CBT Geografi SMA, Bukan Sekedar Diklat Klasikal Biasa

11.May.15 08:57  |  Oleh Si Data & Informasi   |  

PPPPTK PKn dan IPS kembali menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi (Competance Based Training, CBT) tahun 2015 tahap III pada tanggal 27 April sampai dengan 6 Mei 2015. Salah satu pelatihan tersebut ditujukan bagi guru mata pelajaran Geografi jenjang SMA.

Yang istimewa dari pelatihan ini adalah komposisi materi yang diberikan lebih banyak materi profesional. Tujuannya untuk meningkatkan profesionalitas peserta sebagai guru geografi SMA. Hal ini seiring dengan tujuan CBT yaitu untuk meningkatkan kompetensi pendidik berkaitan dengan penguasaan pengetahuan tentang materi ajar, penguasaan ketrampilan pembelajaran, dan sikap profesional guru dalam menjalankan fungsi dan tugasnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan CBT menggunakan strategi pendekatan belajar konstruktivisme dan andragogi. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode diskusi, studi kasus, penugasan, ceramah, kerja kelompok, peer teaching, dan presentasi.

Menurut salah satu fasilitator CBT dari Departemen Geografi PPPPTK PKn dan IPS, Dra. Deti Hendarni M.S.Ed, setiap Mata Latih pada kelas CBT Geografi disampaikan dengan metode yang berbeda-beda. Hal ini dalam rangka menyelaraskan antara materi pelatihan dengan metode penyampaian. Sebagai contohnya, untuk materi Filsafat digunakan metode “Dua Tamu Dua Tinggal”. Materi Sumber Daya Alam disampaikan kepada peserta dengan metode “Pencapaian Konsep”. Materi Penginderaan Jauh menggunakan metode “Demonstrasi”.

Lebih jauh  Deti Hendarni  memaparkan, PPPPTK PKn dan IPS sebagai salah satu lembaga pengembang profesi guru yang di dalamnya juga terdapat pedagogik. Ketika guru mengajarkan suatu materi kepada siswa, guru tersebut tidak bisa lepas dari metode. Oleh karena itu, selain penguasaan materi mata pelajaran Geografi, guru Geografi juga harus menguasai metode mengajar. “Kami memberikan contoh penggunaan berbagai metode mengajar melalui proses kami menyampaikan materi di kelas CBT. Sehingga ketika proses pembelajaran materi Pedagogik, peserta CBT Geografi sudah punya pengalaman. Disitulah kami selaku fasilitator lebih mudah mengupasnya. Karena peserta telah mengalami sendiri. Peserta lebih mudah mengerti. Jauh lebih efektif daripada mengajar hanya melalui penjelasan dan diskusi. Dengan begitu di proses pedagogik kami tidak mengalami kesulitan.”

Menurut Andik Suwastono M.Pd., widyaiswara yang juga menjadi fasilitator CBT Geografi, pada setiap pelatihan guru  mata pelajaran Geografi, Departemen Geografi telah memiliki prosedur operasional standar. Baik itu standarisasi materi presentasi maupun lembar kerja. Setiap mata latih akan diantarkan dengan metode tertentu, dengan media yang sesuai, termasuk fasilitatornya pun telah disesuaikan dengan kompetensi masing-masing widyaiswara di departemen tersebut.

Masih menurut Andik Suwastono, dalam diklat CBT mata pelajaran Geografi, narasumber/fasilitator diklat juga memaksimalkan penggunaan media. Tidak selamanya mempelajari Geografi harus lebih banyak di kelas. “Kita lebih banyak mengemas pembelajaran Geografi sebagai suatu pembelajaran yang menarik. Jadi tidak hanya tatap muka di kelas. Kita juga praktek di lapangan. Selain itu, guru juga dilatih bagaimana menggunakan media. Terutama media yang sederhana.”

Selama ini ada kesan bahwa mengajar Geografi harus melalui media-media yang mahal, sulit dicari dan tidak terjangkau. Dalam CBT Geografi, guru dilatih bagaimana menggunakan media dari bahan yang ada yang sesuai dengan lingkungan sekitar. Sehingga, tidak ada alasan guru tidak bisa melakukan pembelajaran karena keterbatasan media.

Keistimewaan lain dari CBT Geografi adalah, peserta diajak mengalami langsung (praktek) menggunakan alat-alat. Misalnya setelah peserta menerima materi tentang Kartografi/Pemetaan selanjutnya peserta diberikan tugas mengaplikasikan di lapangan. Bagaimana cara membuat peta sederhana yang nanti bisa diimplementasikan di tempat mengajar. Membuat denah kantor, cara mengukur ketinggian suatu tempat, kemiringan, dsb. Demikian juga dengan Materi Penginderaan Jauh. Setelah mempelajari materi tersebut peserta belajar menginterpretasi foto udara. Kemudian pada Materi Cuaca/Iklim, peserta dilatih cara melakukan pengumpulan data suhu, kecepatan angin, dsb. Pada akhirnya, data-data yang telah dikumpulkan tsb dibuatkan profil pada sehelai kertas. Kemudian data-data yang sudah diperoleh dituangkan di sana. Tugas tersebut merupakan produk akhir diklat.

Banyak kesan positif yang ditangkap oleh para fasilitator/narasumber CBT Geografi kali ini. Peserta yang merupakan guru-guru Geografi jenjang SMA dari 34 provinsi seluruh Indonesia tersebut memiliki semangat tinggi untuk belajar. Mayoritas peserta mengaku jarang mengikuti diklat untuk meningkatkan kompentensi dan keprofesionalan mereka seperti yang dilatihkan dalam CBT [rv].

(Foto: Dokumentasi Pribadi Widyaiswara Departemen Geografi)

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jl. Arhanud, Ds. Sekar Putih Kel. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu
Jawa Timur
Telp. 0341-532100
Fax. 0341-532110
, p{2}
Copyright © 2016 PPPPTK PKn & IPS
Powered by Lubna.Us