Sambutan Mendikbud dalam Rangka HARDIKNAS 2 Mei 2015

06.May.15 08:54  |  Oleh Si Data & Informasi   |  

Di hari yang berbahagia ini, kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih, kita panjatkan puji dan syukur. Atas   izin, rahmat, dan   karunia-Nya,   kita   semua berkesempatan untuk merayakan Hari Pendidikan Nasional ini.

Di Hari Pendidikan ini, atas nama pemerintah, izinkan saya menyampaikan apresiasi pada semua pihak, pada semua pelaku pendidikan dimanapun berada, yang telah ambil peran aktif untuk  mencerdaskan saudara  sebangsa. Untuk  para  pendidik  di  semua jenjang, yang telah bekerja keras membangkitkan potensi peserta didik untuk menjadi manusia  berkarakter  mulia, yang  mampu meraih  cita-cita  dan menjadi  pembelajar sepanjang hidup, terimalah salam hormat dan apresiasi dari kita semua.

Bapak, Ibu dan Hadirin yang mulia,

Republik   tercinta   ini   digagas   oleh   anak-anak   muda   terdidik   dan   tercerahkan. Pendidikan telah membukakan mata dan kesadaran mereka untuk membangun sebuah negeri Bhineka yang modern. Sebuah negara yang berakarkan adat dan budaya bangsa nusantara,  beralaskan  semangat  gotong  royong,  tapi tetap   mengedepankan  dan menumbuh kembangkan prinsip kesejajaran   dan   kesatuan   sebagi   sebuah negara modern.

Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan, dan menguatkan pilar ketahanan moral. Persinggungan dengan pendidikanlah yang telah memungkinkan  para  perintis  kemerdekaan untuk memiliki  gagasan besar  yang melampaui  zamannya.  Gagasan  dan  perjuangan yang  membuat  Indonesia  dijadikan sebagai rujukan  oleh  bangsa-bangsa  di  Asia  dan  di  Afrika.  Dunia  terpesona  pada Indonesia, bukan saja karena keindahan alamnya, atau keramahan penduduknya, atau keagungan budayanya, tetapi juga karena deretan orang-orang terdidiknya yang berani mengusung ide-ide terobosan dengan ditopang pilar moral dan intelektual.

Indonesia adalah negeri penuh berkah. Di tanah ini, setancapan ranting bisa tumbuh menjadi pohon yang rindang. Alam subur, laut melimpah, apalagi bila melihat mineral, minyak, gas, hutan dan semua deretan kekayaan alam. Indonesia adalah wajah cerah khatulistiwa. Namun kita  semua  harus  sadar  bahwa  asset  terbesar  Indonesia  bukan tambang, bukan gas, bukan minyak, bukan hutan ataupun segala macam hasil bumi; asset  terbesar  bangsa  ini  adalah  manusia  Indonesia. Tanggung  jawab  kita  sekarang adalah mengembangkan kualitas manusia Indonesia.

Manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci kemajuan bangsa.  Jangan sesekali kita mengikuti jalan berpikir kaum kolonial di masa lalu. Fokus mereka, kaum kolonial itu, adalah pada kekayaan alam saja dan tanpa peduli pada kualitas manusianya. Kaum kolonial memang datang untuk mengeruk dan menyedot isi bumi Nusantara, menguras hasil bumi Nusantara karena itu mereka peduli dan tahu persis data kekayaan alam kita, tetapi mereka tak pernah peduli dengan kualitas manusia di Nusantara.

Kini kita sudah 70 tahun merdeka. Kemerdekaan itu bukan hanya untuk menggulung kolonialisme, melainkan juga untuk menggelar kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Jangan sampai kita hanya tahu tentang kekayaan alam tetapi tidak tahu kualitas manusia di negeri kita. Kita harus berkonsetrasi pada peningkatan dan pengembangan kualitas manusia. Kita tidak boleh mengikuti jalan berpikir kaum kolonial  yang  terfokus  hanya  pada  kekayaan  alam tetapi  melupakan  soal  kualitas manusia.

