Seminar Nasional: Tantangan NKRI dan Jawabannya Melalui Revolusi Mental

19.May.15 09:16  |  Oleh Si Data & Informasi   |  

Seminar Nasional dengan tema ”Tantangan NKRI dan Jawabannya Melalui Revolusi Mental” telah diselenggarakan dengan sukses pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2015 di aula gedung Krakatau Kampus PPPPTK PKn dan IPS. Seminar ini diselenggarakan oleh PPPPTK PKn dan IPS dalam rangka Dies Natalis ke-34.

Sebanyak 80 guru mata pelajaran PKn wilayah Malang Raya diundang sebagai peserta seminar. Selain itu, turut hadir pula peserta diklat Competence Based Training (CBT) tahap IV yaitu guru-guru mata pelajaran PKn jenjang SMP, IPS jenjang SMP dan Sejarah jenjang SMA yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Seminar dibuka oleh Kepala PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno. Selanjutnya beliau sebagai pembicara sesi pertama mengawali dengan menyajikan materi dengan judul “Penanganan Masalah Sosial Melalui Perspektif Pendidikan”. Dalam materinya beliau menyampaikan tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini dan solusinya melalui Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah-sekolah. Guru-guru PKn harus senantiasa meningkatkan kompetensi, salah satunya melalui pendidikan dan pelatihan. Hal ini sejalan dengan tugas pokok dan fungsi PPPPTK PKn dan IPS sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan guru bidang PKn dan IPS.

Pemateri kedua adalah Rektor Universitas Wisnu Wardhana Prof. Dr. H. Suko Wiyono, S.H., M.H. dengan judul materi seminar: “Pentingnya Revolusi Mental Dalam Rangka Mewujudkan Nkri Yang Adil Dan Makmur Berdasarkan Pancasila”. Dalam paparannya, Prof. Suko menyampaikan, demoralisasi dalam segala bentuknya mengindikasikan bahwa bangsa Indonesia telah kehilangan jati diri. Persoalan ini dapat diselesaikan jika bangsa Indonesia mau kembali ke jati dirinya yaitu mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila. Selain itu diperlukan penegakan hukum secara konsisten dan adil, kepemimpinan yang efektif dan pembangunan yang bermuatan harmoni.

Pemateri ketiga adalah Komandan Pusdik Arhanud Kolonel Arh Totok Nugroho dengan judul materi “Tantangan yang Dihadapi Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Dalam paparannya, beliau menyampaikan gagasan bahwa solusi yang terbaik bagi permasalahan bangsa adalah yang paling sederhana, yaitu “back to the basic”. Mengerti bahwa cinta dan peduli kepentingan Negara harus menjadi kepentingan tertinggi diatas segala-galanya. Adanya individu-individu yang kaya belum tentu membuat Negara menjadi sejahtera, tetapi Negara yang kaya akan membuat rakyatnya menjadi sejahtera. Semua pemimpin dari semua strata harus banyak berbuat dan beraksi, bukan hanya bicara. Kita harus sadar dan bangga bahwa Indonesia merupakan negeri patriot. Sebuah Negara dengan sumber daya alam melimpah, memiliki ekonomi yang kuat, mempunyai jumlah tenaga kerja yang besar dan dilatarbelakangi dengan keanekaragaman masyarakat. Kondisi ini tentu membuat kecemburuan Negara-negara yang lain. Dilain pihak, ada Negara-negara yang tidak ingin Indonesia menjadi Negara maju dengan ekonomi yang kuat dan dijadikan sebagai konsumen atau pasar komoditasnya. Ketentraman masyarakat selalu diusik dengan beragam gejolak yang mengarah ke instabilitas kondisi sosial ekonomi.

Menurut Gatot Malady salah satu peserta seminar yang sekaligus Widyaiswara PPPPTK PKn IPS, Seminar tersebut dapat menambah khasanah ilmu dari berbagai prespektif, yaitu dari kalangan akademisi, kejaksaan, dan juga dari militer (Pusdiklat Arhanud).

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jl. Arhanud, Ds. Sekar Putih Kel. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu
Jawa Timur
Telp. 0341-532100
Fax. 0341-532110
, p{2}
Copyright © 2016 PPPPTK PKn & IPS
Powered by Lubna.Us