UKG sebagai Diagnosis, Diklat PKB sebagai Obat

17.Nov.15 10:57  |  Oleh Si Data & Informasi   |  

Hari ini (17/11/2015), adalah hari terakhir pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kab. Malang. Sebanyak kurang lebih 19 ribu guru di Kabupaten Malang telah melaksanakan UKG di 17 tempat ujian kompetensi (TUK) sejak Senin (09/11/2015). Jadwal UKG secara nasional terbagi dalam 2 tahap. Tahap pertama berlangsung mulai tanggal 9 hingga 18 November 2015. Dan tahap kedua berlangsung mulai 19 hingga 27 November 2015.

Pada UKG tahun 2015, PPPPTK PKn dan IPS berperan sebagai penanggung jawab UKG Propinsi Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Dalam hal ini bermitra dengan LPMP dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Tujuan UKG secara umum adalah untuk pemetaan kompetensi pedagogik dan professional guru. Sesuai dengan instruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, UKG merupakan sarana bagi guru untuk bercermin. Dengan mengikuti UKG guru dapat mengetahui apa yang kurang, dan apa yang perlu ditingkatkan.

Sejalan dengan hal tersebut, menurut Kepala PPPPTK PKn dan IPS, Dr. Sumarno, UKG merupakan upaya untuk mendiagnosis kompetensi guru. Hasil UKG tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai salah satu dasar untuk penjenjangan diklat. “Saat ini sedang digodog rancangan diklat 10 jenjang. Penentuan seorang guru ada di jenjang diklat ke berapa, ditentukan dari hasil UKG tersebut”, ungkap Sumarno.

Dari tahun ke tahun diharapkan terjadi peningkatan nilai UKG guru. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mentargetkan pada tahun 2019 nilai rata-rata UKG guru di seluruh Indonesia dapat dingkatkan menjadi 8.00. Berbagai program sedang dirancang untuk mencapai target tersebut. PPPPTK sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemdikbud, diharapkan dapat mengambil peran vokal dalam rangka peningkatan kompetensi pedagogik dan professional guru.

Masih menurut Sumarno, “Ke depan diklat untuk guru dan tenaga kependidikan tidak saja dalam moda langsung (tatap muka) tetapi juga moda online. Dengan moda online diharapkan semakin banyak guru mendapatkan fasilitas pelatihan untuk peningkatan kompetensi. Selain itu akan diadakan pula pelatihan untuk pelatih (guru inti), KKS/MKKS, KKPS/MKPS. Juga diselenggarakan Inhouse Training (IHT) di locus-locus dengan mendatangkan narasumber.”

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jl. Arhanud, Ds. Sekar Putih Kel. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu
Jawa Timur
Telp. 0341-532100
Fax. 0341-532110
, p{2}
Copyright © 2016 PPPPTK PKn & IPS
Powered by Lubna.Us