merupakan upaya yang dilakukan oleh PPPPTK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Secara khusus, CBT bertujuan agar peserta dapat memahami materi keilmuan sesuai mata pelajaran masing-masing. Peserta juga diharapkan mampu mengimplementasikan materi pembelajaran dan mampu melakukan penelitian tindakan kelas. Pelaksanaan kegiatan CBT menggunakan strategi pendekatan belajar konstruktivisme dan andragogi. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode diskusi, studi kasus, penugasan, ceramah, kerja kelompok, peer teaching, dan presentasi. Harapan dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi peserta sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan standar pendidikan nasional.
30.04.15 08:45  |   Si Data & Informasi

Rakor Program Tahun Anggaran 2015

Rapat koordinasi antar-PPPPTK terkait peraturan, kebijakan,serta program tahun anggaran 2015 sukses diselenggarakan melalui pleno selama tiga hari mulai 15 sampai dengan 17 April 2014, di PPPPTK PKn dan IPS. Rakor ini dihadiri oleh staf khusus Kemendikbud, Ir. Ahmad Rizali, M.Sc., pejabat eselon II dan III PPPPTK, LPPKS, dan LPPPTK-KPTK (Kepala, Kabag Umum, Kabid, Kasubbag, Kasi), dan dibuka langsung oleh Kepala Badan PSDMPK dan PMP, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., Rabu (15/04/2015). Dalam arahannya, Bapak Syawal Gultom menyampaikan beberapa poin penting, antara lain tentang perlunya mengubah cara pandang kita untuk melihat konten/isi dalam mata pelajaran yang telah ada. Beliau menekankan bahwa setiap mata pelajaran hendaknya tidak hanya diberikan kepada anak didik sebagai sebuah ilmu pengetahuan, tetapi juga yang paling penting adalah perlu dipikirkan mengenai nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya yang dapat diserap dan diteladani oleh anak didik. Nilai-nilai positif (karakter bangsa) yang ada tersebut diharapkan bisa tumbuh di masing-masing PPPPTK sehingga PPPPTK bisa menjadi teladan bagi penanaman nilai-nilai positif yang ada dalam dunia pendidikan. Terkait dengan kegiatan di tahun 2015, beliau juga menegaskan bahwa tiap PPPPTK diharapkan dapat mengembangkan dan mengemas materi pembelajaran/pelatihan menjadi materi yang up to date menghadapi tantangan global. Setelah materi dikemas dengan baik dan memiliki nilai-nilai yang bisa diamalkan, berikutnya adalah perlunya mengemas materi itu agar guru dapat menyampaikan materi/mengajar kepada anak didiknya dengan baik, dengan indikator keberhasilan: “Guru telah mulai menjadi model nilai-nilai pendidikan.” Sementara itu, Bapak Ahmad Rizali dalam paparannya mengingatkan kembali kepada semua peserta rakor mengenai Rencana Strategis Kemendikbud 2015 -2019, yaitu “Terbentuknya insan serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan berlandaskan gotong royong.” Beliau menggarisbawahi kata “insan”, “ekosistem pendidikan dan kebudayaan”, “berkarakter”, dan “gotong royong”. Visi ini menekankan pada penanaman nilai-nilai yang berasal dari lingkungan pendidikan yang kondusif dan berkarakter serta mampu memberikan teladan nilai-nilai pendidikan yang baik. Pada rakor ini, dicanangkan pula program penghijauan di kampus PPPPTK PKn dan IPS yang diawali dengan penanaman tanaman anggur pohon di depan Gedung Pusat (Gedung Semeru) oleh Bapak Syawal dan Bapak Ahmad Rizali disaksikan oleh seluruh peserta rakor dan pegawai PPPPTK PKn dan IPS. Setelah seluruh acara terselesaikan, kegiatan ditutup secara resmi oleh Kepala PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno, dengan harapan bahwa koordinasi antar-PPPPTK perlu dilaksanakan terus, mengingat setiap saat selalu ada perkembangan kebijakan atau peraturan terkait dengan pelaksanaan program di masing-masing PPPPTK. Tak lupa beliau menyampaikan ucapan terima kasih dan permohonan maaf atas semua layanan yang telah diberikan, dengan harapan semoga di masa datang bisa ditingkatkan. (Nasikh/Cahyo)
27.04.15 08:42  |   Si Data & Informasi

