International Youth Program 2015

01.Oct.15 10:51  |  Oleh Si Data & Informasi   |  

ASEAN Youth Forum 2015 diselengarakan di Bangkok Thailand pada tanggal 6 sampai 11 September 2015. Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para pemuda ASEAN untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan global. Delegasi dari berbagai negara ASEAN yang terdiri dari guru, siswa dan stakeholder berkumpul untuk membahas isu terkini di bidang pendidikan. Para peserta diberikan wawasan mengenai pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di regional ASEAN. Di forum tersebut diperkenalkan ASEAN Curriculum Sourcebook dan metode Reflect, Connect dan Apply (RCA).

Dalam kegiatan tersebut, Indonesia diwakili oleh 10 siswa berprestasi, yaitu: Aulia Nila Safira (SMAN 3 Sidoarjo), Lukmanul Arif (SMKN 5 Malang), Mochammad Setiawan Putra (SMAN 1 Batu), Moneyta Kurnia Pangestu (SMAN 1 Bantur),   Fahriza Rifqi Sulthon (SMA Al Hikmah Surabaya), Krismonlia Maris Rahayu (SMKN 12 Surabaya), Diandra Marsha Shafiera (SMAN 2 Surabaya), Nandyfa Maulia Dharmawan (SMAN 6 Surabaya), Michelle Theresia Ariesta De Quelyu (SMAN 1 Surabaya) dan Cheryl Narendra Garini (SMAN 3 Malang).

Selain siswa, terdapat juga 4 guru pendamping: Rina Yuliawati, M.Ed (SMAN 1 Batu), Erning Wijayati, S.AB, M.M (PPPPTK PKn IPS), Drs. Bambang Sutego, MM (SMAN 2 Surabaya) dan Ahmad Fais S.Si. M.Pd. (SMA Al Hikmah Surabaya). Unsur Officer diwakili oleh: Djoko Winarjanto (PPPPTK PKn IPS), Toni Satria Dugananda (LPMP Jatim), Ismukoco (LPMP Jatim) dan Sigit Priyosembodo (Dinas Pendidikan Kota Surabaya).

Menurut salah satu peserta Rina Yuliawati, M.Ed (guru SMAN 1 Batu), dari seluruh rangkaian kegiatan yang paling berkesan adalah kunjungan sekolah (school visit) ke “Nawaminthrachinuthit Satriwitthaya Phutthamonthon School”. Kegiatan ini ia anggap paling berkesan karena dapat secara langsung melihat bagaimana metode Reflect, Connect dan Apply (RCA) diterapkan di kelas. Berdasarkan pengamatan Rina, keunggulan metode RCA ini adalah memberi ruang yang yang luas bagi siswa untuk dapat merefleksikan apa yang pernah terjadi di sekitarnya dan kemudian menghubungkannya dengan apa yang pernah dialaminya. Proses ini pada akhirnya diharapkan dapat mendorong siswa untuk mampu mengaplikasikan pengalaman tersebut pada kehidupannyata yang akan dihadapinya di masa depan.

Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah pentas seni dengan tema “Cultural Performance Exchannge”. Dalam kesempatan tersebut, peserta diminta menampilkan pertunjukan budaya masing-masing negara. Delegasi dari Indonesia menampilkan pertunjukan tari tradisional diantaranya tari Remong dan tari Pendet.

(Fotografer: Erning Wijayati)

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial
Jl. Arhanud, Ds. Sekar Putih Kel. Pendem Kec. Junrejo Kota Batu
Jawa Timur
Telp. 0341-532100
Fax. 0341-532110
, p{2}
Copyright © 2016 PPPPTK PKn & IPS
Powered by Lubna.Us