Mari  kita  jawab,  tahukah  kita  berapa  jumlah  sekolah,  jumlah  guru,  jumlah  siswa, jumlah  perguruan  tinggi  di  daerah  kita?  Tahukah  kita  berapa banyak anak-anak  di wilayah kita yang terpaksa putus sekolah? Tahukah kita tentang kondisi guru-guru di sekolah yang mengajar anak-anak kita? Tahukah kita tentang tantangan yang dihadapi oleh kepala sekolah dan guru untuk memajukan sekolahnya?

Lebih jauh lagi, berjuta jumlahnya putra-putri Indonesia yang kini telah berhasil meraih kesejahteraan. Pada kita yang telah sejahtera itu, jelas terlihat bahwa pendidikan adalah hulunya.  Karena  pendidikanlah  maka  terbuka  peluang  untuk hidup  lebih  baik. Pendidikan itu seperti tangga berjalan yang mengantarkan kita meraih kesejahteraan yang  jauh  lebih baik.  Pertanyaannya,  sudahkah  kita  menengok  sejenak  pada  dunia pendidikan yang telah mengantarkan kita sampai pada kesejahteraan yang lebih baik? Pernahkah  kita  mengunjungi  sekolah  kita  dulu?  Pernahkah  kita  menyapa,  bertanya kabar dan kondisi, serta berucap terima kasih pada guru-guru yang mendidik kita dulu? Pernahkah kita menyapa kembali dan menyampaikan terima kasih pada dosen-dosen kita? Bagi  kita  yang  kini  berkiprah  di  luar  dunia  pendidikan,  mari  kita  luangkan perhatian.  Mari  ikut  terlibat  memajukan  pendidikan.  Mari  kita  ikut  iuran  untuk membuat generasi anak-anak kita bisa meraih yang jauh lebih baik dari yang berhasil diraih  generasi  ini.  Dan,  iuran  paling  mudah  adalah kehadiran. Datangi  sekolah, datangi guru, datangi anak-anak pelajar lalu terlibat untuk berbagi, untuk menginspirasi dan terlibat untuk ikut memajukan dunia pendidikan kita.

Bapak, Ibu dan Hadirin yang berbahagia,

Wajah masa depan kita berada di ruang-ruang kelas. Akan tetapi, hal itu bukan berarti bahwa tanggung-jawab membentuk masa depan itu hanya berada di pundak pendidik dan  tenaga  kependidikan  di  institusi  pendidikan.  Secara  konstitusional, mendidik adalah tanggung jawab negara namun secara moral mendidik adalah tanggung jawab setiap  orang  terdidik. Mengembangkan  kualitas  manusia  Indonesia harus  dikerjakan sebagai  sebuah  gerakan  bersama. Semua harus ikut  peduli,  bahu  membahu,  saling sokong dan topang untuk memajukan kualitas manusia Indonesia lewat pendidikan.

Oleh karena itu, Bapak, Ibu dan Hadirin sekalian, peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun  ini  kita  mengambil  tema  ‘Pendidikan sebagai  Gerakan  Pencerdasan  dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila’.

Kata kunci dari tema tersebut adalah “Gerakan”. Pendidikan harus dipandang sebagai ikhtiar  kolektif  seluruh  bangsa. Karena  itu  pendidikan  tidak  bisa  dipandang  sebagai sebuah program semata. Kita harus mengajak semua elemen masyarakat untuk terlibat. Kita mendorong pendidikan menjadi gerakan semesta, yaitu gerakan yang melibatkan seluruh elemen bangsa: masyarakat merasa memiliki, pemerintah memfasilitasi, dunia bisnis  peduli,  dan  ormas/LSM  mengorganisasi.  Berbeda  dengan sekadar  “program” yang perasaan  memiliki atas  kegiatan hanya  terbatas  pada para pelaksana  program, sebuah  “gerakan”  justru  ingin  menumbuhkan  rasa memiliki  pada  semua  kalangan. Mari  kita  ajak semua  pihak untuk merasa  peduli, untuk merasa  memiliki atas problematika  pendidikan  agar  semua bersedia menjadi  bagian  dari ikhtiar  untuk menyelesaikan problematika itu.