Workshop Pengembangan Kelas Online

Pada tanggal 8 sampai 10 April 2015, SEAMEO Regional Open Learning Centre (SEAMOLEC) menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk “Workshop and Seminar on SEA Online Course Development”. Kegiatan diselenggarakan di gedung SEAMOLEC kompleks Universitas Terbuka Tangerang Selatan. Selama 3 hari, peserta pelatihan yang terdiri dari spesialis konten dan teknisi TIK dari PPPPTK dan sub organisasi SEAMEO diajak untuk mempelajari bagaimana mengembangkan kelas online. Peserta diperkenalkan dengan lingkungan pembelajaran online berbasis media sosial (social learning network) Edmodo. Berdasarkan pengalaman SEAMOLEC, Edmodo memiliki keunggulan dari sisi kemudahan penggunaan karena sangat mirip dengan media sosial facebook. Selain itu, dari tahun ketahun terjadi tren peningkatan jumlah pengguna Edmodo di Indonesia. Saat ini Indonesia menempati peringkat ke 2 (di luar Amerika Serikat) dengan jumlah pengguna Edmodo terbesar di dunia, setelah Australia. Dalam kegiatan tersebut, peserta workshop juga difasilitasi untuk dapat menggunakan ruang rapat maya (virtual meeting room) menggunakan Cisco WebEx. Kegiatan ini merupakan langkah awal menuju Masive Online Training and Workshop 2015 yang digagas oleh SEAMOLEC. Ide dasarnya adalah mensinkronkan dan mensinergikan pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang diselenggarakan oleh PPPPTK melalui jaringan diklat online. PPPPTK PKn dan IPS selaku salah satu unit pelaksana teknis Program Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan bidang Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial, menyambut baik gagasan SEAMOLEC tersebut. Hal ini dilatarbelakangi oleh kesadaran bahwa jumlah guru di Indonesia sangatlah banyak mencapai lebih dari 3 juta orang. Jika hanya terus mengandalkan diklat reguler tatap muka maka akan diperlukan waktu yang sangat lama untuk dapat mencapai target kompetensi yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara itu di sisi lain, diklat online memiliki potensi yang sangat besar sebagai sarana diklat masif untuk meningkatkan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Dalam satu kali penyelenggaraan diklat, peserta yang dapat tertampung bisa mencapai ratusan bahkan ribuan. Peserta belajar mandiri, berdiskusi dengan sesama peserta secara online dan sesekali dapat berkonsultasi dengan fasilitator secara online pula. Pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi dan akomodasi peserta diklat, cukup menyediakan fasilitas internet yang memadai. Selain itu, baik peserta maupun fasilitator dapat mengatur sendiri kapan waktu mengakses kelas maya (virtual class). Apabila diperlukan pembelajaran dengan metode synchronous, dapat dilakukan dengan media video conference maupun percakapan online (online chatting).
22.04.15 08:39  |   Si Data & Informasi

Rapat Anggota Tahun (RAT) KPRI Sejahtera 2015

Pada tanggal 30 Maret 2014, bertempat di Aula Gedung Krakatau, KPRI “Sejahtera” mengadakan Rapat Anggota Tahunan (RAT). KPRI “Sejahtera” merupakan badan hukum yang didirikan untuk menaungi kegiatan perkoperasian di lingkungan PPPPTK PKn dan IPS. Selain anggota koperasi, pengurus, dan pengawas KPRI “Sejahtera”, RAT tahun 2015 ini dihadiri juga oleh perwakilan pengurus PKPRI dan perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang. RAT dipimpin oleh ketua KPRI “Sejahtera”, bapak Dr. H.B Suparlan. RAT menyepakati dipilihnya Radian Sri Rama, S.E., MSA.,Ak sebagai pengawas menggantikan Yudi Setianto, M.Pd. yang telah menyelesaikan masa baktinya (2012-2014). Selain itu, dipilih pula secara aklamasi, Antonia Shanti Puspita, S.Pd.,M.Si. sebagai Bendahara menggantikan Dra. Hj. Ariani, M.Pd. yang sebentar lagi beliau akan pensiun. Kepada pengurus dan pengawas KPRI yang telah purna tugas, diucapkan terimakasih atas dedikasinya dalam mengemban amanah tugas dan memajukan KPRI “Sejahtera”. Kepada pengurus dan pengawas baru diharapkan melanjutkan program-program KPRI “Sejahtera” dan juga meningkatkan menjadi lebih baik lagi. Menurut arahan dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, untuk menjadi pengurus dan pengawas koperasi diperlukan kejujuran, kemauan meluangkan waktu, kemauan kerjasama dan kreatifitas. Dalam RAT tersebut juga disahkan notula, laporan pertanggung jawaban pengurus, laporan badan pengawas dan juga mendengarkan saran masukkan dari anggota. Acana ditutup dengan pembagian doorprize.
02.04.15 05:20  |   Si Data & Informasi

Suasana Kelas Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II 2015

PPPPTK PKn IPS - Kota Batu. Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competence Based Training, CBT) merupakan upaya yang dilakukan oleh PPPPTK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Sesuai dengan jadwal CBT tahun 2015 yang telah dipublikasikan sebelumnya (disini), selama 10 hari mulai tanggal 27 Maret 2015 hingga tanggal 5 April 2015, PPPPTK PKn dan IPS menyelenggarakan CBT tahap 2. Peserta pelatihan adalah guru-guru dari 34 propinsi seluruh Indonesia. Peserta yang hadir guru Mapel PPKn jenjang SMA sebanyak 24 orang. Guru mapel Ekonomi jenjang SMA 29 orang. Guru Sekolah Dasar sebanyak 53 orang. Pelaksanaan kegiatan CBT menggunakan strategi pendekatan belajar konstruktivisme dan andragogi. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode diskusi, studi kasus, penugasan, ceramah, kerja kelompok, peer teaching, dan presentasi. Harapan dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi peserta sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan standar pendidikan nasional.
02.04.15 05:19  |   Si Data & Informasi

Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II 2015

Pada 27 Maret 2015 telah dimulai kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competence Based Training, CBT) tahap II Tahun 2015. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi PPPPTK PKn dan IPS, Bapak Drs. H. Subandi, M.M di aula gedung Krakatau. Sesuai dengan jadwal CBT tahun 2015 yang telah dipublikasikan sebelumnya (disini), selama 10 hari hingga tanggal 5 April 2015 mendatang, PPPPTK PKn dan IPS menyelenggarakan pelatihan untuk guru SMA mata pelajaran PPKn dan Ekonomi. Serta, pelatihan Tematik untuk guru-guru SD. Peserta berasal dari 34 propinsi seluruh Indonesia.
02.04.15 05:17  |   Si Data & Informasi

Sosialisasi Own Cloud

Seksi Data dan Informasi (DAI) bekerja sama dengan PT. Aplika Nusa Lintasarta Area Jawa Timur menyelenggarakan sosialisasi OwnCloud kepada jajaran staff Bidang Program & Informasi serta staff Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi pada hari Kamis 26 Maret 2015. OwnCloud adalah salah satu perangkat lunak (software) berbasis web yang dapat digunakan untuk mengelola kegiatan berbagi file (file sharing). Dengan software ini, pengguna dapat melakukan upload, sharing dan download data dengan relatif lebih mudah. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenalkan peserta sosialisasi dengan lingkungan Owncloud. Peserta dibimbing agar dapat menggunakan software ini untuk mempermudah pekerjaan mereka.
02.04.15 05:16  |   Si Data & Informasi

Inhouse Training Jaringan Komputer

Untuk meningkatkan kualitas layanan internet di PPPPTK PKn dan IPS, selain peningkatan kecepatan bandwidth diperlukan juga pengelolaan (management) bandwidth yang baik. Oleh karena itu, Seksi Data dan Informasi (DAI) bekerja sama dengan PT. Aplika Nusa Lintasarta Area Jawa Timur, menyelenggarakan Inhouse Training (IHT) Jaringan Komputer selama 3 hari, pada tanggal 24 sampai dengan 26 Maret 2015. IHT dibuka oleh Kepala Bagian Program dan Informasi, Bapak Drs. Djoko Winarjanto, M.M. Peserta IHT adalah staf pengelola Sistem Informasi dan Jaringan. Tujuan IHT tersebut adalah memfasilitasi Pengelola Sistem Informasi dan Jaringan di PPPPTK PKn IPS agar dapat meningkatkan kemampuan (skill) mereka dalam penggelolaan bandwidth internet dan mengevaluasi Local Area Network (LAN) yang ada saat ini serta merencanakan pengembangan jaringan. Saat ini, hampir semua aplikasi pemerintahan menggunakan sistem online sehingga semua PNS di lingkungan PPPPTK PKn IPS memerlukan layanan internet. Misalnya Unit Layanan Pengadaan (ULP) memerlukan akses ke laman e-katalog dan aplikasi SIRUP LKPP. Bagian kepegawaian memerlukan akses ke SIMPEG. Bagian keuangan perlu mengakses Sistem Informasi Keuangan dan pemesanan tiket pesawat online. Masing-masing PNS juga memiliki kewajiban melakukan upload bukti Sasaran Kerja Pegawai (SKP) harian secara online. Akses internet yang cepat dan stabil sangat diperlukan untuk memperlancar penyelesaian pekerjaan. Pengelolaan bandwidth yang baik merupakan salah satu kunci memberikan layanan internet yang nyaman dan reliable bagi pengguna. Kegiatan ditutup oleh Kepala Seksi Data dan Informasi, bapak Drs. Harnoko, M.Pd. Dalam penutupannya beliau berpesan supaya pengelola Sistem Informasi dan Jaringan dapat mengimplementasikan hasil pelatihan untuk meningkatkan kualitas layanan jaringan internet di PPPPTK PKn IPS.
02.04.15 05:15  |   Si Data & Informasi