Gerakan pencerdasan dan penumbuhan generasi berkarakter Pancasila adalah sebuah ikhtiar   mengembalikan kesadaran   tentang   pentingnya karakter   Pancasila   dalam pendidikan kita. Sudah digariskan bahwa pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi  peserta  didik  agar  menjadi  manusia  yang  beriman,  bertaqwa ke pada  Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Itulah karakter Pancasila yang menjadi tujuan Pendidikan Nasional kita.

Menumbuh kembangkan  potensi  anak  didik  seperti  itu  memerlukan  karakteristik pendidik  dan  suasana  pendidikan  yang  tepat.  Disinilah  Bapak,  Ibu  dan  Hadirin sekalian, peringatan   Hari   Pendidikan   Nasional   menjadi   amat   relevan   untuk mengingatkan   kembali   tentang   karakteristik   pendidik   dan   suasana   pendidikan. Peringatan hari pendidikan tak bisa lepas dari sosok Ki Hadjar Dewantara, yang pada tanggal 2 Mei adalah hari kelahiran Bapak Pendidikan Indonesia itu.

Ki Hadjar Dewantara menyebut sekolah dengan istilah “Taman”. Taman adalah tempat belajar  yang  menyenangkan.  Anak  datang  ke  taman  dengan  senang  hati,  berada  di taman juga dengan senang hati dan pada saat harus meninggalkan taman maka anak akan merasa berat hati. Pertanyaannya, sudahkah sekolah kita menjadi seperti taman? Sudahkah sekolah kita mejadi tempat belajar yang menyenangkan?

Sekolah menyenangkan memiliki berbagai karakter, diantaranya adalah; sekolah yang melibatkan semua komponennya, baik guru, orang tua, siswa dalam proses belajarnya; sekolah    yang    pembelajarannya    relevan    dengan    kehidupan;    sekolah    yang pembelajarannya  memiliki  ragam  pilihan dan tantangan,  dimana  individu  diberikan pilihan  dan  tantangan  sesuai  dengan  tingkatannya;  sekolah  yang  pembelajarannya memberikan makna jangka panjang bagi peserta didiknya.

Di hari Pendidikan Nasional ini, mari kita kembalikan semangat dan konsep Ki Hadjar Dewantara bahwa sekolah harus menjadi tempat belajar yang menyenangkan. Sebuah wahana  belajar  yang  membuat  para  pendidik  merasakan  mendidik  sebagai  sebuah kebahagiaan.  Sebuah  wahana  belajar  yang  membuat  para  peserta  didik  merasakan belajar   sebagai   sebuah   kebahagiaan.   Pendidikan   sebagai   sebuah   kegembiraan. Pendidikan  yang  menumbuh kembangkan  potensi  peserta  didik  agar  menjadi  insan berkarakter Pancasila.

Ikhtiar besar kita untuk pendidikan ini hanya akan bisa terwujud bila kita semua terus bekerja  keras  dan makin membuka  lebar-lebar  partisipasi  masyarakat  untuk  terlibat aktif  dalam  pendidikan.  Mulai  hari  ini  kita  harus  mengubah  perspektif,  bahwa pendidikan bukan hanya urusan kedinasan di pemerintahan, melainkan juga urusan kita dan ikhtiar memajukan pendidikan adalah juga tanggung jawab kita semua.

Mari kita teruskan kerja keras, kerja bersama dan kerja sama ini. Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, selalu membimbing kita agar dapat meraih dan melampaui cita-cita bangsa kita tercinta.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, jayalah Indonesia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Jakarta, 2 Mei 2015

Anies Baswedan

 

[link sumber: Kemikbud.go.id]

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jl. Arhanud, Ds. Sekar Putih Kel. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu
Jawa Timur
Telp. 0341-532100
Fax. 0341-532110
, p{2}
Copyright © 2016 PPPPTK PKn & IPS
Powered by Lubna.Us