Semua Peserta CBT 2015 Tahap I Dinyatakan Lulus

PPPPTK PKn IPS – Kota Batu, Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competent Based Training/CBT) tahun 2015 tahap I telah selesai. Kegiatan penutupan dilaksanakan di aula gedung Krakatau Kampus PPPPTK PKn pada tanggal 25 Maret 2015 oleh Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi, Drs. H. Subandi, M.M. Dalam acara penutupan tersebut disampaikan hasil pelatihan. Sebanyak 26 orang guru mata pelajaran IPS jenjang SMP dinyatakan lulus. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik: 1. Sony Karsono, M.Pd dari SMP Negeri 3 Peterongan Kab. Jombang Jawa Timur 2. Lanjar, M.Pd. dari SMP Negeri 10 Kota Serang Banten 3. Ni Nengah Sutasini, S.Pd. dari SMP Negeri 3 Gianyar Kab Gianyar Bali Untuk mata pelajaran PPKn jenjang SMP, sebanyak 26 orang dinyatakan lulus. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik: 1. Mayani, S.Pd dari SMP Negeri 1 Singkawang Kota Singkawang Kalimantan Barat 2. Marsudi, S.Pd dari SMP Negeri 2 Candipuro Kab. Lampung Selatan Lampung 3. Yudarini Probowati, S.Pd. dari SMP Nasional Kota Malang Jawa Timur Untuk mata pelajaran Sejarah jenjang SMA, sebanyak 31 orang dinyatakan lulus. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik: 1. Desnita, S.Pd. dari SMA Negeri 2 Arga Makmur Kab Bengkulu Utara Bengkulu 2. Andris AS, S.Pd. dari SMA Negeri 1 Situjuah Limo Nagari Kab. Lima Puluh Kota Sumatera Barat 3. Drs. Arief Suwarsan dari SMA Widya Utama Kota Cirebon Jawa Barat Untuk mata pelajaran Sosiologi jenjang SMA sebanyak 28 orang dinyatakan lulus. Berikut daftar peringkat 3 peserta terbaik: 1. Suhanda, S.Pd. dari SMA Negeri 3 Kota Bima Nusa Tenggara Barat 2. Amin Bagura, S.Pd. dari SMA Negeri 3 Kota Ternate Maluku Utara 3.Julini Siregar, S.Sos dari SMA Negeri 1 Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competent Based Training/CBT) merupakan upaya yang dilakukan oleh P4TK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Pelaksanaan kegiatan CBT menggunakan strategi pendekatan belajar konstruktivisme dan andragogi. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode diskusi, studi kasus, penugasan, ceramah, kerja kelompok, peer teaching, dan presentasi. Harapan dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi peserta sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan standar pendidikan nasional.
28.03.15 05:13  |   Si Data & Informasi

Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) Peserta CBT 2015 Tahap I

Salah satu kegiatan yang menarik bagi peserta Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competent Based Training/CBT) adalah Praktek Pengalaman Lapangan (PPL). Dalam kegiatan ini, peserta pelatihan diajak berkaryawisata. PPL CBT 2015 Tahap 1 dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Maret 2015. Secara serentak, pada pukul 07.30 WIB, empat bus yang memuat peserta pelatihan diberangkatkan dari kampus PPPPTK PKn IPS menuju lokasi PPL yang berbeda-beda. Untuk kelas CBT PKn SMP, peserta melaksanakan PPL di Kota Blitar. Para peserta diklat diajak mengunjungi Museum Bung Karno, Makam Bung Karno dan Perpustakaan Bung Karno. Untuk kelas CBT Sosiologi SMA, peserta diajak mengunjungi jembatan Suramadu. Dan untuk kelas CBT Sejarah SMA, peserta diajak mengunjungi Candi Singosari, Masjid Cengho, dan Candi Jawi di Pandaan. Secara umum, kegiatan PPL bertujuan agar peserta dapat berlatih menggali informasi melalui wawancara dan mendapatkan pengalaman langsung mengenai suatu topik yang sedang dipelajari. Dengan metode tanya jawab kepada narasumber dan pengamatan, langsung, diharapkan peserta pelatihan dapat mengidentifikasi data yang berhubungan dengan topik tersebut. Melalui PPL, peserta juga diharapkan akan mempunyai kemampuan merencanakan, menyiapkan, melaksanakan dan melaporkan hasil PPL.   PPL merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competent Based Training/CBT). CBT merupakan salah satu pelatihan yang diselenggarakan oleh PPPPTK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Melalui CBT diharapkan dapat meningkatkan kompetensi peserta sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan standar pendidikan nasional.    
27.03.15 05:11  |   Si Data & Informasi

Suasana Senam Pagi Peserta Diklat CBT 2015 Tahap 1

PPPPTK PKn IPS - Kota Batu, pagi itu, Jumat 20 Maret 2015 suasana Kampus PPPPTK PKn dan IPS semarak. Peserta diklat CBT 2015 Tahap 1 bersama-sama dengan karyawan PPPPTK PKn dan IPS melaksanakan senam pagi. Peserta diklat CBT kali ini yang terdiri dari guru-guru SMA mapel Sosiologi dan Sejarah. Juga, guru-guru SMP mapel IPS dan PPKN dari 34 provinsi seluruh Indonesia. Setiap Jumat pagi pukul 07.15 WIB, PPPPTK PKn dan IPS melaksanakan senam pagi. Kegiatan senam pagi bertujuan untuk menjaga kebugaran dan sarana refreshing. Dengan dipimpin oleh seorang instruktur senam Aerobik, senam pagi berlangsung semangat dan antusias.
23.03.15 05:09  |   Si Data & Informasi

Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II 2015

Pada 16 Maret 2015 telah dimulai kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competence Based Training, CBT) tahap II Tahun 2015. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat (KAPUS) PPPPTK PKn dan IPS, bapak Dr. Sumarno di aula gedung Krakatau. Sesuai dengan jadwal CBT tahun 2015 yang telah dipublikasikan sebelumnya (disini), selama 10 hari hingga tanggal 25 Maret 2015 mendatang, PPPPTK PKn dan IPS menyelenggarakan pelatihan untuk guru SMA mata pelajaran Sosiologi dan Sejarah. Jenjang SMP mata pelajaran IPS dan PPKn. Peserta sejumlah 140 orang yang berasal dari 34 propinsi seluruh Indonesia. Kegiatan CBT merupakan upaya yang dilakukan oleh PPPPTK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Pelaksanaan kegiatan CBT menggunakan strategi pendekatan belajar konstruktivisme dan andragogi. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode diskusi, studi kasus, penugasan, ceramah, kerja kelompok, peer teaching, dan presentasi. Harapan dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi peserta sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan standar pendidikan nasional.
19.03.15 05:07  |   Si Data & Informasi

Kanal Aduan Jalan ke Sekolah yang Membahayakan Murid

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan meluncurkan situs aduan tentang perlintasan jalan yang berisiko yang dapat membahayakan peserta didik dalam perjalanan ke sekolahnya. Dengan situs sahabat.kemdikbud.go.id, diharapkan keselamatan pendidik maupun anak didik terjamin tanpa harus menanggung risiko tinggi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan masyarakat akan bergandengan tangan melakukan ikhtiar bersama agar anak-anak sampai ke sekolah dengan selamat. Pesan Mendikbud: Ini ikhtiar negara untuk hadir, mohon berkenan untuk menyebarkan kabar ini sebagai sikap kita untuk sama-sama bertanggung jawab atas keselamatan saudara-saudara muda kita yang sedang bersekolah di berbagai pelosok tanah air. Laporan/aduan bisa disampaikan melalui kanal: http://sahabat.kemdikbud.go.id/
17.03.15 05:06  |   Si Data & Informasi

Informasi Bagi Siswa: Tanya Jawab Ujian Nasional (UN) 2015

APAKAH BENAR UJIAN NASIONAL (UN) TIDAK LAGI BERFUNGSI MENENTUKAN KELULUSANKU? Jawab: Kabar baik untukmu, UN tidak lagi digunakan sebagai tes penentu kelulusanmu seperti yang berlaku selama 12 tahun terakhir. Fungsi UN tetap penting karena digunakan untuk mengukur pencapaian kompetensimu dan salah satu dasar seleksi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hasil UN secara nasional juga menjadi salah satu alat pemetaan pendidikan.   BAGAIMANA CARA MENENTUKAN KELULUSANKU DARI SEKOLAH/SATUAN PENDIDIKAN? Jawab: Kelulusanmu ditetapkan oleh rapat dewan guru di sekolahmu berdasarkan penilaian menyeluruh dari kelas 1 hingga kelas 3. Sekolah menentukan kelulusanmu berdasarkan nilai akhir sekolah yang terdiri atas nilai rapor dan Ujian Akhir Sekolah (UAS). Sekolah bisa menetapkan proporsi mulai dari 50% nilai rapor + 50% nilai ujian sekolah hingga 70% nilai rapor + 30% nilai ujian sekolah. Kriteria proporsi kelulusan ini bisa ditanyakan lebih lanjut ke sekolahmu.   APAKAH BENAR UN AKAN DILAKUKAN SECARA ONLINE? Pada dasarnya untuk mayoritas sekolah, sistem UN tahun ini tetap menggunakan kertas Lembar Jawaban Komputer (LK). Namun, mulai tahun 2015 ini akan dilakukan perintisan UN berbasis komputer (bukan online) hanya bagi sekolah-sekolah yang sudah siap.   APAKAH SOAL UN ADA YANG BERBENTUK ESAI? Tidak ada. Saat ini, baik UN yang dikerjakan dengan kertas maupun komputer, semua soalnya berbentuk pilihan ganda.   SOAL UN TAHUN 2015 DIBUAT BERDASARKAN KURIKULUM YANG MANA? UN tahun 2015 mengukur capaian kompetensi berdasarkan kurikulum yang digunakan oleh siswa kelas 3 SMP dan 3 SMA saat ini yaitu kurikulum 2016 atau dikenal juga sebagai Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Siswa SMA/MA akan mengikuti UN untuk 6 mata pelajaran, siswa SMK mengikuti 4 mata pelajaran, dan siswa SMP/Ts mengikuti 4 mata pelajaran.   APAKAH HASIL UN BERPENGARUH DALAM SELEKSI KE JENJANG PENDIDIKANKU SELANJUTNYA? Hasil UN SMP/MTs digunakan sebagai pertimbangan untuk penempatamu ke jenjang SMA/SMK. Pengaturannya dilakukan oleh masing-masing provinsi. Sedangkan hasil UN SMA/sederajat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam seleksi mahasiswa baru Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Penggunaan hasil UN dalam seleksi mahasiswa baru dintentukan oleh panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan rektor masing-masing PTN.   APAKAH SERTIFIKAT HASIL UN TAHUN INI BERBEDA DENGAN TAHUN SEBELUMNYA? Tentunya ada beberapa perbedaan yang lebih bermanfaat. Mulai tahun ini sertifikat hasil UN menjadi lebih detail dalam memberikan gambaran capaianmu. Sertifikat hasil UN tidak sekedar menampilkan nilai setiap mata pelajaran. Namun juga menampilkan katagori Baik s/d Kurang serta nilai setiap sub-komponen mata pelajaran. Sertifikat yang detail ini diharapkan bisa memberi gambaran yang lebih lengkap untukmu, orang tua, guru, maupun sekolah untuk mengenali kekurangan dan kelebihanmu serta membantu melakukan perbaikan.   BAGAIMANA JIKA NILAIKU BELUM MEMENUHI STANDAR KOMPETENSI? APAKAH AKAN DIBERIKAN KESEMPATAN PERBAIKAN? Ya, kesempatan perbaikan akan diberikan. Sesuai dengan tujuan UN yaitu mendorongmu untuk tuntas mencapai standar kompetensi melalui proses belajar yang baik. Nilai standar kompetensi yang dikategorikan cukup adalah lebih dari 55 atau kurang, dan belum puas dengan hasilnya, bisa mengikuti ujian perbaikan hanya untuk mata pelajaran yang belum tercapai standar kompetensi tersebut.   KAPAN UN PERBAIKAN AKAN DILAKSANAKAN? Untuk tahun 2015, kamu bisa memperbaiki nilai mata pelajaran yang belum mencapai standar kompetensi dengan mengikuti UN perbaikan di tahun 2016. Mulai tahun 2106, kamu bisa mengikuti UN perbaikan di tahun yang sama karena UN akan dilaksanakan pada awal semester kedua di tahun terakhir.   SELAMA MENUNGGU UN PERBAIKAN DI TAHUN 2016, APAKAH AKU BISA MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE JENJANG YANG LEBIH TINGGI? Jika kamu telah dinyatakan lulus oleh sekolahmu dan diterima di jenjang pendidikan selanjutnya, kamu tetap dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.   Untuk Informasi lebih lanjut Hubungi Posko UN Puspendik (09.00-21.00 WIB) Telpon : 021-3853000/08111989866 Facebook: Kemdikbud.RI Twitter: @Kemdikbud_RI Download Leaflet UN 2015: Halaman Muka Halaman Belakang
13.03.15 05:02  |   Si Data & Informasi

Penutupan Kegiatan PRODEP PKB KS/M In Service-2 Propinsi NTB Tahap I

TB – Penutupan Kegiatan PRODEP PKB KS/M In-2 Propinsi NTB Tahap I telah dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2015 pukul 10.00 WITA di Aula LPMP Nusa Tenggara Barat. Pada kesempatan tersebut, berkenan hadir Kepala Pusat PPPPTK PKn dan IPS, bapak Dr. Sumarno. Program ProDEP (Professional Development for Educational Personel) merupakan kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia, dalam mengembangkan sebuah sistem nasional Pengembangan Keprofesian bagi Tenaga Kependidikan. Tujuannya, untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja kepala sekolah/madrasah agar pengelolaan sekolah dan madrasah menjadi lebih baik. PPPTK PKn dan IPS diberikan wewenang melaksanakan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Kepala Sekolah/Madrash (KS/M). Strategi pelatihan yang dipergunakan antara lain: tatap muka, kerja lapangan, presentasi hasil kerja, penilaian sendiri, penilaian pengawas, berbasis bukti, berbasis kegiatan dan kerja kelompok. Semua strategi tersebut diwadahi dalam pendekatan: In Service Learning 1 (In – 1), On the Job Learning (OJL), dan In Service Learning 2 (In – 2). Seluruh peserta yang hadir pada kegiatan In – 2 adalah peserta yang telah melaksanakan In – 1 dan OJL. Kegiatan In – 2 merupakan kegiatan presentasi dan pelaporan semua bukti yang dihasilkan selama kegiatan. Peserta kegiata In - 2 Tahap I ini berasal dari 3 kabupaten di propinsi NTB yaitu Kab. Lombok Utara, Kab. Bima, dan Kab. Sumbawa Barat. Acara dibuka dengan laporan dari ketua panita kegiatan, Hj. Juliasih, S.H. Dalam laporan tersebut diumumkan hasil pelatihan, sebanyak 125 peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama 3 hari mulai tanggal 8 sampai dengan 10 Maret 2015 dinyatakan kompeten. Selanjutnya, Dr. Sumarno selaku Kepala Pusat (KAPUS) PPPPTK PKn dan IPS memberikan sambutan singkat. Beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta pelatihan atas partisipasi aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Salah seorang peserta yang merupakan Pengawas Sekolah dari Kab. Bima, Bapak Syamsuddin menyampaikan kesan-kesan selama mengikuti kegiatan. Beliau merasa senang dan berharap kegiatan pelatihan Tenaga Kependidikan seperti ini akan terus berkesinambungan.
10.03.15 05:00  |   Si Data & Informasi

Pelatihan Pengelolaan Kelas Online untuk Admin DIO di PPPPTK PKn dan IPS

Diklat Interaksi Online (DIO) merupakan salah satu implementasi dari program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) bagi Tenaga Pendidik dan Kependidikan (PTK) yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK PMP). Pada bulan Desember 2014 lalu telah diadakan uji coba (pilot) sistem DIO yang melibatkan PPPPTK sebagai penyedia materi Diklat, pusat pengajar dan pengelola administrasi kelas online. Peserta uji coba DIO adalah PTK sesuai dengan mata diklat yang diselenggarakan. Untuk tahun 2015 ini, direncanakan akan dilaksanakan kembali DIO dengan mata diklat yang lebih banyak dan melibatkan jumlah peserta yang lebih banyak pula. Oleh karena itu, PPPPTK PKn dan IPS melaksanakan persiapan sedini mungkin untuk menyukseskan penyelenggaraan DIO 2015 tsb. Salah satu upaya persiapan yang dilakukan adalah dengan mematangkan kembali materi-materi yang akan diselenggarakan dalam DIO. Selain itu, perlu juga menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Kelas Online bagi Admin. Selain pengajar (widyaiswara), admin atau administrator merupakan pengelola kelas online yang berperan penting dalam kegiatan DIO. Oleh karena itu, Bidang Program dan Informasi pada tanggal 16 sampai dengan 18 Februari 2015 lalu menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Kelas Online bagi Admin. Pada kegiatan yang berlangsung kurang lebih selama 3 hari tersebut, peserta pelatihan merupakan karyawan PPPPTK PKn dan IPS gabungan dari Bidang Program & Informasi dan Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Program dan Informasi, Bapak Drs. Djoko Winarjanto, M.M. Dalam pembukaan tsb beliau berpesan kepada calon admin DIO agar mengikuti kegiatan pelatihan dengan sungguh-sungguh demi suksesnya penyelenggaraan DIO 2015. Pelatihan difasilitasi oleh Tim Pilot DIO yaitu Pengajar Kelas Online Pilot DIO, yaitu bapak Slamet Supriyadi, S.Kom. M.Ed. dan 3 orang Administrator Pilot DIO yaitu Reti Veri Anita, S.Kom, Raudlatul Jannah, S.T dan Julita Nahdiyanna, S.Kom.
02.03.15 04:55  |   Si Data & Informasi

Jadwal Pelatihan Berbasis Kompetensi 2015

Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competence Based Training/CBT) merupakan upaya yang dilakukan oleh P4TK PKn IPS untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Pelaksanaan kegiatan CBT menggunakan strategi pendekatan belajar konstruktivisme dan andragogi. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode diskusi, studi kasus, penugasan, ceramah, kerja kelompok, peer teaching, dan presentasi. Harapan dari pelatihan ini adalah peningkatan kompetensi peserta sesuai dengan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh guru berdasarkan standar pendidikan nasional. Berikut ini adalah jadwal kegiatan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competence Based Training/CBT) Tahun 2015 di PPPPTK PKn dan IPS.
27.02.15 04:39  |   Si Data & Informasi

Pengumuman bagi Peserta CPNS 2014 yang Dinyatakan Lulus

Peserta seleksi CPNS tahun 2014 di Lingkungan BPSDMPK dan PMP yang dinyatakan LULUS dengan penempatan di PPPPTK PKn dan IPS dimohon segera hadir melapor dengan membawa dokumen pemberkasan usul pengesahan dan Penetapan CPNS ke PPPPTK PKn dan IPS, paling lambat ditunggu hingga tanggal 22 Februari 2015. Jalan Raya Arhanud, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Telepon: (0341) 532100, 532110 Detail Surat & Lampiran Pengumuman/pemberitahuan Final CPNS 2014 termasuk dokumen pemberkasan yang harus dilengkapi dapat di unduh di: PEMBERKASAN USUL PENGESAHAN DAN PENETAPAN CPNS TAHUN 2014
20.02.15 04:34  |   Si Data & Informasi

Pengumuman Final CPNS 2014

Berikut adalah nama-nama yang lolos CPNS 2014 di lingkungan KEMDIKBUD dengan rencana penempatan di PPPPTK PKn dan IPS: Informasi lengkap mengenai pengumuman final CPNS 2014 dapat akses melalui laman KEMDIKBUD sbb: http://cpns.kemdikbud.go.id/indexedc6.html?k=konten/56
13.02.15 10:25  |   Si Data & Informasi

Pengumuman Final CPNS PPPPTK PKn IPS 2014

Berikut adalah nama-nama yang lolos CPNS 2014 di lingkungan KEMDIKBUD dengan rencana penempatan di PPPPTK PKn dan IPS:   Informasi lengkap mengenai pengumuman final CPNS 2014 dapat akses melalui laman KEMDIKBUD sbb: http://cpns.kemdikbud.go.id/indexedc6.html?k=konten/56
13.02.15 04:11  |   Si Data & Informasi

Workshop Persiapan Diklat 2015

Kampus PPPPTK PKn dan IPS, mulai hari Rabu 21 Januari hingga Jumat 23 Januari 2015 menyelenggarakan Workshop Persiapan Diklat 2015. Peserta workshop yaitu seluruh Widyaiswara dari 9 jurusan yang ada di PPPPTK PKn dan IPS serta pimpinan dan staf Bidang Program dan Informasi. Tujuan dari workshop tersebut adalah menyusun silabus, struktur program, dan bahan ajar diklat yang akan diselenggarakan pada tahun 2015. Workshop dibuka oleh Drs. H. Subandi, M.M selaku Kepala Bidang Fasikom. Selanjutnya pengarahan dari Drs. Djoko Winarjanto, M.M. selaku Kepala Bidang Program dan Informasi. Diharapkan dari workshop tersebut dapat menghasilkan silabus, struktur program dan bahan ajar yang berkualitas demi peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan khususnya bidang Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
23.01.15 03:50  |   Si Data & Informasi

Pertemuan Awal Tahun 2015 Karyawan PPPPTK PKn dan IPS

Jumat, 9 Januari 2015 seluruh pimpinan dan karyawan PPPPTK PKn dan IPS berkumpul di aula gedung Krakatau untuk melakukan pertemuan membahas rencana kegiatan institusi di tahun 2015. Pertemuan tersebut dibuka oleh bapak Dr. Sumarno selaku Kepala Pusat (KAPUS) PPPPTK PKn dan IPS. Beliau memberikan evaluasi dan apresiasi terhadap hasil kerja karyawan di tahun 2014 sekaligus memberikan arahan untuk kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan di lembaga pada tahun 2015. Selain arahan, KAPUS juga menyampaikan bahwa pada awal tahun ini, diadakan rotasi/perpindahan pegawai. Rotasi ini bertujuan untuk penyegaran organisasi dan supaya lebih dapat memaksimalkan kinerja sesuai kebutuhan lembaga dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan. Pada pertemuan tersebut masing-masing bagian/bidang melakukan koordinasi terkait dengan program kerja tahun 2015, Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Setiap pegawai diwajibkan merancang target output yang akan dicapai selama satu tahun. Dengan demikian, diharapkan pegawai memiliki acuan yang jelas mengenai pekerjaan apa yang akan dikerjakan selama satu tahun.
19.01.15 10:12  |   Si Data & Informasi

Pertemuan Awal Tahun 2015 Karyawan PPPPTK PKn dan IPS

Jumat, 9 Januari 2015 seluruh pimpinan dan karyawan PPPPTK PKn dan IPS berkumpul di aula gedung Krakatau untuk melakukan pertemuan membahas rencana kegiatan institusi di tahun 2015. Pertemuan tersebut dibuka oleh bapak Dr. Sumarno selaku Kepala Pusat (KAPUS) PPPPTK PKn dan IPS. Beliau memberikan evaluasi dan apresiasi terhadap hasil kerja karyawan di tahun 2014 sekaligus memberikan arahan untuk kegiatan-kegiatan yang akan diselenggarakan di lembaga pada tahun 2015. Selain arahan, KAPUS juga menyampaikan bahwa pada awal tahun ini, diadakan rotasi/perpindahan pegawai. Rotasi ini bertujuan untuk penyegaran organisasi dan supaya lebih dapat memaksimalkan kinerja sesuai kebutuhan lembaga dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan. Pada pertemuan tersebut masing-masing bagian/bidang melakukan koordinasi terkait dengan program kerja tahun 2015, Tugas Pokok dan Fungsi (TUPOKSI) dan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Setiap pegawai diwajibkan merancang target output yang akan dicapai selama satu tahun. Dengan demikian, diharapkan pegawai memiliki acuan yang jelas mengenai pekerjaan apa yang akan dikerjakan selama satu tahun.
19.01.15 02:44  |   Si Data & Informasi
Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jl. Arhanud, Ds. Sekar Putih Kel. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu
Jawa Timur
Telp. 0341-532100
Fax. 0341-532110
, p{2}
Copyright © 2016 PPPPTK PKn & IPS
Powered by Lubna.Us